Selain di Soekarno-Hatta Indonesia, Bandara Ini Juga Punya Skytrain Lho!

tandaseru.id

Beberapa waktu belakangan ini pemberitaan tentang skytrain cukup ramai menghiasi portal-portal berita baik online maupun cetak. Wacana hadirnya transportasi penghubung antar terminal di Bandara Internasional Soekarno-Hatta memang telah digaungkan sejak awal tahun ini. Tepat di bulan Agustus 2017 ini, uji coba pengoperasiannya dilaksanakan. Sedangkan operasional resmi untuk mengangkut penumpang, direncakan pada 17 September 2017 mendatang.

1. Bandara Changi jadi inspirasi pengadaan skytrain di Indonesia

finance.detik.com

Terobosan yang dilakukan PT. Angkasa Pura II ini patut diapresiasi. Konsep skytrain pun diadopsi dari negara tetangga, Singapura, yang telah lebih dulu mengembangkanya. Bandara bisa dibilang sebagai “pintu gerbang” kebanyakan para turis yang berkunjung ke suatu negara. Peran sebuah bandara tentu tidak bisa dikesampingkan, terlebih sebuah bandara internasional. Penampilannya haruslah menarik, terawat, dan juga modern.

Seolah ingin terus berbenah menjadikan image bandara Soetta makin cantik, pengelola mencoba untuk mengembangkan fasilitas agar setara dengan bandara-bandara internasional di negara maju. Salah satu yang paling modern di kawasan Asia Tenggara, bandara Changi di Singapura adalah model yang tepat bagi Indonesia untuk mengembangkan fasilitas yang mempermudah penumpang.

Ya, Singapura telah lebih dulu mengoperasikan skytrain untuk membantu mobilitas penumpang di Bandara Internasional Changi. Skytrain di Bandara Soetta dan Changi sama-sama Automated Guideway Transit (AGT), dimana kereta akan berjalan tanpa awak atau masinis. Di Changi, kereta ini menghubungkan 3 terminal dengan headway (jarak antar kereta) hanya sekitar 1-2 menit saja.

Hal tersebut sama seperti skytrain atau juga disebut Automated People Mover System (APMS) di Bandara Soekarno-Hatta. Kereta layang ini menghubungkan terminal 1, 2, dan 3 Bandara Soetta. Bedanya dengan di Bandara Changi adalah penempatannya. Di Changi, skytrain berada di dalam area penumpang. Jadi, memang khusus diperuntukkan untuk mobilitas penumpang antar terminal. Sedangkan di Soetta, skytrain berada di area publik. Sehingga, memungkinkan pengunjung bandara untuk dapat menikmati fasilitas yang sama dengan penumpang.

 

Untuk tampilan fisiknya, kereta yang digunakan baik di Bandara Changi maupun Soetta relatif sama. Memiliki dua gerbong untuk mengangkut 350 penumpang setiap lima menit sekali.

2. Bandara internasional lain yang juga menggunakan skytrain

www.youtube.com

The Canada Line Skytrain atau sering disebut Vancouver Airport Skytrain, adalah salah satu yang digunakan tak hanya untuk perpindahan terminal, tapi juga transportasi untuk ke pusat kota Vancouver. Untuk menuju bandara YVR kamu tidak akan dikenakan biaya. Namun, wajib membeli tiket jika ingin bepergian dari YVR ke kota Vancouver atau Richmond. Untuk pembelian tiket, pengelola telah menyediakan mesin tiket otomatis di bandara.

Beda lagi kalau di Thailand, di sini disebut dengan BTS Skytrain. Sistem transportasi menuju Bandara Internasional Suvarnabhumi di Bangkok terhubung melalui The Bangkok Airport Rail Link. Kamu akan dengan mudah menuju bandara dengan naik MRT bawah tanah di stasiun Petchaburi dan BTS Skytrain di stasiun Phayathai. Jadi, di Thailand lebih diperuntukan bagi calon penumpang agar lebih mudah menuju bandara.

Bandara Düsseldorf, Jerman adalah salah satu bandara yang menggunakan skytrain sebagai fasilitas bagi penumpang. Kereta yang digunakan masing-masing tersediri atas 2 kabin yang mampu mengangkut hingga 2.000 penumpang. Skytrain di sini dapat mempermudah perpindahan penumpang antar area dan terminal. Kamu tidak diperbolehkan membawa kereta dorong untuk membawa tas saat memasuki skytrain di Düsseldorf International Airport.

 

Terakhir adalah Atlanta Skytrain. Ini adalah satu dari tiga pilihan kereta yang disediakan di Hartsfield-Jackson International Airport, Atlanta, Amerika Serikat. Fasilitas ini menghubungkan penumpang ke penyewaan mobil, 2 hotel dan the Georgia International Convention Center. Skytrain ini adalah layanan gratis dan hanya digunakan di area bandara.

Jadi makin penasaran ‘kan bagaimana rasanya naik kereta tanpa awak pertama di Indonesia? Yuk main-main ke Bandara Internasional Soekarno-Hatta, mulai 17 September 2017 ya untuk cobain Skytrain-nya!

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
48 Patung di Dasar Laut Gili Meno ini Tuai Kontroversi. Ada Apa Sebenarnya?

48 Patung di Dasar Laut Gili Meno ini Tuai Kontroversi. Ada Apa Sebenarnya?

7 Kebiasaan Unik Orang Indonesia yang Bikin Bule Heran dan Gelengin Kepala!

7 Kebiasaan Unik Orang Indonesia yang Bikin Bule Heran dan Gelengin Kepala!

Bangga! Tari Saman Massal di Gayo ini Pecahkan Rekor MURI dengan 12.262 Penari!

Bangga! Tari Saman Massal di Gayo ini Pecahkan Rekor MURI dengan 12.262 Penari!

Inilah Alasan Mengapa Bali Lebih Terkenal Daripada Negara Indonesia Sendiri

Inilah Alasan Mengapa Bali Lebih Terkenal Daripada Negara Indonesia Sendiri

Perburuan Paus Hingga Gunung Lava Dapat Kamu Temui di Pulau Lembata yang Unik

Perburuan Paus Hingga Gunung Lava Dapat Kamu Temui di Pulau Lembata yang Unik

Diduga Masuk Zona Terlarang, Dua Mahasiswa Indonesia Ini Ditahan di Mesir

Diduga Masuk Zona Terlarang, Dua Mahasiswa Indonesia Ini Ditahan di Mesir

loading