Selain Angkringan dan Rindu, Ini Hal-hal yang Bikin Jogja Istimewa Buat Penghuninya

20 Juli 2017
|Chandra W.
339SHARES

Kata Joko Pinurbo, Jogja itu terbuat dari angkringan, pulang, dan rindu. Benar adanya. Angkringan sebagai sumber penyelamat mahasiswa saat kantong kering ada di kota sampai ke pelosok Jogja. Selain murah, penjual angkrigan biasanya sangat ramah. Bisa diajak udud bareng dan mengobrol tentang segala hal, dari yang receh sampai bicara kehidupan. Maklum, pengalaman interaksi mereka jauh di atas kita yang masih bau kencur.

Pulang. Kata ini adalah momok sekaligus surga bagi yang pernah merantau ke Jogja. Paradoks memang, karena ingin pulang ke rumah tapi kota ini juga adalah rumah. Maka 'pulang' ke Jogja adalah hal yang selalu diidamkan oleh anak rantau dari luar Jogja.

Rindu. Adakah yang sanggup menahan rasa ini? Walau hanya sebentar meninggalkan Jogja, rasanya rindu. Rindu keramahannya, rindu orang-orangnya, rindu suasananya, semuanya.

Lalu selain angkringan, pulang, dan rindu, apa hal-hal yang membuat Jogja menjadi sebegitu istimewa?

Event gratis

Akuilah, sebagai kota yang penuh dengan mahasiswa yang uang bulanannya tidak seberapa, event gratis adalah nikmat luar biasa. Di Jogja kamu dapat menjumpai berbagai event gratis karena kota ini selain Kota Pelajar, juga kota seniman. Sebut saja Jazz Mben Senen, di mana kamu bisa nge-jam bersama musisi jazz, penyuka, serta penikmat musik jazz di Bentara Budaya Kotabaru setiap Senin malam. Belum lagi teater yang diselenggarakan rutin di Taman Budaya Yogyakarta, Pasar Kangen, dan Festival Kesenian Yogyakarta. Hanya dengan modal bayar parkir, kamu bisa menikmati pertunjukan kelas atas di kota ini.

Spot-spot indah untuk menikmati sunrise dan sunset.

Lupakanlah mal, kafe, dan segala tempat-tempat yang menguras kantong itu. Mari pergi ke tempat di mana kita bisa menikmati syahdunya matahari terbit dan tenggelam di cakrawala, mengawali dan menutup hari dengan kemegahannya. Jelajahi hutan pinus Imogiri, Kebun Buah Mangunan, hingga pantai-pantai yang ada di Gunungkidul dan Bantul untuk hunting sunrise dan sunset. Apalah artinya perjalanan dua jam, pantat pegal, dan uang bensin 40 ribu kalau imbalannya sunrise dan sunset?

Ini akan terdengar klise, tapi benar, Jogja adalah Indonesia kecil. Keberagaman yang tercipta dari banyaknya orang yang merantau ke kota ini membuatmu punya lebih banyak kesempatan untuk mengenal pribadi orang yang berbeda-beda namun tetap dalam batas toleransi.

Jogja membuatmu lebih manusiawi. Belum lagi keramahtamahan warga aslinya, yang kadang bikin malu sama diri sendiri. Rasanya jadi ingin berguru ke orang Jogja tentang cara menjadi ramah dan menghargai orang lain.

Selain tiga hal tadi, pasti masih banyak sekali hal yang membuat Jogja jadi sangat istimewa bagi orang yang pernah tinggal di sana. Kamu mungkin salah satunya? Jadi, kapan 'pulang' ke Jogja lagi?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
339SHARES