Sedih! Lima Moda Angkutan Jakarta Ini Kini Tinggal Kenangan. Apa Saja ya?

www.mediamaya.net

Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Indonesia memiliki jumlah populasi penduduk yang luar biasa padatnya. Bahkan, sedari dulu, Jakarta telah menjadi tempat pengharapan nasib baik bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Untuk memenuhi kebutuhan penduduk Jakarta yang begitu banyak, pemerintah setempat pun membuat berbagai kebijakan. Salah satunya adalah dengan membangun moda transportasi atau angkutan umum darat guna menunjang mobilisasi penduduk DKI.

Selain itu, pemerintah setempat juga memperbolehkan bagi siapa saja yang memiliki terobosan di bidang perhubungan ini untuk ikut serta menciptakan model moda transportasi yang tentunya secara praktis dapat digunakan oleh penduduk DKI. Namun, meski sempat populer di masanya, moda angkutan tersebut kini hanya tinggal kenangan. Apa saja ya angkutan yang sudah punah di Jakarta? Berikut rangkumannya.

1. Delman

www.youtube.com

Sebelum kendaraan bermotor ada, delman merupakan primadona di masanya. Moda angkutan yang diciptakan oleh seorang insinyur Belanda, Charles Theodore Deeleman pada abad 18 ini mulai merajai ibu kota sejak awal abad ke-19.

“Jalur terpanjang delman kala itu adalah Pasar Ikan-Pasar (Stasiun) Beos-Pasar Mangga Besar-Pasar Tanah Abang-Pasar Palmerah-Pasar Rawa Belong-Pasar Kebayoran Lama-Pasar Lebak Bulus-Pasar Ciputat-Parung-Jampang-Bogor,” tulis Windoro Adi dalam Batavia 1740: Menyisir Jejak Betawi.

Meski menjadi primadona, namun kehadiran kendaraan bermotor seakan-akan menyapu keberadaan delman di ibu kota. Delman hanya sebatas menjadi transportasi di tempat wisata seperti Monas dan tempat wisata lainnya.

2. Trem

www.merdeka.com

Trem adalah moda transportasi yang mirip dengan kereta api dan menjadi primadona sejak zaman Hindia Belanda. Pertama kali, moda transportasi ini hadir di Batavia pada 1869.

“Awalnya trem itu ditarik dengan kuda, makanya dulu disebutnya Trem Kuda. Baru pada 1899 muncul trem uap yang stasiun pengisian uapnya ada di Kramat, Pasar Senen,” ujar penggiat sejarah kereta api dan trem, Adhitya Hatmawan seperti yang dikutip dari Historia.

Sejak tahun 1933, trem uap kemudian digantikan oleh trem listrik. Seusai Indonesia merdeka, peminat trem semakin berkurang dan puncaknya Soekarno menghapus angkutan trem pada tahun 1960. Alasannya adalah untuk mengurangi kemacetan. Sejak saat itu, armada bis PPD (Pengangkutan Penumpang Djakarta) mengambil alih operasi trem dari Batavia Verkeers Maatschappij (BVM) melalui proses nasionalisasi.

3. Oplet

www.merdeka.com

Di erta 1960-an hingga 1970-an, oplet menjadi salah satu moda transportasi paling populer dan paling banyak diminati oleh penduduk Jakarta. Ada beberapa pendapat tentang asal-muasal oplet di Jakarta. Salah satunya adalah berasal dari sebutan mobil yang diproduksi oleh Oppel pada 1932 bernama Opelette.

Selanjutnya, kondisi oplet kian ke sini kian mengenaskan. Puncaknya pada 1980-an, moda transportasi ini pun punah. Dalam Manusia & Keseharian: Burung-Burung di Bundaran HI, Sindhunata menyebut Gubernur DKI Jakarta Tjokropranolo meniadakan Oplet pada September 1980 dan menggantinya dengan Mikrolet.

4. Helicak
www.mobilmotorlama.com

Moda transportasi yang satu ini tergolong unik karena desainnya yang mirip dengan helikopter dan dihadirkan sebagai pengganti becak. Nama helicak pun diambil dari perpaduan helikopter dan becak.

“Pertama kali diluncurkan 24 Maret 1971 untuk mengganti fungsi becak di masa Gubernur Ali Sadikin,” tulis Ensiklopedi Jakarta: Culture & Heritage Volume 1 yang diterbitkan Dinas Kebudayaan dan Permuseuman Pemprov DKI Jakarta.

Pemprov DKI kala itu telah menyediakan 400 unit helicak untuk digunakan. Desain body serta mesin vespa asal Italia menjadi satu dari bagian helicak ini. Pengemudi di belakang kendali, sedangkan penumpangnya berada di depan layaknya posisi pada becak umumnya. Namun ternyata, desain tersebut jugalah yang membuat helicak ditinggalkan oleh para penggunanya. Para pengemudi merasa sering kali kepanasan dan kehujanan. Para penumpang juga rawan terluka karena posisinya yang berada di depan. Hingga pada 1987, helicak dilarang keberadaannya di kawasan DKI Jakarta.

5. Bemo
breakingnews.co.id

Bemo hadir menjelang perhelatan Ganefo (Games of the New Emerging Forces) atau olimpiadenya Bangsa Asia-Afrika. Kehadiran bemo juga sebagai pengganti dari becak yang dihapuskan keberadaannya oleh pemerintah. Sama seperti tujuannya, usai Ganefo berakhir, keberadaan bemo pun mulai tergusur. Terlebih setelah bertambahnya moda transportasi lainnya.

Pada 1995, melalui peremajaan Angkutan Pengganti Bemo, izin operasi dari moda transportasi ini pun dicabut. Perda DKI Nomor 5 tahun 2004 kemudian menegaskan kembali jika bemo bukan lagi termasuk ke dalam transportasi umum resmi. Surat Edaran Dinas Perhubungan DKI Jakarta Nomor 84 tertanggal 6 Juni 2017 dengan tegas menyatakan bahwa bemo dilarang beroperasi lagi di seluruh wilayah ibu kota. Dengan begitu, punah sudah keberadaan bemo di Jakarta.

Itu dia lima moda angkutan umum Jakarta yang kini tinggal kenangan. Dengan berbagai keputuan dan kebijakan yang cukup mengejutkan tersebut bukan tidak mungkin akan ada lagi moda transportasi yang akan menghilang dari wajah ibu kota di masa yang akan datang.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Bantahan Bank Dunia Atas Data Prabowo yang Sebut 99 Persen Orang Indonesia Hidup Pas-Pasan - Keepodotme

Bantahan Bank Dunia Atas Data Prabowo yang Sebut 99 Persen Orang Indonesia Hidup Pas-Pasan - Keepodotme

Jalan Terindah di Indonesia Ini Bisa Bikin Capekmu Hilang Saat Melintasinya

Jalan Terindah di Indonesia Ini Bisa Bikin Capekmu Hilang Saat Melintasinya

Trauma Dapat Order Fiktif, Bang Taksol Cancel Perjalanan Pelanggannya Ke Barat Buat Mencari  Kitab Suci - Keepodotme

Trauma Dapat Order Fiktif, Bang Taksol Cancel Perjalanan Pelanggannya Ke Barat Buat Mencari Kitab Suci - Keepodotme

Fakta dan Mitos Burung Garuda sebagai Lambang Negara, Apakah Benar-Benar Ada?

Fakta dan Mitos Burung Garuda sebagai Lambang Negara, Apakah Benar-Benar Ada?

Peran Politisi Perempuan. - Keepodotme

Peran Politisi Perempuan. - Keepodotme

Bersengketa dengan Presiden Soeharto, Begini Penderitaan Jenderal M. Jasin. Sampai Diseret ke Pengadilan!

Bersengketa dengan Presiden Soeharto, Begini Penderitaan Jenderal M. Jasin. Sampai Diseret ke Pengadilan!

loading