Sebagai Simbol Budaya Betawi, Inilah Filosofi Ondel-ondel yang Belum Banyak Diketahui Orang

07 Juli 2017
|Atik Kencana S.
3.6 KSHARES

Bagi yang sudah familier dengan kebudayaan Betawi pasti sudah tidak asing lagi dengan yang namanya ondel-ondel. Pasalnya, boneka raksasa ini memang sering banget berseliweran di jalanan ibu kota maupun di sebuah pentas kesenian rakyat. Walaupun banyak yang takut dengan boneka raksasa ini, kehadiran ondel-ondel memang menjadi suatu ornamen penting dalam kekayaan budaya Betawi.

Karena kita sudah sekian lama melihat dan memperhatikan gerak-gerik ondel-ondel, rasanya memang belum pas apabila kita tidak mengetahui makna filosofis dari ondel-ondel itu sendiri. Penasaran dengan makna filosofis ondel-ondel tersebut? Yuk, langsung aja kita kepoin bareng YuKepo.

 

Ondel-ondel merupakan salah satu kesenian Betawi yang bentuknya seperti boneka raksasa. Biasanya ondel-ondel ditampilkan dalam pesta rakyat khas Betawi. Ondel-ondel sering direpresentasikan sebagai leluhur yang menjaga anak cucunya (penduduk) di suatu desa atau wilayah.

Boneka Ondel-ondel terbuat dari rangkaian anyaman bambu yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga mudah untuk dipikul dari dalam. Wajahnya memang sengaja di cat merah menyala untuk ondel-ondel pria dan cat putih untuk ondel-ondel wanita. Rambut ondel-ondel ini pun terbuat dari ijuk. 

Penciptaan ondel-ondel dulunya berfungsi sebagai penolak bala. Dengan direpresentasikannya ondel-ondel sebagai nenek moyang, maka ondel-ondel pun diyakini dapat mengusir para roh jahat yang ingin mengganggu ketentraman umat manusia. Makanya gak heran kalau wajah dan bentuk ondel-ondel memang sedikit menyeramkan hingga membuat beberapa orang begitu takut pada boneka raksasa itu. Seiring perkembangan zaman yang semakin modern, fungsi dari ondel-ondel bukan lagi sebagai penolak bala, melainkan sebagai sebuah kesenian rakyat yang menghibur.

Pembuatan ondel-ondel juga tidak bisa sembarangan lho. Pada proses pembuatannya biasanya disertai pula ragam sesajen yang berisi rujakan tujuh rupa, bubur merah putih, bunga tujuh rupa, asap kemenyan, dan lainnya. Begitu pun saat ondel-ondel sudah jadi, harus tetap disediakan kemenyan dan sesajen untuk menghindari roh halus bersemayam di dalam boneka raksasa tersebut.

Perawatan ondel-ondel tidak hanya sampai di situ. Sebelum dikeluarkan untuk berangkat main, ondel-ondel juga membutuhkan beberapa ritual. Salah satunya adalah pembakaran kemenyan yang dilakukan oleh pimpinan rombongan. Ritual ini oleh masyarakat setempat disebut sebagai ‘ngukup’. 

Nah, itulah tadi makna filosofis ondel-ondel yang mungkin selama ini belum kita ketahui. Ada nilai yang tersembunyi dalam setiap tubuh ondel-ondel, yaitu saling menjaga antara satu dengan yang lainnya demi terciptanya suasana yang tentram. Jadi, gak ada alasan lagi untuk takut dengan ondel-ondel, kehadiran mereka malah untuk menjaga kita sebagai anak cucunya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
3.6 KSHARES