Sangat Membanggakan! 5 Orang Indonesia Ini Hampir Bawa Pulang Nobel

21 Oktober 2017
|Galih Wisnu Brata
235SHARES

Kalian tahu dong Nobel Prize? Nobel Prize atau Hadiah Nobel merupakan sebuah penghargaan warisan Alfred Nobel. Afred Nobel dikenal sebagai ilmuwan yang menemukan dinamit. Hadiah Nobel merupakan cara yang ditempuh Alfred Nobel supaya ia dikenang oleh dunia setelah penemuannya disalahgunakan.

Pemberian penghargaan ini telah dilakukan sejak tahun 1901. Penganugerahan hadiah Nobel dilakukan setiap tanggal 10 Desember, yakni hari wafatnya Nobel. Hadiah Nobel dianggap sebagai penghargaan tertinggi di dunia. Penghargaan ini diberikan kepada mereka yang melakukan penelitian yang luar biasa, yang menemukan alat atau teknik baru yang luar biasa, dan yang berkontribusi luar biasa bagi masyarakat. Hadiah Nobel diberikan untuk mereka yang bergelut di bidang fisika, kimia, sastra, perdamaian, dan kedokteran.

Nah, kali ini kita akan membahas orang-orang Indonesia yang hampir membawa penghargaan bergengsi ini. Langsung saja kita simak bersama. Yuk, kepo!

1. Basuki Tjahaja Purnama

Basuki Tjahaja Purnama atau yang lebih akrab disapa Ahok ini pernah diajukan sebagai penerima Hadiah Nobel Perdamaian tahun 2017. Promosi pengajuan tersebut pertama kali dilakukan di website www.ahokfornobel.com. Dalam web tersebut, Ahok didukung untuk dianugerahi Nobel karena dianggap sebagai tokoh politik yang unik, populer, dan bersih. Ahok juga dianggap sebagai tokoh pemberantas korupsi di Jakarta.

Akan tetapi, banyak yang menganggap usulan ini tidak masuk akal karena Ahok terlibat kasus penistaan agama yang menimbulkan perpecahan. Bahkan, ada yang menganggap bahwa usulan tersebut hanyalah hoax.

2. Herman Wainggai

Herman Wainggai adalah seorang aktivis HAM yang terkenal di dunia internasional. Ia berjuang untuk Papua Barat. Herman bersikukuh agar Papua Barat bisa lepas dari Indonesia. Berdasarkan anggapannya, Papua Barat terlalu menderita akibat perlakuan pemerintah Indonesia. Ia membawa perjuangannya tersebut hingga ke dunia internasional. Putra Papua itu bahkan berkoordinasi dengan PBB dan universitas-universitas ternama.

Ia diajukan sebagai penerima Nobel Perdamaian tahun 2016 oleh George Mason University. Pengajuan tersebut dilakukan karena Herman dianggap mempunyai metode perjuangan HAM yang luar biasa dan tanpa kekerasan.

3. Septinus George Saa

Lagi-lagi putra Papua menunjukkan taringnya di dunia internasional. Septinus George Saa atau yang akrab disapa Oge diharapkan bisa membawa pulang hadiah Nobel bidang Fisika. Harapan itu bukanlah sekadar omongan belaka. Pasalnya, Oge pernah memenangi lomba First Step to Nobel Prize in Physics tahun 2004. Ia menyampaikan hasil penelitiannya yang tidak sedikit pun mendapat bantahan dari para juri yang notabene adalah para pakar fisika di dunia. Bahkan, ia membuat rumus yang diberi nama George Saa Formula.

Dari hal itulah, Oge banyak mendapat tawaran beasiswa dari banyak negara. Bisa dikatakan, ia menjadi rebutan dunia. Jadi, tidak menutup kemungkinan jika Oge suatu saat nanti bisa dianugerahi Nobel Fisika.

4. Taruna Ikrar

Seorang dokter asal Indonesia juga pernah diajukan sebagai penerima hadiah Nobel di bidang Kedokteran tahun 2016. Ia adalah Taruna Ikrar. Taruna Ikrar diajukan oleh University of California, Amerika Serikat. Pengajuan tersebut didasarkan pada penemuan-penemuannya yang dianggap luar biasa. Hingga saat ini, total dari penemuannya adalah sebanyak 63 penemuan dengan 3 penemuan yang telah dipatenkan. Penemuannya ini antara lain alat yang mencegah manusia mejadi gila dan alat yang mempercepat proses recovery.

Akan tetapi, ia belum berhasil memboyong Nobel untuk Indonesia. Saat ini, ia bekerja di California sebagai ilmuwan, pengajar, dan dokter. Ia berharap bahwa penemuannya dapat diterapkan di Indonesia.

5. Pramoedya Ananta Toer

Pramoedya Ananta Toer hampir meraih hadiah Nobel bidang Sastra. Pram, begitulah ia dipanggil, bisa dikatakan sebagai sastrawan yang produktif. Ia telah menghasilkan lebih dari 50 karya yang diterjemahkan ke dalam lebih dari 41 bahasa asing. Tidak seperti tokoh sebelumnya yang baru diajukan, Pram disebut-sebut sudah masuk ke dalam daftar nominasi penerima Nobel. Tak hanya sekali Pram dinominasikan sebagai penerima Nobel. Pram dinominasikan karena karyanya yang fenomenal, khususnya tetralogi Bumi Manusia yang ia tulis di balik jeruji.

Namun, tetap saja, Pram belum bisa membawa pulang penghargaan tersebut. Banyak dugaan yang muncul sehingga Pram gagal meraih Nobel. Mulai dari penerjemahan karyanya yang tidak bagus hingga campur tangan tokoh Indonesia yang berpengaruh saat itu.

Nah, itulah lima orang yang hampir membawa pulang penghargaan paling bergensi di dunia. Walaupun demikian, kita patutlah berbangga karena setidaknya mereka telah mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional. Semoga ke depannya ada orang Indonesia yang bisa mendapatkan hadiah Nobel. Mungkin kamu?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Galih Wisnu Brata
"memahami karena menjalani"
235SHARES