Ribut Indonesia Krisis Garam, 7 Fakta Tragis Industri Garam Lokal Ini Bikin Nyesek!

06 Desember 2017
|Romlah Sundari
0SHARES

Beberapa waktu lalu, Indonesia mengalami krisis garam, yaitu keadaan di mana garam menjadi langka dan harga garam melambung hingga hampir 100%. Terang saja kejadian ini mengagetkan dan memicu berbagai gejolak dalam masyarakat mengingat garam meski terkesan sepele namun merupakan salah satu kebutuhan dasar masyarakat Indonesia.

Krisis garam juga menimbulkan pertanyaan di benak masyarakat, bagaimana bisa Indonesia yang merupakan negara maritim dengan garis pantai terpanjang kedua setelah Kanada, mengalami kelangkaan garam? Padahal Kanada sebagai negara dengan garis pantai terpanjang di dunia saja bisa menjadi produsen garam nomor satu? Daripada bingung dan keburu menyalahkan kurangnya perhatian pemerintah, yuk kita telaah dulu fakta-fakta terkait pertambakan garam di Indonesia. Agar nggak cuma mengkritik pemerintah, kita juga bisa turut memikirkan solusi yang tepat bagi permasalahan ini!

1. Meski memiliki garis pantai yang panjang, yaitu 99.093 kilometer, hanya sekitar 26.024 hektar yang dapat dimanfaatkan menjadi tambak garam di Indonesia

2. Jumlah produksi garam nasional hanya mencapai 1,9 juta ton pertahun sedangkan kebutuhan garam nasional bisa mencapai 4,2 juta ton pertahun

3. Sedangkan harga garam cenderung rendah yaitu sekitar Rp 500 – Rp 600 per kg. Harga tertingginya pun hanya Rp 3.500 per kg

5. Krisis garam ditangani oleh pemerintah dengan mengimpor garam yang membuat petambak garam lokal semakin tercekik karena harus bersaing dengan garam impor

6. Padahal terdapat teknologi yang bisa dimanfaatkan oleh petani garam agar tidak terlalu bergantung pada cuaca, seperti teknik prisma yang diterapkan oleh Arifin, petambak garam Lamongan yang dapat produksi garam bahkan saat musim hujan

7. Menjadi petambak garam di Indonesia memang rasanya kurang menguntungkan, karena itu dari tahun 2012 hingga 2016 tercatat sekitar 8.400 petambak garam meninggalkan profesi tersebut dan beralih menjadi buruh kasar

Melihat fakta-fakta petambak garam dalam negeri di atas, rasanya persoalan garam memang menjadi begitu pelik untuk diselesaikan dengan cepat. Terdapat banyak faktor yang menyebabkan krisis garam Indonesia, dan salah satunya adalah faktor cuaca yang tidak dapat diatur oleh siapapun termasuk pemerintah. Meski sebenarnya ada teknologi yang memungkinkan petambak garam agar tidak terlalu bergantung pada cuaca seperti teknik prisma yang dicontohkan oleh Arifin, petambak garam asal Lamongan.

Tentu saja tidak serta merta penggunaan teknologi dapat menjadi solusi jangka panjang. Perlu ada kerjasama yang baik antara pemerintah, petambak garam dan masyarakat untuk dapat mengatasi persoalan krisis garam dalam negeri ini. Jadi, jangan protes saja ya. Yuk kita turut bergerak melakukan yang kita bisa lakukan, meski sesederhana aksi mewartakan fakta-fakta di atas pada orang-orang di sekitar kita agar tidak melulu mengkritik pemerintah tanpa benar-benar paham duduk perkaranya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES