Resmi Maju Jadi Capres, Babak Kedua Pertarungan Jokowi vs Prabowo di Pilpres 2019 Dimulai!

16 April 2018
|Muhammad Sidiq Permadi

Prabowo Subianto resmi menjadi pesaing Joko Widodo pada Pilpres 2019 mendatang usai Partai Gerindra mendeklarasikan dirinya sebagai calon presiden. Kepastian tersebut didapat dalam rapat kerja nasional (rakornas) di Padepokan Garuda Yaksa, Bukit Hambalang, Bogor pada Rabu (11/4/2018) kemarin. Dengan keputusan ini, babak kedua pertarungan Jokowi melawan Prabowo pun siap dimulai. namun, sebelum resmi menjadi pesaing Jokowi, Prabowo terlebih dahulu harus mengantongi tiket untuk maju pada pilpres mendatang mengingat Partai gerindra hanya memiliki 13 persen kursi DPR dari 20 persen kursi yang diwajibkan. Meski begitu, tampaknya tidak akan sulit bagi Gerindra untuk mendapatkan dukungan dari partai lain. 

Keputusan pencalonan Prabowo sebagai calon presiden 2019 seakan mengingatkan masyarakat Indonesia pada pemilu 2014. Pada saat itu, baik Jokowi maupun Prabowo sama-sama menjadi kandidat kuat menggantikan kursi pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Jokowi yang berpasangan dengan Jusuf Kalla akhirnya keluar sebagai pemenang dengan perolehan suara 53,15% berbanding 46,85% untuk pasangan Prabowo-Hatta Rajasa.

Prabowo sendiri sebenarnya terlihat masih ragu-ragu untuk maju sebagai calon presiden pada pilpres 2019 mendatang. Meski begitu, ia mengaku siap melaksanakan tugas dan amanah dari Partai Gerindra.

"Kalau ada yang mengatakan Prabowo galau, Prabowo ragu-ragu, Prabowo pesimis, dan sebagainya, saya tidak perlu menjawab," kata Prabowo dalam pidatonya di rakornas Partai Gerindra kemarin.

"Seandainya Partai Gerindra memerintahkan saya untuk maju dalam pemilihan presiden yang akan datang, saya siap melaksanakan tugas tersebut," imbuhnya.

"Saya menerima keputusan ini sebagai suatu penugasan, suatu amanat, suatu perintah, dan saya menyatakan siap melaksanakannya," tegasnya.

Di lain pihak, Partai Hanura sebagai salah satu partai pengusung Jokowi pada Pilpres 2019 mendatang menyambut baik pencalonan Prabowo Subianto sebagai calon presiden. Menurutnya, dengan Prabowo sebagai pesaing, maka kemenangan Jokowi telah berada dalam genggaman. Sebuah pernyataan yang tampaknya bernada provokatif dan terlalu dini.

"Jika Gerindra sudah mendeklarasikan Prabowo maka saya langsung ucapkan selamat terpilih kembali kepada Jokowi periode 2019-2024!" ujar Ketua DPP Hanura Inas Nasrullah Zubir kepada wartawan, Kamis (12/4/2018).

"Kalau Prabowo saja mudah dikalahkan, gimana yang lain, yang hasil surveinya di bawah Prabowo," tegas Inas.

Sementara itu, Poltracking Indonesia telah merilis hasil survei tentang peta elektoral kandidat calon presiden (capres) di Pilpres 2019, pada 18 Februari 2018 yang lalu. Survei terbuka dengan jumlah responden sebanyak 1.200 orang pada 27 Januari-3 Februari 2018 tersebut menghasilkan sebuah penilaian yang mana Jokowi memiliki elektabilitas 45,4 persen. Sementara elektabilitas Prabowo Subianto adalah 19,8 persen. Artinya, meskipun Prabowo menempati urutan kedua, tetapi jarak dengan Jokowi masih cukup jauh. 

Meski survei mengatakan demikian, namun bukan berarti peluang Prabowo dan kandidat lain tidak ada. Masih ada beberapa bulan ke depan untuk dapat merebut hati masyarakat Indonesia. Siapakah yang akan keluar sebagai pemenang pada pilpres 2019 nanti? Kita tunggu aja ya tahun depan!

 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
SHARES