Pulau Sulawesi Disebut Sebagai Pulau yang Paling Tua di Nusantara, Kenapa Begitu ya?

12 April 2018
|Muhammad Sidiq Permadi
0SHARES

Berdasarkan berbagai teori yang ada, dahulu kala wilayah-wilayah yang ada di dunia ini merupakan satu benua yang menyatu. Berjuta-juta tahun kemudian, satu per satu daratan mulai terpisah akibat faktor alam dan sebagainya hingga pada akhirnya terbentuklah rupa dunia yang seperti sekarang ini. Hal itu secara perlahan memunculkan teka-teki tersendiri perihal awal mula Indonesia.

Namun di balik itu semua, ada sebuah teori mengejutkan yang rasanya sungguh asik untuk dibahas. Fakta tersebut berkaitan dengan sebuah teori yang diucapkan oleh seorang tokoh terkenal bernama Alfred Russel Wallace. Naturalis Inggris tersebut menjelaskan jika Pulau Sulawesi tak pernah menjadi bagian dari daratan di bagian barat Nusantara (Astro-Melayu). Selain itu, ada kemungkinan jika Pulau Sulawesi merupakan wilayah/pulau tertua di Indonesia dilihat dari persebaran faunanya. Seperti apa penjelasannya?

Dalam Kepulauan NusantaraWallace menjelaskan jika fauna di daerah yang berdekatan pada umumnya memiliki banyak kemiripan. Begitu pula dengan yang hidup pada kurun waktu berdekatan dalam wilayah yang sama. Sebaliknya, fauna di daerah yang berjauhan akan memiliki perbedaan signifikan. Begitu pula dengan fauna dalam wilayah yang sama, tapi dalam periode waktu yang berjauhan.

“Perubahan spesies terutama spesies yang umum dan berasal dari satu famili, hanyalah masalah waktu,” kata Wallace.

Meski begitu, Wallace menyatakan jika dalam suatu kurun waktu tertentu bisa saja terjadi perubahan pada bentuk hewan yang ada di suatu daerah.

“Dalam setiap kasus, jumlah individu fauna suatu daerah sampai tahap tertentu dapat menjadi tolok ukur seberapa lama suatu daerah terisolasi dari daerah di sekitarnya,” lanjutnya.

Ia menjelaskan jika fauna seperti gajah, tapir Sumatra dan Borneo, serta badak Sumatra dan Jawa diketahui menghuni beberapa bagian wilayah Asia Selatan. Dengan begitu, sangat dimungkinkan jika Jawa, Sumatra, dan Borneo pernah menjadi bagian dari satu wilayah mengingat hewan-hewan tersebut merupakan hewan darat yang tidak mungkin bermigrasi melewati laut.

Perubahan fisik secara besar-besaran pun dinilai terjadi ketika ada perpecahan serta penurunan daratan dalam skala yang besar. Hal ini berdampak pada punahnya hewan-hewan di pulau tertentu. Bahkan dalam beberapa kasus, hewan tersebut dapat beradaptasi, namun berubah bentuk menjadi spesies yang lain.

Selanjutnya ia menerangkan jika Pulau Jawa memiliki banyak burung. Burung-burung ini tak pernah sekalipun menyeberang ke Sumatra meski hanya dipisahkan oleh selat selebar 15 mil. Dengan begitu, ada indikasi jika Jawa punya lebih banyak burung khas dibanding Sumatra dan Kalimantan. Fakta ini pun akhirnya menunjukkan jika Pulau Jawa lebih dulu terpisah dari Benua Asia.

Sementara itu, pulau di bagian timur Indonesia memiliki kesamaan fauna dengan Benua Australia. Meski begitu, kesamaan tersebut tidak terdapat pada jenis fauna yang ditemukan di bagian tengah Nusantara khususnya Sulawesi dan Maluku. Di Jawa dan Kalimantan selalu ditemukan monyet, kucing hutan, rusa, musang, berang-berang, dan berbagai jenis tupai. Namun, hewan-hewan tersebut tidak ditemukan di Sulawesi dan Maluku karena di sana hanya ada kuskus, babi hutan, dan rusa.

“Kesimpulannya, semua pulau di sebelah timur Jawa dan Borneo (Kalimantan), kecuali Celebes (Sulawesi) merupakan bagian dari Benua Australia atau Pasifik, walaupun beberapa pulau tak pernah menyatu dengan benua itu,” kata Wallace.

Khusus Sulawesi, Wallace menemukan kejanggalan terkait kelompok fauna yang ditemukan di pulau-pulau tetangganya, namun tidak terdapat di sana. Misalnya, genus Ceyx dari famili burung murai, genus Rhipidura dari famili burung pemangsa serangga, dan genus Erythrura dari famili burung kutilang. Ketiga jenis burung tersebut ditemukan di Maluku, Kalimantan, dan Jawa, namun tidak di Pulau Sulawesi.

 “Hilangnya beberapa kelompok burung dan serangga di daerah yang terletak di tengah wilayah persebaran mereka mungkin bukanlah fenomena yang sangat unik, tapi saya yakin bahwa tak ada tempat lain dengan ciri semencolok itu dan tentu menambahkan satu hal lagi ke dalam karakteristik aneh dari pulau luar biasa ini,” tulisnya.

Wallace pun kemudian menarik sebuah kesimpulan jika Pulau Sulawesi tidak pernah menjadi bagian dari daratan di bagian barat Nusantara (Astro-Melayu). Menurutnya, Pulau Sulawesi merupakan sebuah pulau yang berasal dari hasil perluasan Benua Asia di bagian timur pada masa lalu. “Sulawesi menjadi contoh paling mencolok dalam studi mengenai persebaran geografis fauna di dunia,” ujarnya.

Nah, kalau udah begini, menurutmu apakah kamu yakin kalau Pulau Sulawesi benar-benar lebih tua dari Nusantara?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
0SHARES