Perkampungan Kumuh di Sudut Jakarta Ini Sukses Bertransformasi Jadi Kampung Warna-Warni dan Bebas Rokok

12 Oktober 2017
|Atik Kencana S.
Indonesiaku
0SHARES

Polusi udara bukan hanya berasal dari kendaraan bermotor dan juga asap pabrik, namun juga berasal dari hasil pembakaran rokok. Keberadaan asap atau polusi tersebut sangat mengganggu kesehatan masyarakat, apalagi masyarakat perkotaan. Pasalnya, pertumbuhan orang yang merokok atau tingkat polusi udara yang semakin tinggi tak diimbangi dengan pertumbuhan pepohonan untuk menyerap polusi tersebut. Faktor kesehatanlah yang paling utama diserang.

Jakarta secara kota metropolitan menampung sekian banyak orang dengan ragam karakternya yang unik. Sebagai salah satu kota besar di Indonesia, tentunya Jakarta menjadi pusat perhatian bagi semua pihak. Semua orang berjubel di sini, baik untuk tinggal maupun alasan profesi. Tingkat pertumbuhan manusia semakin meningkat, namun pertumbuhan orang-orang yang peduli terhadap lingkungan tidak berbanding lurus.

Meski demikian, ternyata ada sebuah perkampungan di sudut Jakarta yang sangat memerhatikan lingkungan. Perkampungan ini menjadi satu-satunya kampung di Jakarta yang bisa menekan angka perokok dengan sangat efektif. Penasaran kampung mana sih itu? Yuk, kepoin bareng YuKepo!

Kampung Penas Tanggul, Cipinang Selatan, Jakarta Timur ini sudah bertransformasi dari yang awalnya pemukiman kumuh layaknya pemukiman yang ada di bantaran Kali Ciliwung. Dulunya, di perkampungan ini sangat tidak sehat. Jangankan asap rokok, aroma bau yang menyengat juga bisa dirasakan di sini. Maklum, pemukiman bantaran kali memang sangat bau.

Kampung Penas kini sudah menjadi lebih cantik dan lebih sehat. Warga setempat mulai membenahi perkampungan kumuh menjadi pemukiman “layak huni” sejak setahun belakangan. Sudah beberapa bulan Kampung Penas menjadi perkampungan yang bebas dari asap rokok. Para perokok awalnya dilarang untuk “ngebul” di dalam rumah, kemudian perlahan larangan tersebut meluas hingga ke perkampungan secara keseluruhan.

Beberapa alasan melatarbelakangi transformasi perkampungan ini. Alasan yang utama adalah mengenai kesehatan sekitar 500 jiwa yang harus diperhatikan di perkampungan ini. Selain itu, warga juga menginisiasi penataan lingkungan setempat menjadi pemukiman yang lebih sehat dan ramah lingkungan. 

Dilansir dari laman BBC, Joko Sundoko, salah satu inisator kampung yang bebas asap rokok ini merasakan adanya kesulitan untuk mengubah perilaku warganya. Tahapan awal yang dilakukan adalah larangan untuk merokok di dalam dan teras rumah. Hal tersebut disebabkan asap rokok akan tetap mengendap di dalam rumah selama kurang lebih enam jam. Kemudian Joko dan enam orang lainnya menyempurkan aksinya dengan membuat kampung warna-warni tanpa rokok dan mengadakan studi banding ke Kampung Code serta Umbulhardjo di Yogyakarta dengan dibantu oleh FAKTA, salah satu organisasi pemerhati masyarakat kota.

Peraturan ini didukung oleh sebagian besar warga Kampung Penas, namun tentunya juga mendapat penolakan dari para perokok berat. Meski begitu, tentunya sosialisasi tetap akan dilakukan untuk dapat menekan angka perokok dan pencegahan merokok di kalangan remaja, terutama di kampung setempat.

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), Indonesia menempati peringkat ketiga mengenai perokok setelah India dan Tiongkok. Selain itu, Kemenkes juga menyebutkan bahwa angka perokok muda jumlahnya semakin meningkat dari tahun ke tahunnya. Proyeksi tahun 2030 menyebutkan angka kematian akibat rokok di seluruh dunia akan mencapai 10 juta jiwa, sedangkan 70% nya berasal dari negara-negara berkembang. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
0SHARES