Perburuan Paus Hingga Gunung Lava Dapat Kamu Temui di Pulau Lembata yang Unik

13 Agustus 2017
|Romlah Sundari
65SHARES

Keindahan alam Indonesia memang tidak ada duanya. Mulai dari wisata gunung, kawah, air terjun, hingga wisata pantai, semua ada di Indonesia. Keindahan alam ini bahkan berhasil menarik banyak wisatawan ke Indonesia meskipun sebenarnya pariwisata di Indonesia belum dilengkapi fasilitas yang memadai. Terlebih di Indonesia bagian timur yang sebenarnya sangat sulit untuk dijangkau karena sarana transportasi yang sangat minim untuk menuju ke sana. Bagaimanapun, Indonesia bagian timur menyimpan begitu banyak 'surga' yang akan membuatmu enggan pulang saking indahnya. Dan bukan hanya alamnya yang indah, Indonesia timur juga memiliki berbagai kebudayaan dan tradisi yang menarik yang pastinya tidak ingin kamu lewatkan.

Salah satu dari 'surga' yang terletak di Indonesia timur, adalah sebuah pulau kecil di ujung provinsi Nusa Tenggara Timur yang bernama Pulau Lembata. Pulau ini menyimpan berbagai keunikan yang berhasil menarik perhatian dunia.

Penasaran? Inilah 5 keunikan Pulau Lembata!

1. Pulau Siput

Sesuai dengan namanya, Pulau Siput memang dipenuhi dengan siput. Namun keunikan pulau ini bukan hanya karena pulau ini dipenuhi siput, namun juga karena pulau ini hanya muncul saat air laut surut! Ya, pulau yang berada tidak jauh dari bibir pantai Kota Lewoleba ini merupakan pulau yang timbul tenggelam setiap waktu sehingga disarankan bagi yang berwisata ke Pulau Siput ini harus dapat berenang agar mengantisipasi jika tiba-tiba air laut pasang.

Keistimewaan lain dari Pulau Siput adalah bahwa dari pulau ini kita dapat memandangi keseluruhan Pulau Lembata yang indah sekaligus menikmati waktu senja yang sangat indah.

2. Gunung Batu Tara

Gunung Batu Tara adalah gunung batu yang terletak di tengah laut dan mengalami ledakan setiap 20 menit sekali. Dan setiap terjadi ledakan, maka akan keluar aliran lava panas yang masih merah menyala. Karena itu, Gunung Batu Tara jadi salah satu destinasi yang paling diminati di Pulau Lembata, dan rata-rata wisatawan mendatangi gunung di tengah laut ini pada malam hari saat nyala lava terlihat begitu kontras dengan gelapnya langit malam.

3. Pasar Barter Labala

Zaman dulu, perdagangan dilakukan tidak dengan uang, melainkan dengan sistem barter. Masih ingat ‘kan dengan sistem barter? Dimana pembelian dilakukan dengan menukar benda dengan harga yang dianggap setara. Sistem ini sudah lama punah karena barter cenderung merepotkan. Kita jadi harus membawa benda-benda dalam jumlah besar dan itu tidaklah mudah. Karena itu diciptakan uang sebagai alat tukar yang terstandarisasi.

Namun di Pulau Lembata, ternyata masih ada satu pasar yang tetap menggunakan sistem barter dalam transaksinya, yaitu di Pasar Barter Labala. Hanya saja pasar ini hanya ada dan beroperasi setiap hari Rabu dan dimulai pukul sepuluh pagi, ditandai dengan bunyi tiupan peluit mandor penjaga pasar.

4. Perburuan Paus Lamalera

Ketika mendengar perburuan paus, biasanya kita akan bergidik dan menganggap bahwa perburuan paus adalah aktivitas yang sangat eksploitatif dan jahat, mengingat bahwa paus adalah hewan yang hampir punah dan seharusnya dilindungi. Namun jangan mencibir dulu, di Lamalera, perburuan paus adalah bagian dari tradisi yang masih dilestarikan hingga kini. Dan perburuan paus ini juga tidak bersifat eksploitatif karena dilakukan secara tradisional, menggunakan pedang dan tombak alih-alih mesin dan peralatan berat. Selain itu, menurut Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur, perburuan paus ini hanya dilakukan selama setahun sekali dan hanya untuk mencukupi kebutuhan pangan masyarakat Desa Lamalera saja.

5. Prostitusi di Lewoleba

Prostitusi memang ada hampir di setiap kota. Tidak dapat dinafikan, manusia dengan hasrat seksual yang tinggi ada dimana-mana dan mereka membutuhkan prostitusi untuk membantu mereka dalam menyalurkan syahwat. Begitu pula di Lewoleba, Kota terbesar di Pulau Lembata.

Di kota ini, prostitusi menjamur bahkan di pemukiman warga. Awalnya, perempuan yang bekerja sebagai PSK di Lewoleba adalah perempuan-perempuan yang didatangkan dari daerah lain seperti Jawa dan Sumatera. Namun kelamaan, perempuan-perempuan Lembata sendiri mulai terjun ke bisnis ini. Selain itu, sikap memaklumi dan permisif dari masyarakat pun menambah marak usaha prostitusi di Lewoleba.

Nah, gimana? Apakah kamu ingin merasakan dan melihat keunikan-keunikan di Pulau Lembata ini?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
65SHARES