Pasta Gigi Disebut Odol, 9 Nama Merek Ini Sering Dipakai untuk Sebut Benda-benda

21 September 2017
|Romlah Sundari
0SHARES

Pernah nggak mendengar orang menyebut pasta gigi dengan sebutan odol? Atau pompa air dengan sebutan sanyo? Atau yang mungkin lebih umum, membeli sebungkus mie instan dengan merek sedap, tapi bilangnya ingin membeli indomie? Itulah salah satu kebiasaan orang Indonesia yang paling bikin gemas, menyebut nama barang justru dengan nama merek. Kebiasaan gemas ini selain bikin bingung juga membuat kita tampak seperti mangsa yang empuk bagi brand-brand. Coba bayangkan setiap orang ke toko dan mau membeli mie instan, tapi menyebutnya dengan indomie, maka kemungkinan besar penjual pun akan memberikan mie instan dengan merk indomie alih-alih merek lain. Atau semisal kita ke warung dengan maksud hati membeli air mineral, namun menyebutnya dengan Aqua. Maka, barang yang akan sampai ke tangan kita kemungkinan besar adalah Aqua, bukannya Nestle atau Ades.

Lalu, apa saja sih merek-merek yang selama ini namanya kita gunakan untuk menyebut nama benda? Jangan-jangan secara tidak sadar kita telah melakukannya? Ini nih sembilan barang yang sering kita sebut tidak dengan nama barangnya, namun dengan nama mereknya!

1. Makanan ringan

Ngaku deh, kita sering dulu kalau diberi bingkisan ulang tahun berisi makanan ringan, merek apa pun kita sebutnya dengan chiki-chikian. Padahal, Chiki hanyalah satu dari sekian banyak merek makanan ringan yang beredar di pasaran.

2. Pompa air

Kalau tukang sedang membenahi pompa air, seringnya menyebut pompa tersebut dengan sebutan Sanyo. Padahal, bisa jadi pompa tersebut punya merek lain, Shimizu misalnya.

3. Lotion anti nyamuk

Kalau pergi ke daerah yang banyak nyamuk atau serangga, seperti di hutan misalnya, pasti disuruh membawa autan. Kenapa ya harus spesifik membawa autan? Apa kalau membawa lotion anti nyamuk dengan merek soffel haram hukumnya?

4. Obat nyamuk

Masih berurusan dengan nyamuk, obat anti nyamuk meskipun ada banyak nama merek lain, tapi tetap saja nama yang diingat oleh masyarakat adalah merek Baygon. Itulah kenapa kalau kita mau tidur, kita akan sering mendengar kalimat, “Nyalakan dulu baygonnya,” alih-alih, “Nyalakan dulu obat nyamuknya”.

5. Obat luka betadine

Mayoritas masyarakat Indonesia kalau mengalami luka-luka, pasti pertolongan pertama adalah dengan mengoleskan obat luka. Eh, tapi obat luka itu tidak disebut dengan obat luka, tapi justru dengan sebutan Betadine.

6. Pembalut

“bu, beli softexnya ya bu, yang ada sayapnya.”

“oh boleh neng, mau softexnya yang mana? Charm atau Laurier?”

Bingung nggak dengernya?

7. Highlighter

Kalau ibu atau bapak guru meminta kita untuk men-stabilo catatan, harusnya yang kalian lakukan bukanlah menghighlight catatan dengan tinta warna-warni, namun justru menempelkan stabilo ke buku catatan. Karena men-stabilo bukanlah kata kerja yang baik dan benar mengingat bahwa stabilo adalah nama merek dan bendanya sebenarnya bernama highlighter.

8. Bleaching

Kebanyakan orang Indonesia akan bingung ketika ada orang menyebut benda bernama bleaching. Pasalnya, di sini semua pemutih disebut dengan Bayclin, kecuali pemutih rambut yang masih disebut dengan bleaching. Padahal, Bayclin hanyalah salah satu nama merek produk bleaching yang ada di pasaran.

9. Deterjen rinso

Jika kamu meminta ibumu atau ayahmu mengajarkan cara menyuci baju, mereka akan menyebut deterjen dengan sebutan Rinso. Padahal, bisa saja deterjen yang dipakai adalah Daia atau Soklin.

Memang aneh, tapi kebiasaan orang Indonesia inilah yang kadang bikin gemes-gemes lucu. Coba bayangkan bagaimana terkejutnya kita saat diajak ke Indomaret, tapi ternyata bukan indomaret tempat tujuannya melainkan alfamart atau minimarket-minimarket lainnya. Atau bagaimana bingungnya kita saat di daerah tertentu, keliling naik motor disebut dengan keliling naik Honda.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES