Pasangan Kahiyang-Bobby Melangsungkan Prosesi Haroan Boru Minggu Kemarin, Upacara Apa Sih Ini?

21 November 2017
|Muhammad Sidiq Permadi
0SHARES

Akhir-akhir ini, publik disibukkan dengan berbagai tontonan menarik. Selain drama penangkapan Setnov oleh KPK, masyarakat Indonesia juga tengah turut berbahagia lantaran putri dari Presiden Joko Widodo, Kahiyang Ayu telah resmi dipinang oleh pemuda Batak bernama Bobby Nasution.Pesta pernikahan mereka berdua telah dilangsungkan pada tanggal 8 November kemarin di kediaman Kahiyang Ayu yang berada di Solo, sedangkan prosesi ngunduh mantu akan dilaksanakan dari tanggal 19 hingga 25 November mendatang di kediaman Paman Bobby yang terletak di Perumahan Bukit Hijau Regency (BHR) Jalan Setia Budi, Medan. Nilai-nilai adat kentara sekali pada pernikahan dua sejoli, Kahiyang-Bobby. Salah satu upacara yang dipergunakan dalam pernikahan mereka adalah upacara Haroan boru. Seperti apa sih penjelasan dari upacara Haroan boru ini? Penasaran? Yuk, kita kepoin bareng-bareng!

1. Asal-usul upacara Haroan Boru

Upacara Haroan boru disebut juga sebagai upacara Mangupa Haroan boru. Upacara ini berasal dari wilayah Tapanuli Selatan, Sumatra Utara. Upacara ini merupakan serangkaian upacara adat dalam pesta perkawinan yang memiliki tujuan untuk mengembalikan “tondi” ke badan dan memohon berkah dari Tuhan Yang Maha Esa agar keluarga selalu diberikan keselamatan, kesehatan, serta kemurahan rezeki di dalam kehidupannya. Menurut kepercayaan Batak tradisional, makna dari kata “tondi” ini adalah inti atau pokok dari kehidupan dan jati diri manusia. Tondi merupakan roh yang mengikat nafas kehidupan manusia, yang memberikan kekuatan pada jiwa dan kepribadian, yang menentukan nasib, dan yang memberikan arah serta petunjuk dalam kehidupan seseorang. Untuk dapat memanggil “tondi”, manusia harus melakukan beberapa cara/ritual, yakni dengan menghidangkan seperangkat “pangupa” dan nasihat “pangupa” yang disusun secara sistematis serta dilakukan oleh beberapa pihak yang terdiri atas orang tua, raja-raja, dan pihak-pihak adat lainnya yang terkait. 

2. Waktu dan tempat pelaksanaan

Upacara Haroan boru atau Mangupa Patobang Anak dilakukan di rumah sang mempelai pria atau horja, yakni tempat dilaksanakannya acara adat pernikahan sebelum tengah hari. 

3. Pemimpin dan peserta upacara

Biasanya upacara ini dipimpin oleh Raja Panusunan Bulung, yakni seseorang yang diangkat sebagai pemimpin adat di sana. Untuk dapat melangsungkan upacara adat ini, setidaknya dibutuhkan tiga struktur adat. Pertama adalah kahanggi atau yang di dalam budaya Toba disebut dengan “Dongan Tubu” atau “Dubungan Sabutuha”, yakni pihak atau kelompok keluarga. Kedua adalah Anak Boru, yakni pihak yang mengambil istri dari pihak pertama. Ketiga adalah Mora yang dalam budaya Toba disebut dengan “Hula-hula”, yakni pihak yang memberikan istri pada pihak pertama. Sementara itu, peserta utama dalam upacara ini adalah pasangan mempelai. 

4. Tata cara pelaksanaan

Tata cara dalam pelaksanaan upacara ini adalah sebagai berikut.

A. Upacara dibuka oleh “Orang Kaya”

“Orang Kaya” di sini bukanlah orang yang memiliki banyak harta seperti definisi pada umumnya. Orang Kaya di sini adalah seseorang yang bertugas sebagai pembawa acara, atau yang lebih umum dikenal dengan sebutan MC.

B. Hata Pangupa dari Suhut Sihabolanan, Kahanggi, Anak Boru, dan Pisang Rahut dari pihak ibu-ibu

Definisi dari hata pangupa adalah maksud inti diadakannya upacara tersebut. Tentunya, ketika menyampaikan hata pangupa ini, ibu-ibu akan meneteskan air mata bahagia karena melihat anak laki-lakinya yang sebentar lagi akan menjadi seorang suami.

C. Hata Pangupa dari Suhut Sihabolanan, Kahanggi, Anak Boru, dan Hatobangun dari pihak bapak-bapak

Hampir sama intinya dengan poin kedua.

D. Hata Pangupa dari Harajaoan

Kelompok Harajoan ini terdiri atas Raja Tording Balok, Raja Pamusuk, serta Raja Panusunan Bulung. Pada intinya, kelompok Harajoan bertugas sebagai “notulen” dari Hata Pangupa yang telah diuraikan oleh pihak ibu-ibu dan bapak-bapak sebelumnya.

E. Penutup, kedua mempelai masing-masing mencicipi hidangan Pangupa serta memberikan Hata Pangupa

Kedua pengantin diharuskan untuk memakan telur yang ada, mulai dari putih telur dan bagian kuningnya yang kemudian dilanjutkan dengan mengambil sedikit garam dan nasi. Setelah mencicipi hidangan Pangupa, kedua mempelai pun memberikan Hata Pangupa yang isinya berupa jawaban atas Hata Pangupa yang telah diucapkan oleh berbagai kalangan sebelumnya.

5. Tiga nilai yang terkandung dalam upacara Mangupa atau Haroan Boru

Selain berfungsi sebagai paulak tondi tu badan (memanggil “tondi” ke badan), upacara adat yang satu ini juga mengandung berbagai nilai luhur, yakni nilai kerukunan berumah tangga, spiritual, dan sosial.

A. Nilai Kerukunan berumah tangga

Nilai ini terkandung dalam Hata Pangupa yang berisikan berbagai macam nasihat dalam mengarungi dunia pernikahan. Petikan nasihat utama dalam hal menjaga kerukunan berumah tangga terkandung dalam Surat Tumbaga Holing yang disampaikan oleh Raja Adat.

B. Nilai Spiritual

Nilai spiritual dalam upacara ini tercermin dalam segala harapan dan doa yang disampaikan di sepanjang acara.

C. Nilai Sosial

Nilai Sosial tercermin pada berbagai petuah dan nasihat yang disampaikan oleh berbagai kalangan yang akan menjadi petunjuk hidup ketika terjun langsung dalam kehidupan bermasyarakat. 

Itu dia sedikit penjelasan mengenai upacara Haroan Boru yang bakal dilakukan oleh pasangan pengantin, Kahiyang-Bobby. Begitu dalam makna yang terkandung di dalam upacara ini. Tak hanya upacara ini, namun juga berbagai upacara adat di berbagai wilayah yang memang mengandung banyak sekali nilai serta makna yang tentunya baik untuk kehidupan kita selanjutnya. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
0SHARES