Nggak Cuma di Luar Negeri, "Festival Seks" Ternyata Juga Ada di Gunung Kemukus!

kaltim.tribunnews.com

Beberapa waktu lalu, dunia sempat dihebohkan dengan berita mengenai festival seks Flamefest di Inggris. Festival seks ini menjadi bahan pemberitaan karena telah ditemukan seorang pria meninggal dalam acara festival seks tahunan tersebut. Berita ini pula membuka mata dunia mengenai adanya festival seks semacam ini di Inggris. Memang ini baru kali kedua diadakannya festival Flamefest tersebut, namun acara seks massal seperti ini ternyata telah ada di berbagai belahan bumi.

Termasuk juga Indonesia, ternyata memiliki acara seks massalnya sendiri. Meski di Indonesia seks massal ini dibungkus dengan kemasan ritual, namun secara esensi tetap merupakan seks massal yang memiliki nilai budaya. Memang keberadaan "festival seks" ini menjadi kontroversi di Indonesia, namun tidak ada salahnya bagi kita untuk memahami apa yang sebenarnya terjadi di Gunung Kemukus, tempat di mana acara seks massal ini berlangsung. Yuk, kita simak fakta-fakta tentang Gunung Kemukus dan ritual seksnya yang perlu kita ketahui!

1. Gunung Kemukus telah ramai dengan ritual seksnya sejak abad ke-16

news.okezone.com

Ya, ritual seks telah lama dilakukan di Gunung Kemukus. Ritual ini menjadi bagian dari kebudayaan Jawa yang hingga kini masih dilaksanakan. Para "peziarah" yang melakukan ritual seks di Gunung Kemukus ini mengaku melakukannya demi mendapatkan kekayaan. Untuk melaksanakan ritual ini, mereka harus berhubungan badan dengan seseorang yang tidak dikenalnya selama tujuh hari berturut-turut di Gunung Kemukus. Ritual ini harus dilakukan 35 hari sekali demi mendapatkan hasil yang maksimal. Dengan kata lain, setiap 35 hari sekali, para "peziarah" yang datang dari berbagai daerah di Indonesia akan memadati Gunung Kemukus.

2. Terdapat legenda di balik ritual seks Gunung Kemukus

www.pri.org

Kepercayaan mengenai hubungan seks yang mendatangkan rezeki di Gunung Kemukus ini berawal dari sebuah legenda. Konon katanya, ada seorang pria yang selingkuh dengan ibu tirinya. Mereka bertemu di Gunung Kemukus untuk memadu kasih dan menuntaskan hasrat asmara mereka. Nahas, mereka ditangkap saat tengah melakukan hubungan badan dan sebagai hukumannya, dua sejoli ini dibunuh dan dikuburkan di Gunung Kemukus. Oleh karena itu, dipercaya siapa pun yang menyelesaikan ritual hubungan badan di atas Gunung Kemukus akan mendapatkan berkah dan kekayaan.

3. Ritual seks di Gunung Kemukus kini sudah mengalami beberapa perubahan

www.mirror.co.uk

Ritual yang sudah ada sejak abad ke-16 ini tentu sudah mengalami berbagai perubahan pada praktiknya. Dulu, para "peziarah" akan bertemu dengan orang asing di Gunung Kemukus dan melakukan hubungan badan di alam. Kini telah dibangun berbagai penginapan dan karaoke di Gunung Kemukus untuk melaksanakan ritual unik ini. Selain itu, penutupan lokalisasi Dolly juga membuat Gunung Kemukus menjadi sasaran para PSK Dolly. Kini Gunung Kemukus dipenuhi dengan praktik prostitusi alih-alih tempat ritual semata.

4. Ritual seks ini dianggap memiliki nilai budaya yang lebih kompleks
www.cairnspost.com.au

Tentu saja berada di tengah-tengah masyarakat Indonesia yang menganut budaya ketimuran dan menganggap hubungan seks di luar ikatan pernikahan merupakan perbuatan tabu dan asusila, praktik ritual seks Gunung Kemukus menuai banyak protes dari masyarakat dan pemerintah. Akan tetapi, masyarakat setempat justru melihatnya sebagai aktivitas kebudayaan alih-alih perbuatan asusila. Mereka melihat ritual seks ini sebagai bagian dari kebudayaan Jawa yang kompleks dan merupakan praktik budaya yang tidak semestinya dilarang oleh pemerintah.

5. Meski merupakan produk budaya, namun ritual seks Gunung Kemukus ini membawa bahaya tersendiri
says.com

Tidak dapat dinafikkan, ritual seks di Gunung Kemukus, apalagi setelah bercampur dengan praktik prostitusi, memiliki bahaya tersendiri bagi kesehatan masyarakat Indonesia. Praktik seks massal ini sangat berisiko menyebarkan berbagai penyakit menular seksual dan bahkan HIV. Tidak heran jika kini di Gunung Kemukus telah berdiri sebuah klinik reproduksi. Menurut dokter penjaga klinik ini, mayoritas PSK yang berada di Gunung Kemukus mengidap penyakit menular seksual. Mereka yang menggunakan "jasa" PSK tanpa menggunakan kondom dapat tertular dan menularkan kembali penyakit seksual sehingga praktik prostitusi di Gunung Kemukus memang menjadi ancaman bagi kesehatan masyarakat yang lebih luas.

Adanya ritual seks Gunung Kemukus ini membuat kita bertanya-tanya kembali, apakah kita memang harus selalu melestarikan kebudayaan atau adakah standard penilaian tertentu untuk budaya yang harus kita lestarikan atau tinggalkan? Pada kenyataannya, pihak berwenang masih berdebat mengenai bagaimana mereka harus menindak ritual seks di Gunung Kemukus. Hmm, bagaimana menurutmu?

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Foto-foto Ini Membuktikan Kehebatan Kereta Indonesia Dulu, Tapi Sekarang Kok Belum Secanggih Jepang?

Foto-foto Ini Membuktikan Kehebatan Kereta Indonesia Dulu, Tapi Sekarang Kok Belum Secanggih Jepang?

Heboh Kontrak Freeport Diperpanjang, Kira-kira Gambaran Kerusakan Alam Papua Ini Berubah Nggak, Ya?

Heboh Kontrak Freeport Diperpanjang, Kira-kira Gambaran Kerusakan Alam Papua Ini Berubah Nggak, Ya?

Johny Indo, Robin Hood Indonesia yang Kabur dari Nusakambangan Kini Menjadi Juru Dakwah

Johny Indo, Robin Hood Indonesia yang Kabur dari Nusakambangan Kini Menjadi Juru Dakwah

Jauh Sebelum Jack Ma, Tokoh Asing Ini Sudah Lebih Dulu Menjadi Penasihat Indonesia

Jauh Sebelum Jack Ma, Tokoh Asing Ini Sudah Lebih Dulu Menjadi Penasihat Indonesia

Pesawat Sukhoi Akan Dibarter dengan Kerupuk, Inilah Bukti Hqq Kesaktian Pemerintah Indonesia

Pesawat Sukhoi Akan Dibarter dengan Kerupuk, Inilah Bukti Hqq Kesaktian Pemerintah Indonesia

Kabupaten Pamekasan, Sentra Pengemis yang Tersebar Hampir ke Seluruh Indonesia

Kabupaten Pamekasan, Sentra Pengemis yang Tersebar Hampir ke Seluruh Indonesia

loading