Ngeri! Inilah John Kei, Narapidana yang Paling Disegani di Nusakambangan! Kenapa ya?

19 November 2017
|Meidiana
0SHARES

Beberapa waktu yang lalu, berita tidak enak datang dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Permisan, Pulau Nusakambangan, Cilacap. Pada hari Selasa pagi, 7 November 2017, terjadi kerusuhan antar narapidana yang mengakibatkan 1 korban tewas dan 3 luka-luka. Kejadian tersebut lantas menjadi sorotan karena kerusuhan ditengarai turut melibatkan seorang narapidana yang kejahatannya berhasil membuat ramai publik 5 tahun yang lalu. Ya, dia adalah John Kei. Seperti apakah sih sosok John Kei ini? Dicuplik dari berbagai sumber, berikut mengenai sosok seorang John Kei.

John Kei adalah tokoh yang sangat terkenal di dunia preman, terutama di Jakarta. Namanya semakin terkenal setelah John dan anggota kelompoknya terbukti menjadi tersangka kasus pembunuhan pada tahun 2012 lalu. John adalah seorang pria yang berasal dari Tual, Pulau Kei, Provinsi Maluku Tenggara. Pria yang bernama lengkap John Efra Kei ini pernah mengaku bahwa sejak kecil, dirinya sudah suka berkelahi hingga akhirnya dikeluarkan dari SLTA-nya karena kebiasaannya itu. Di usianya yang waktu itu masih 17 tahun, John pun lalu memutuskan pergi ke Surabaya, sebelum akhirnya merantau ke Jakarta pada tahun 1990.

Perjalanannya ke Jakarta waktu itu tidaklah mudah. Untuk dapat membeli makanan, John bahkan sampai menjual pakaiannya. Di Jakarta, John pun merintis kariernya sebagai penagih hutang yang kemudian jaringannya berkembang dengan sangat luas. Pada tahun 2000, John pun lalu mendirikan organisasi Angkatan Muda Kei (AMKEI) yang kemudian menjadi kelompok tiga besar terkuat di ibu kota dalam bisnis jasa penagihan hutang dan jasa pengamanan, bersama kelompok Basri Sangaji dan Hercules.

Oleh karena perebutan pengaruh, kelompok John dan kelompok lain pun sering bentrok hingga menimbulkan korban tewas, termasuk salah satunya adalah kakak kandung John, Walterus Refra Kei. John sendiri juga sering terlibat dalam berbagai kasus kriminal. Nama dirinya dan kelompoknya terus terlibat dalam berbagai aksi bentrok, baik bentrok antar kelompok maupun dengan para klien yang tidak menepati janji dalam membayar hutang.

Polisi ibu kota terus dibuat kewalahan dengan berbagai aksinya tersebut sampai pada akhirnya John pun ditangkap dan didakwa sebagai dalang di balik pembunuhan yang dilakukan anak buahnya terhadap Tan Harry Tantono (Ayung) pada tahun 2012 lalu. Direktur Sanex Steel Mandiri tersebut dibunuh lantaran ingkar janji dalam membayar jasa penagihan hutang yang telah menunggak hingga Rp 600 juta. John Kei pun divonis hukuman 12 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta pada tanggal 27 Desember 2012 dan kemudian bertambah menjadi 16 tahun melalui putusan kasasi Mahkamah Agung.

Sejahat-jahatnya manusia pasti memiliki sisi baik, begitu juga dengan John. Di sisi lain,  dia adalah sosok yang dermawan. John disebut pernah membangun gereja dan rumah pastor di kampung halamannya dan juga terlibat dalam proses pembangunan 20 rumah warga Pulau Kei yang beratap jerami. Selain itu, pria kelahiran 10 September 1969 tersebut juga pernah membantu Umar kei,  keponakannya, dengan memberi lampu-lampu taman di halaman sebuah masjid. Sejak divonis hukuman penjara akibat kasus pembunuhannya,  sampai saat ini  John pun masih menjalani masa hukumannya di Lapas Nusakambangan.

Hidup John Kei yang dulunya keras dan sulit mungkin menjadi salah satu alasan dirinya menjadi orang yang jahat. Kita tahu bahwa masa lalu memang sangat memengaruhi pembentukan watak dan pribadi seseorang ke depannya. Terlepas dari semua itu, semoga John Kei dapat menjalani masa hukumannya sampai selesai. Semoga keluarga dan semua pihak yang pernah dilukainya juga diberi kelapangan dalam menghadapi segalanya.  


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Meidiana
"Bahagia bersama senandika."
0SHARES