Miris! Pencabut Bunga Edelweis Malah Akan Dijadikan Duta Pelestarian Edelweis

25 Juli 2017
|Chandra W.
0SHARES

Setiap hari, ada aja hal yang bikin kita sebagai orang Indonesia geleng-geleng kepala. Nenek menikah sama remaja, gadis muda menikah sama kakek-kakek, sampai anak ketinggalan di taksi online. Seakan nggak cukup, Minggu (23/7) lalu ada kabar lima pendaki Gunung Rinjani memetik bunga edelweiss dan mengunggah fotonya di Facebook.

Itu belum apa-apa. Kabarnya lagi, lima pendaki ini akan dijadikan Duta Pelestarian Edelweis. Lho, nggak salah? Kenapa nggak segera dipidanakan ya?

Caption foto yang diunggah di Facebook oleh salah satu pelaku yang berinisial VS adalah sebagai berikut, "Edelweis yang dilarang untuk dipetik, tapi dicabut sampai akarnya, kayak kita brooooh," Sudah salah, bangga lagi. Pecinta alam pasti nggak terima banget nih ketika melihat ada orang-orang berperilaku seperti ini.

Apalagi bukannya segera ditahan atau dipidanakan karena melanggar Undang-Undang No 41 tahun 1999 pasal 50 ayat 3 huruf (m), mereka malah akan dijadikan Duta Pelestarian Edelweiss. Dalam pasal tersebut tertulis "Membawa, mengeluarkan, dan mengangkut tumbuh-tumbuhan dan satwa liar yang tidak dilindungi undang-undang yang berasal dari dalam kawasan tanpa izin pejabat,".

Mestinya kelima pendaki itu mendapat sanksi pidana berupa kurungan minimal satu tahun dan maksimal lima tahun atau denda hingga 100 juta rupiah. Namun hingga saat ini baru sanksi berupa larangan mendaki yang dijatuhkan pada mereka. Itupun entah bagaimana ditegakkannya, sebab kelima pendaki ini pun belum jelas identitasnya. Agus Budi Santosa, Kepala Taman Nasional Gunung Rinjani adalah orang di balik rencana Duta Pelestarian Edelweis.

Menurut Agus, cara ini akan lebih efektif ketimbang menghukum. Namun tentu saja para pendaki yang mencabut bunga abadi itu harus melalui beberapa tahap sebelum menjadi duta. Lagi-lagi, tahapan yang dimaksud juga belum jelas. Apakah mereka harus membayar denda atau dikurung, tak ada penjelasan lebih lanjut.

Agus menjelaskan bahwa saat ini ada teknologi budidaya Edelweis. Tugas Duta Pelestarian Edelweis nantinya adalah mengampanyekan pentingnya budidaya itu. Agus menganggap ini akan menjadi sanksi sosial dan berangkat dari logika mengubah yang tak peduli jadi peduli.

Sepintas tidak ada yang salah dengan pernyataan Agus. Namun, kalau kita melihat ke masa lalu, ini bukan pertama kalinya Indonesia menjadikan pelaku pelanggaran sebagai duta. Sebut saja Zaskia Gotik menghina Pancasila lalu jadi Duta Pancasila dan Sonya Depari yang anak jenderal bersikap kasar jadi Duta Anti Narkoba. Lalu sekarang pelaku perusakan alam karena menyabut bunga Edelweis malah juga akan dijadikan Duta Pelestarian Edelweis.

Sebagian netizen jadi berasumsi kalau mau jadi duta di Indonesia itu gampang, langgar aja norma yang ada. Menurut kamu sendiri gimana? Apakah ini merupakan langkah yang tepat atau sebenarnya hal itu merupakan sebuah bentuk cacat pikir?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Chandra W.
"Sebaik-baik tulisan adalah yang dibaca sampai akhir."
0SHARES