Mie Instan Sebungkus 15.000 Rupiah, Harga Barang-barang di Papua Emang Bikin Miskin Mendadak!

12 September 2017
|Romlah Sundari
0SHARES

Kehidupan masyarakat Papua memang sering kali lepas dari sorotan media. Meskipun pulau yang satu ini memiliki berbagai keistimewaan seperti alamnya yang indah dan kebudayaannya yang kaya, namun kebanyakan orang hanya mengenalnya sebagai pulau di mana tambang Freeport berada. Padahal, ada banyak fakta menarik dan unik lainnya dari Papua. Dari sekian banyak fakta yang diketahui orang mengenai Papua, salah satu fakta yang sering disebutkan adalah bahwa harga berbagai barang di Papua menjulang tinggi dan tidak masuk akal. Ya, harga barang sehari-hari di Papua memang banyak yang bagi kita terasa tidak masuk akal, mulai dari semen yang katanya harga satu saknya mencapai 1 juta rupiah hingga nasi padang yang sepiring saja bisa mencapai 80.000 rupiah.

Namun, sebenarnya harga ini masuk akal jika kita mengingat bahwa transportasi ke Papua memang sangatlah mahal. Biaya pesawat untuk mengangkut berbagai bahan kebutuhan sehari-hari ke berbagai wilayah di Papua yang susah terjamah seperti di daerah Puncak Jaya saja dapat mencapai 40-50 juta sekali angkut. Oleh karena itu, wajar saja jika harga bahan-bahan tersebut di perbatasan jadi menjulang tinggi. Penasaran barang sehari-hari apa saja di Papua yang harganya bikin miskin mendadak? Simak daftar berikut, ya!

1. Bensin

Harga BBM memang sangat tinggi di Papua. Jika biasanya di Pulau Jawa harga satu liter bensin berkisar antara 5.000 sampai 8.000 rupiah. Hal ini berbeda jauh dengan harga bensin di Papua yang bisa mencapai angka 100.000 per liternya. Beruntung, kini pemerintah telah menetapkan kebijakan "Satu Harga BBM" yang bertujuan untuk menyamaratakan harga BBM di Papua dengan di wilayah lain.

2. Semen

Seperti kabar yang banyak beredar, harga semen di Papua memang sangat tinggi. Dulu, satu sak semen dapat mencapai harga 2 juta rupiah di Papua. Kini, memang harga semen sudah berangsur turun hingga menjadi 500 ribu rupiah per sak, namun tetap saja harga ini masih sangat jauh dari harga semen di Pulau Jawa yang hanya berkisar 60 ribu rupiah per sak.

3. Telur

Salah satu imbas dari harga BBM yang tinggi adalah harga bahan sembako yang juga menjulang tinggi. Salah satunya adalah telur. Jika biasanya telur dipatok dengah harga antara 17.000 hingga 20.000 rupiah, di Papua harga telur per kilogram dapat mencapai 50.000 sampai 70.000 rupiah. Selain karena harga BBM yang membuat transportasi bahan pangan begitu mahal, tingginya harga telur juga diakibatkan permintaan dan penawaran yang tidak seimbang.

4. Air mineral

Sama seperti telur, harga air mineral botolan yang berukuran 600 mililiter biasanya dijual antara 2000 hingga 5000 rupiah. Namun di Papua, harga air mineral botolan dapat mencapai 50.000 per botol. Hal ini juga merupakan dampak dari sulit dan mahalnya transportasi di Papua.

5. Gas elpiji

Gas Elpiji bagi masyarakat di Pulau Jawa saja sudah dianggap cukup mahal. Banyak masyarakat yang mengeluhkan harga gas yang terus naik dan ketersediaan gas yang semakin sulit untuk didapatkan. Lalu, bagaimana dengan di Papua jika di Jawa saja gas elpiji sudah dianggap cukup mahal? Ternyata di Papua, harga satu tabung gas elpiji berukuran 12 kilogram dapat mencapai angka 400 hingga 500 ribu rupiah. Tentu saja tabung gas elpiji pun menjadi barang yang sangat langka.

6. Makanan jadi

Melihat harga bahan pangan di atas, maka menjadi wajar jika harga makanan yang dijual di warung makan di Papua jadi sangat mahal. Sepiring nasi pecel bisa mencapai 70 ribu rupiah dan di wilayah tertentu, semangkuk bakso saja bisa sampai 75 ribu rupiah. Maka, wajar saja jika orang-orang yang berlibur ke Papua bisa miskin seketika. Bagaimana tidak, untuk makan sehari tiga kali saja harus menghabiskan biaya setidaknya 150 ribu hingga 200 ribu rupiah!

7. Mie instan

Mie instan biasanya menjadi penyelamat anak kos di akhir bulan yang dompetnya sudah menipis, tapi tetap membutuhkan makanan untuk menyambung hidup. Namun, bagaimana jadinya jika mie instan saja dipatok dengan harga 15 ribu per bungkusnya? Ya, di Papua, harga satu bungkus mie instan yang biasanya dijual hanya 2 ribu rupiah bisa mencapai 15 ribu rupiah. Coba bayangkan berapa harga satu porsi indomie-telor (intel) di sana jika mie instan saja harganya 15 ribu rupiah per bungkus dan telur mencapai 4.500 per butir? Duh, jangan jadi anak kos di Papua, deh!

Harga di Papua memang mahal dan tidak masuk akal, namun jangan serta merta menganggap kehidupan di Papua sungguh buruk. Karena masyarakat Papua nyatanya diberkahi dengan kondisi alam yang begitu subur dan pemandangan yang begitu indah. Tingginya harga di Papua menjadi pengingat bagi pemerintah untuk segera membenahi infrastruktur di Papua demi mempermudah transportasi dan menekan biaya logistik.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES