Menteri Termiskin di Indonesia Ini Menjadi Kesayangan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto

26 Oktober 2017
|Atik Kencana S.
Indonesiaku
0SHARES

Ketika seseorang menduduki jabatan strategis dalam kursi pemerintahan, maka tidak heran jika ia mendapatkan berbagai fasilitas enak dari negara. Fasilitas-fasilitas tersebut tentunya demi menunjang kinerja. Seperti contohnya, seorang menteri tentunya diberikan fasilitas mobil dan rumah dinas dari negara dan juga berbagai macam tunjangan, seperti tunjangan komunikasi dan lainnya. Hal itu wajar sajalah. Namanya juga mengabdi pada negara, pundi-pundi dan fasilitas yang negara berikan sudah pasti di atas kata lumayan. Ya gak sih?

Namun nyatanya, ada seorang menteri yang menjabat pada zaman pemerintahan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto yang tetap hidup di bawah kategori mewah. Jangankan untuk bermewah-mewahan dengan menggunakan jam tangan emas atau cincin batu akik yang jutaan. Atap rumahnya saja selalu bocor, kebayang dong gimana kalau musim hujan tiba? Bisa-bisa banjir seisi rumah. Siapa sih beliau? Yuk, kepoin bareng YuKepo!

Menteri tersebut adalah Ir. Sutami yang pernah menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum pada masa pemerintahan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto. Walaupun menjabat selama 14 tahun lamanya, namun hidupnya sangat jauh dari kata kaya, apalagi mewah. Justru yang terjadi adalah sebaliknya. Berbeda 180 derajat dengan para menteri yang menjabat di era sekarang ini.

Ir. Sutami bisa dikatakan sebagai menteri termiskin yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Jangankan untuk memiliki rumah gedongan yang berisikan barang-barang mewah,  rumah yang beliau huni saja dibeli dengan cara mencicil di kawasan Imam Bonjol, Jakarta Pusat. Bahkan, atap rumahnya itu selalu bocor. Belum lagi ditambah dengan banyaknya kerusakan fisik yang bisa ditemukan di rumah tersebut. Malang sekali.

Meski hidup sederhana dan cenderung prihatin, pria yang lahir pada 19 Oktober 1928 ini merupakan menteri kesayangan Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto. Lulusan Sekolah Teknik Bandung (ITB) ini menjadi salah satu tokoh penting pembangunan megaproyek di Indonesia. Salah satunya adalah Jembatan Semanggi yang digagasnya pada tahun 1961. Selain itu, ada pula Jembatan Musi dan Gedung Conefo DPR yang diarsitekinya, serta lain sebagainya.

Di masa Orde Baru, Ir. Sutami menjadi sosok di balik suksesnya transmigrasi dari Pulau Jawa ke beberapa titik yang ada di Pulau Sumatera. Program transmigrasi tersebut dilakukannya dengan sangat mulus. Ia memindahkan penduduk dari Pulau Jawa dengan menggunakan pesawat supaya lebih cepat.

Selama masa hidupnya, Ir. Sutami telah dilantik sebanyak delapan kali sebagai seorang menteri di tiga kabinet yang berbeda. Gak heran berkat jasa-jasanya, ia diberikan berbagai macam penghargaan sebagai tanda jasa, seperti Penghargaan Satya Lencana Pembangunan (1962), Bintang Grang (1970), Piagam Anugerah (1971), dan Bintang Mahaputera Adipradana (1973). 

Nah, itulah tadi mengenai kisah Ir. Sutami, menteri paling miskin yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Dengan segala keterbatasannya, ia tetap berhasil menorehkan prestasi untuk Indonesia. Kemiskinan menjadikannya sosok yang giat berjuang untuk kemajuan Indonesia, bukan untuk kemewahan dompet pribadi. Salut.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
0SHARES