Mengupas Khasiat Param, Warisan Nusantara Rahasia Kebugaran Putri Keraton

19 Juli 2017
|Faizah Pratama

Bagi generasi muda zaman sekarang, mungkin ada yang tidak mengenal apa itu param. Namun, generasi nenek atau ibu kita masih akrab dengan ramuan tradisional ini. Masih menjadi bagian dari obat tradisional, param merupakan obat yang diaplikasikan untuk pemakaian luar.

Dahulu param populer dikenakan oleh ibu yang baru melahirkan dan bayinya dengan mengoleskan beras kencur ke dahi dan perut. Sayangnya saat ini ekstistensinya tergeser oleh obat gosok modern yang dianggap lebih praktis.

Param punya sebutan lain, yaitu wedak atau boreh. Ada yang membedakan param dan boreh ada pula yang menganggap keduanya sama. Param terbuat dari bahan-bahan alami sehingga aman digunakan. Ada berbagai macam param, berbeda jenis berbeda pula kegunaannya. Misalnya khasiat param untuk pegal linu yang terdiri dari jahe, lengkuas, beras merah, cengkih, dan merica yang ditumbuk dan dicampur.

Oleskan ke bagian-bagian yang terasa pegal seperti punggung dan kaki. Biasanya param dikenakan pada malam hari saat akan tidur dan dibiarkan hingga keesokan harinya. Param itu menghangatkan tubuh sehingga dapat juga menghilangkan masuk angin.

Dikutip dari www.perpusnas.go.id  dalam artikel Jumantara “Warisan Intelektual Bidang Pengobatan Tradisional dalam Naskah Racikan Boreh Saha Parem Karya ISKS Pakoeboewono IX”, kitab tersebut berisikan 47 racikan boreh dan 34 racikan param.

Naskah tersebut diyakini disusun oleh orang keraton dan memiliki unsur yang tidak boleh diketahui sembarang orang. Penggunaannya juga hanya untuk lingkup keluarga keraton khususnya untuk puteri-puteri keraton. Untuk perempuan, param dipakai pada setiap tahap kehidupan mereka, yaitu saat haid pertama, perkawinan, melahirkan, hingga menopause.

Bukan hanya sekadar obat tradisional, param juga merupakan warisan bermakna nenek moyang kita. Dilansir dari laman yang sama, param adalah bentuk usaha nenek moyang untuk menciptakan obat yang sesuai dengan teknologi yang ada dahulu. Obat tradisional tersebut bukan hanya persoalan ragawi, namun juga rohani. Ramuan tersebut berasal dari daya alam melalui tanaman, hewan, dan mineral. Itulah mengapa, khasiat param tidak diragukan lagi karena telah terbukti sejak puluhan bahkan ratusan tahun lalu. Jadi, jika pengobatan ini diterapkan saat ini akan kurang kemanjurannya karena orang zaman sekarang kurang memahami makna yang ada. 

Saat ini, banyak produsen jamu-jamu tradisonal juga membuat param kemasan. Param dijual dalam bentuk cair maupun padat. Kini ada jenis param kocok, biasanya warung-warung kelontong yang masih menjual ini. Param padat biasanya lebih populer karena dijual dalam bentuk saset dan harganya lebih miring.

Param padat dilarutkan terlebih dahulu dalam sedikit air hangat sehingga membentuk adonan seperti lulur kemudian balurkan pada tubuh. Namun, penggunaan param juga sudah tidak sepopuler dulu lagi. Orang-orang lebih memilih obat modern yang dianggap memiliki reaksi lebih cepat. Tidak seperti param yang penggunaannya agak ribet dan harus digunakan semalaman untuk dapat hasil maksimal.

Itulah kisah di balik khasiat param yang seharusnya menjadi kebanggaan kita. Apakah kamu pernah menggunakannya? Atau kamu justru baru mengetahui param itu apa?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Faizah Pratama
"Di mana-mana hatiku senang!"
SHARES