Mengingat Kembali 7 Letusan Gunung Berapi Terdahsyat di Indonesia

27 Oktober 2017
|Meidiana
0SHARES

Letak geografis Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik menjadikan Indonesia bagaikan uang logam yang memiliki dua sisi. Satu sisi sebagai wilayah yang subur dan kaya akan beragam ekosistem, sisi yang lain sebagai wilayah yang rawan bencana alam, seperti gunung meletus, gempa bumi, dan tsunami. Berbicara tentang gunung meletus, belakangan ini Gunung Agung di Bali juga sedang menunjukkan peningkatan aktivitas vulkaniknya. Sedih memang, apalagi jika menengok riwayat letusan Gunung Agung di masa lalu. Memangnya bagaimana ya riwayatnya? Langsung saja yuk kita simak sekalian flashback letusan-letusan terdahsyat gunung berapi yang pernah terjadi di Indonesia.

 

1. Gunung Galunggung

Letusan terdahyat gunung berapi yang terletak di Tasikmalaya, Jawa Barat, ini terjadi pada tahun 1822 dengan indeks letusan gunung api atau volcanic explosivity index (VEI) di skala 5 dari skala 0—8. Letusan disertai petir dan menghasilkan hujan pasir kemerahan yang sangat panas, abu halus, awan panas, dan lahar. Sekitar 4.011 jiwa tewas dan 144 desa hancur akibat letusan yang terjadi.

2. Gunung Merapi

Letusan yang terjadi pada bulan Oktober—November 2010 merupakan letusan Merapi yang terbesar sejak tahun 1872. Selama erupsi, ledakan dan gemuruh terdengar hingga Kota Yogyakarta yang berjarak 27 km, bahkan hingga pusat Kabupaten Wonosobo yang berjarak 50 km. Radius bahaya 20 km pun ditetapkan untuk bagian Kabupaten Sleman karena semburan lava dan awan panas yang terus menerus. Hujan kerikil dan pasir mencapai Kota Yogyakarta bagian utara dan hujan abu vulkanik pekat melanda hingga Purwokerto dan Cilacap. Menurut BNPB, sebanyak 347 jiwa menjadi korban dan 410.388 jiwa harus mengungsi.

3. Gunung Kelud

Sejauh ini, salah satu gunung teraktif di Jawa Timur ini terakhir kali meletus pada tanggal 13 Februari 2014. Letusan tersebut sekaligus menjadi yang terbesar sepanjang sejarah letusan Gunung Kelud. Ketinggian lontaran material vulkanik ke angkasa mencapai radius 17 km. Abu vulkanik menyelimuti sebagian besar Pulau Jawa dan melumpuhkan penerbangan. Di hampir seluruh wilayah Yogyakarta, kepekatannya bahkan melebihi kepekatan abu vulkanik dari letusan Merapi di tahun 2010. Sebanyak 12.304 bangunan hancur akibat letusan dan 4 orang dilaporkan tewas akibat letusan susulan.  

4. Gunung Agung

Menurut catatan, letusan terhebat Gunung Agung terjadi pada Februari 1963—Januari 1964. Letusan tersebut mengakibatkan 1.549 jiwa tewas, sekitar 1.700 rumah hancur, sekitar 225.000 jiwa kehilangan mata pencaharian, dan sekitar 100.000 jiwa harus harus dievakuasi dari zona bahaya. Tidak hanya di Kabupaten Karangasem, tetapi seluruh Bali juga terkena dampaknya. Produksi pangan sebesar 316.518 ton hancur. Material vulkanik dari letusan berupa aerosol sulfat bahkan melapisi atmosfer bumi hingga sejauh 14.400 km yang menyebabkan bumi mengalami pendinginan rata-rata 0,4 derajat celcius. Letusan Gunung Agung ini pun dikenal sebagai salah satu yang terkuat di abad ke-20.

5. Gunung Krakatau

Letusan terkuat Gunung Krakatau terjadi pada tanggal 26—27 Agustus 1883 dengan melemparkan batu-batu apung dan abu vulkanik sebanyak 18 km kubik. Indeks letusannya berada di skala 6. Letusan terdengar sampai di Alice Springs, Australia dan Pulau Rodrigues dekat Afrika. Matahari bersinar redup sampai setahun berikutnya. Hamburan debu sampai tampak di langit Norwegia dan New York. Letusan dan longsoran bawah laut tak pelak mengakibatkan tsunami hingga setinggi 40 meter. Sekitar 30.000 jiwa menjadi korban letusan gunung yang terletak di Selat Sunda ini.

6. Gunung Tambora

Dahsyatnya letusan Gunung Tambora pada tanggal 10 April 1815 menjadikannya sebagai letusan gunung berapi terbesar yang pernah terdokumentasi. Indeks letusannya berada di skala 7, satu angka lagi menuju indeks letusan paling tinggi. Letusan gunung yang berada di Sumbawa, NTB, ini empat kali lebih kuat dari letusan Krakatau tahun 1883. Ledakan melempar 140 miliar ton magma yang tidak hanya membunuh lebih dari 71.000 jiwa, tetapi juga menyebabkan anomali iklim global. Tahun berikutnya, 1816, diketahui sebagai tahun tanpa musim panas di Eropa dan Amerika Utara. Perubahan iklim yang drastis menjadikan banyaknya panen yang gagal dan kematian ternak di Belahan Utara sehingga menyebabkan terjadinya kelaparan terburuk di abad ke-19.

7. Gunung Toba

Letusan Gunung Toba memang tidak tertulis dalam sejarah peradaban manusia, tetapi bisa ditelusuri melalui penelitian-penelitian ilmiah yang dilakukan oleh para ahli. Gunung yang termasuk ke dalam kategori gunung api raksasa ini diperkirakan telah tiga kali meletus yang letusan ketiganya terjadi sekitar 74.000 tahun yang lalu. Letusan ketigalah yang menghasilkan kaldera dan menjadi Danau Toba sekarang dengan Pulau Samosir di tengahnya. Para ahli memperkirakan bahwa letusan Gunung Toba ini melontarkan material sebanyak 2.800 kilometer kubik. Indeks letusan yang berada di skala 8 ini menjadikan letusan Gunung Toba sebagai letusan super besar yang membuat dunia diselimuti kegelapan yang kemudian diikuti dengan letusan Gunung Tambora di era modern.

 

Banyaknya keberadaan gunung berapi di negara kita tidak bisa tidak memunculkan bencana gunung meletus atau erupsi yang datang silih berganti. Kita tidak bisa menolaknya, tetapi kita bisa berusaha untuk meminimalisasi segala risiko yang mungkin terjadi.  


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Meidiana
"Bahagia bersama senandika."
0SHARES