Mengenang Tragedi Sinila, Kiamat Kecil Mengerikan yang Terjadi di Indonesia. Sedih!

12 Desember 2017
|Muhammad Sidiq Permadi
0SHARES

Mungkin banyak orang yang tidak tahu tentang tragedi Sinila karena hampir di tiap pelajaran sejarah tidak ada yang bercerita tentang peristiwa nahas ini. Bisa dikatakan bahwa tragedi Sinila ini adalah salah satu tragedi yang sangat menyedihkan untuk dikenang oleh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat di sekitar Pegunungan Dieng. Bagaimana kisah dari tragedi Sinila ini? Langsung saja kita simak bareng-bareng. Yuk, baca!

1. Apa itu Sinila?

Sinila adalah salah satu nama kawah yang ada di Pegunungan Dieng. Letaknya berada di Desa Batur, Banjarnegara. Di sekitar kawah tersebut terdapat beberapa desa, yakni Desa Batur, Sumberejo, dan Pekasiran. Meskipun berada di wilayah yang subur, namun masyarakat desa acap kali tidak bisa tidur nyenyak karena banyak sekali terjadi berbagai fenomena alam yang mungkin saja akan membahayakan nyawa mereka. Fenomena tersebut di antaranya erupsi, gempa, dan juga gas berbahaya yang keluar dari kawah-kawah. Meski begitu, masyarakat desa masih bisa hidup damai dan sejahtera, 

2. 20 Februari 1979

Tanggal tersebut mungkin akan terus melekat di dalam ingatan masyarakat sekitar Pegunungan Dieng, terutama di ketiga desa yang telah disebutkan sebelumnya. Tanggal tersebut merupakan tanggal terjadinya tragedi nahas yang menewaskan ratusan orang tersebut. Tragedi ini bermula ketika terjadi guncangan besar yang memicu rentetan peristiwa mengerikan lainnya. Satu per satu kawah mulai bereaksi dengan memuntahkan lahar-laharnya serta ada pula yang mulai mengeluarkan gas-gas yang sangat berbahaya. Akibatnya, para warga desa di sekitar kawah tersebut panik dan ingin segera menjauh dari sana. 

3. Petaka di Kepucukan

Di saat-saat yang menyeramkan tersebut, para warga panik dan nyaris tak bisa melarikan diri. Hal itu disebabkan oleh banyaknya kawah serta mulai keluarnya gas-gas beracun yang keluar dari kawah-kawah tersebut. Namun, entah mendapat ilham dari mana, para warga kemudian memutuskan untuk melarikan diri ke sebuah tempat bernama Kepucukan. Nahasnya, di sanalah nyawa mereka melayang satu per satu. Tanpa disangka sebelumnya, gas beracun yang ada di wilayah tersebut ternyata lebih pekat dan satu per satu para warga meregang nyawa. Gas CO2 dan H2S yang dikeluarkan oleh gas-gas tersebut membuat leher seperti tercekik serta kerongkongan yang seperti terbakar. Mayat-mayat pun akhirnya bergelimpangan di sepanjang jalan menuju Kepucukan.

4. Kondisi mayat-mayat yang sungguh mengenaskan

Kondisi mayat-mayat di sepanjang jalan menuju Kepucukan memiliki tanda-tanda yang aneh. Seharusnya, ketika menghirup CO2 dan H2S terlalu banyak, mereka akan lemas dan tewas. Namun, apa yang ditemukan di tempat kejadian sungguh mengerikan. Darah-darah keluar dari lubang yang ada di tubuh mereka. Telinga, mulut, hidung semuanya mengeluarkan darah tanpa terkecuali. Beberapa peneliti menduga bahwa kajadian tersebut disebabkan oleh reaksi dari gas-gas beracun yang mereka hirup terlalu besar sehingga menimbulkan pendarahan dari dalam dan mengalir keluar dari lubang-lubang yang ada di tubuh mereka.

5. Penjarahan yang membuat warga semakin berduka

Total dari warga desa yang meninggal pada waktu itu adalah sebanyak 155 orang. Beruntung bagi mereka yang selamat dari tragedi mengerikan tersebut. Kurang lebih sebanyak 15 ribu orang warga desa berhasil selamat. Setelah melewati masa suram yang menyedihkan itu, para warga pun kembali pulang ke rumahnya masing-masing. Namun, apa yang dilihat sungguh memilukan. Tak disangka, ketika para warga dirundung duka akibat tragedi gas beracun tersebut, mereka harus menerima kenyataan bahwa rumah mereka telah dijarah oleh orang-orang yang tak punya rasa kemanusiaan.

Memang pada saat kejadian, para warga meninggalkan rumahnya begitu saja tanpa mengamankan barang-barang berharga dan hanya membawa diri dan keluarga serta binatang ternak mereka untuk melarikan diri. Namun ternyata, masih saja ada orang yang memiliki sikap antipati dengan memanfaatkan kondisi rumah yang kosong setelah tragedi Sinila berakhir.

Begitulah sejarah tentang tragedi Sinila, kiamat kecil yang terjadi di Indonesia. Suasana yang mencekam pada saat itu membuat tragedi ini layaknya seperti kiamat bagi mereka. Sebuah peristiwa yang tentunya meninggalkan trauma dan kesedihan yang luar biasa di benak warga. Mari kita doakan agar tragedi-tragedi mengerikan seperti tragedi Sinila tidak terjadi lagi di Indonesia.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
0SHARES