Mengenal Affandi, Seniman Kebanggaan Indonesia yang Mendunia

07 Oktober 2017
|Pandu Rijal Pasa
0SHARES

Jika berkunjung ke Jogja, kamu akan menemui bangunan menarik di pinggir Sungai Gajahwong yang tepat berada di seberang kampus timur UIN Sunan Kalijaga. Ya, rumah unik di area tersebut adalah rumah yang dulu pernah menjadi tempat tinggal Affandi, sang Maestro Seni Indonesia. Tempat tersebut masih ada dan saat ini beroperasi menjadi museum pribadi beliau beserta keluarga. Dengan lebih dari 2000 karya lukis serta pameran di berbagai belahan dunia, seperti Inggris, India, serta Amerika Serikat, tentu akan membuat kita penasaran sebenarnya seperti apa sih kehidupan dari pelukis ini? Mari kita bahas di sini.

Affandi lahir pada tahun 1907 di Cilegon. Ia mendapatkan pendidikan formal yang cukup tinggi dibandingkan dengan orang-orang seumurannya kala itu. Pasalnya, ia pernah bersekolah di HIS, MULO, serta AMS yang merupakan pendidikan tinggi milik Belanda di mana tidak semua orang, terutama pribumi, bisa mendapatkannya. Sebelum mengenal dunia lukis, ia pernah menjadi guru, tukang sobek karcis, serta tukang pembuat reklame. Pada tahun 1933, yaitu saat ia berusia 26 tahun, ia menikahi seorang gadis Bogor bernama Maryati dan dari rahim istrinya ini, ia dititipkan buah hati yang diberi nama Kartika Affandi.

Karena bakat seninya yang luar biasa, Affandi mendapatkan kesempatan untuk kuliah menggunakan beasiswa di India. Namun, saat tiba di India, ternyata ia batal melanjutkan studi dan uang hasil beasiswa tersebut ia gunakan untuk membuat pameran selama tinggal di sana. Ia juga melakukan perjalanan keliling Eropa. Sepulangnya dari sana, ia dicalonkan oleh sebuah partai untuk mewakili orang tidak berpartai di dalam konstituante di mana hal yang sering diangkat oleh Affandi adalah tentang peri kebinatangan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap binatang.

Pelukis yang sempat masuk menjadi tokoh dari Google Doodle pada Mei 2017 lalu menerima banyak sekali penghargaan, baik semasa hidupnya maupun selepas kepergiannya. Mulai dari dijuluki "Pelukis Ekspressionis Baru Indonesia" oleh Koran International Herald Tribune hingga gelar "Grand Maestro" di Florence, Italia. Selain itu, ia juga memperoleh Hadiah Perdamaian dari International Dag Hammershjoeld serta diangkat sebagai anggota Akademi HAM oleh Komite PUsat Diplomatic Academy of Peace PAX MUNDI di Florence, Italia. Di dalam negeri sendiri, ia juga mendapat "Bintang Jasa Utama" dari Pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1978.

Cara berfikir Affandi sangat sederhana. Ia tidak membatasi diri dengan aliran-aliran yang sudah ada. Hingga ajal menjemputnya, ia masih menggeluti dunia seni lukis di mana kegiatan tersebut benar-benar tidak bisa lepas dari hidupnya. Affandi meninggal pada tanggal 23 Mei 1990. Ia dimakamkan di area Museum Affandi yang berada di dekat rumahnya, bersebelahan dengan makam istrinya. Meskipun sudah tiada, karya dan prestasinya masih tetap abadi dan akan selalu dikenang oleh dunia seni lukis, baik Indonesia maupun secara global.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Pandu Rijal Pasa
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES