Mengenal Adat Pernikahan Unik Milik Suku Kulawi di Sulawesi Tengah. Indonesia Memang Kaya!

02 Desember 2017
|Robertus Jeje
0SHARES

Ada yang mengenal suku ini? Ya, Suku Kulawi atau ‘Tokulawi’ adalah kelompok masyarakat yang hidup di Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, kawasan Danau Lindu. Suku ini menggunakan bahasa Moma dan mereka menganut agama Kristen. Mereka bisa dikatakan kelompok minoritas dibanding suku yang lain. Mereka tinggal di desa Tomado dan beranggotakan 19 keluarga.

Nenek moyang etnis Kulawi sudah menghuni wilayah mereka saat ini sejak zaman prasejarah. Hal ini terbukti dengan beberapa temuan arkeolog yang sampai sekarang masih dipelajari. Namun temuan-temuan megalitik ini dipercaya sudah berumur sekitar 3000 tahun.

Sejak dahulu, Suku Kulawi sudah mengelompokkan diri sebagai kerajaan Kulawi – kerajaan kecil yang rajanya disebut sebagai Magau atau Sangkakala. Selain itu, suku kulawi ini dikenal memiliki kekayaan adat yang luar biasa, salah satunya adalah adat pernikahan mereka.

Prosesi pernikahan adat Kulawi dinamakan dengan ‘Pmemua’ – yang upacaranya dilaksanakan cukup panjang, yakni selama dua hari. Pada hari pertama, prosesi dimulai dengan Tari Raego yang menandakan telah dimulai upacara pernikahan. Ketika tarian ini dilakukan, diisi pula dengan lantunan syair-syair syahdu Kulawi kuno untuk menyambut kedatangan mempelai pria.

Setelah prosesi itu, keluarga dan tokoh adat berserta utusan mempelai pria berjalan menuju pintu rumah mempelai wanita yang wajahnya tertutup. Namun sebelum masuk, mempelai pria harus menghentakkan kakinya tiga kali ke lantai. Kemudian dari balik pintu terdengar sahutan, dengan bahasa Kulawi dia mengatakan, “hema hangami” yang artinya "siapa di luar" dan utusan mempelai pria harus menyebut nama pria di balik pintu tersebut dengan benar agar pintu dibuka.

Tak lama setelah pintu dibuka, mempelai pria akan disambut dengan taburan beras kuning di kepalanya. Kemudian sambutan kegembiraan terlihat dari raut wajah keluarga sang mempelai wanita. Kemudian acara dilanjutkan dengan menyantap kapur sirih dan ditutup dengan jamuan makan malam secara bersama-sama.

Untuk hari kedua, prosesi pernikahan dimulai dengan ritual ‘Mojunu’ yang memiliki makna pembersihan diri sebelum menjalani kehidupan berumah tangga. Setelah itu acara dilanjutkan dengan ritual “Mantime Bengka,” yaitu menyembelih kerbau. Terakhir dari prosesi pernikahan ini adalah dengan berjalan di atas pelepah daun pinang. Hal ini sebagai simbol bahwa mempelai pria telah diterima menjadi satu keluarga.

Nah, itulah tadi prosesi upacara pernikahan adat Kulawi yang cukup unik. Indonesia memang benar-benar kaya dan pasti masih banyak lagi budaya-budaya atau kearifan lokal lain yang nggak kalah menariknya dengan Suku Kulawi. Semoga kekayaan Nusantara ini terus terjaga dan tak terkikis oleh perkembangan zaman ya. Yuk kita ikut lestarikan!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Robertus Jeje
"be kind to each other"
0SHARES