Materi Ospek Mahasiswa Diganti Materi Bela Negara? Kira-kira Seperti Ini Kegiatannya

31 Juli 2017
|Romlah Sundari
0SHARES

Masih ingat gimana suka duka melewati masa-masa ospek di kampus? Mungkin saat itu kamu harus begadang semalam suntuk menyiapkan berbagai tugas, atau kamu harus berangkat pukul lima pagi sambil menenteng seabrek perlengkapan untuk ospek dan dengan dandanan super ajaib yang memastikan semua orang akan menoleh kearahmu saat kamu berjalan? Masa-masa ospek itu mungkin kini menjadi kenangan yang menyenangkan bagimu karena telah menjadi moment yang mendekatkanmu dengan teman-teman, atau mungkin juga masa-masa ospek justru menjadi kenangan yang traumatis karena kamu mendapatkan perlakuan kasar selama ospek. Bagaimanapun, satu hal yang perlu kamu ketahui, adik-adik kita yang akan memasuki universitas mulai tahun ini mungkin tidak akan merasakan seperti apa rasanya kegiatan ospek.

Ya, Menteri Pertahanan Indonesia, Ryamizard Ryacudu menyatakan bahwa mulai tahun ini, kegiatan ospek akan diganti dengan materi pelatihan bela negara. Yang berarti bahwa ospek yang selama ini kita kenal, dengan pernak-pernik aneh dan kegiatan-kegiatannya akan berubah. Nah, kira-kira akan jadi seperti apa ya kegiatan ospek di masa mendatang? Yuk cek daftar berikut!

1. Pelatihan baris-berbaris

Pelatihan baris-berbaris akan menjadi bagian dari kegiatan lapangan selama ospek. Mungkin sebagai referensi, kita dapat menilik kegiatan tonti di SMA yang memang mengajarkan baris-berbaris kepada pesertanya. Meski kemampuan baris-berbaris rasanya tidak ada hubungannya dengan pemahaman bela negara, namun pelatihan baris-berbaris seringkali dikaitkan dengan patriotisme dan kegiatan bela negara. Bagaimanapun, pelatihan baris-berbaris tetap akan menguntungkan bagi kita mahasiswa karena pelatihan baris-berbaris dapat menumbuhkan rasa disiplin dalam diri. Dan sudah tentu kedisiplinan akan bermanfaat bagi kegiatan menuntut ilmu kita di kampus. Karena dengan memiliki rasa disiplin yang tinggi, mungkin kita akan berhenti menjadi mahasiswa deadliner garis keras.

2. Pelatihan P3K

Kegiatan lapangan yang satu ini memiliki banyak manfaat bagi mahasiswa terlepas dari apakah pelatihan P3K dapat meningkatkan rasa patriotisme atau tidak. Mahasiswa dengan segudang kegiatan lapangannya, sebenarnya sangat memerlukan kemampuan P3K. Kemampuan ini dapat menyelamatkan nyawa seseorang ketika keadaan mendesak. Misalnya, saat seorang kawan ditemukan terkapar pingsan di kamar kosnya karena sedang akhir bulan dan ia kelaparan, dengan kemampuan P3K kita tahu cara-cara membangunkannya dari kondisi pingsan dan makanan seperti apa yang sebaiknya ia konsumsi terlebih dahulu.

3. Ceramah dan dialog bersama TNI

Kegiatan yang satu ini telah disampaikan oleh Ryamizard akan menjadi salah satu bagian dari ospek. Menurut Menteri Pertahanan ini, TNI baiknya dilibatkan dalam kegiatan ospek untuk memberi pemahaman-pemahaman terkait bela negara. TNI yang memang sudah berjiwa patriot mungkin dapat menularkan rasa patriotisme dan kecintaan terhadap tanah air melalui kegiatan ceramah dan dialog. Hmm, hal ini memang juga dibutuhkan oleh mahasiswa, karena ceramah dan dialog seperti ini selain dapat meningkatkan rasa patriotisme, juga dapat membuka mata mahasiswa tentang apa saja ancaman yang dihadapi oleh Indonesia saat ini.

4. Games terkait wawasan nusantara

Jika biasanya games dan kegiatan outbond pada saat ospek hanya bertujuan untuk menguatkan rasa kebersamaan dan solidaritas para mahasiswa baru, dengan masuknya materi bela negara ke dalam kegiatan ospek, maka games memiliki makna dan tujuan baru. Ya, dengan diadopsinya materi bela negara, games-games justru akan memuat berbagai pengetahuan mengenai wawasan nusantara. Mungkin sebagai referensi kita dapat mengingat kembali games-games wawasan yang kita lakukan saat outbond pramuka dulu. Namun jika biasanya di games wawasan pramuka kita diminta mengetahui wawasan terkait pramuka seperti sandi-sandian atau tali-temali, mungkin dalam games wawasan nusantara kita dituntut untuk mengetahui isi dan makna pancasila, sejarah nusantara, atau kebudayaan-kebudayaan asli Indonesia.

5. Upacara

Yang satu ini bisa dipastikan, setidaknya 90 persen, akan ada dalam kegiatan ospek bela negara. Upacara tidak hanya mengingatkan kembali mahasiswa akan nilai-nilai sejarah dan rasa cinta kepada tanah air, namun juga dapat membawa kita memaknai kembali status kita sebagai warga negara dan penduduk Indonesia. Upacara, jika dilakukan sesekali dan dengan benar-benar khidmat, sebenarnya merupakan kegiatan yang syahdu dan sangat bermakna, lho. Saat tujuan berdirinya negara Indonesia kembali dikumandangkan melalui pembacaan pembukaan UUD 1945, ketika pancasila diteriakkan dengan lantang dan diikuti oleh sekian banyak peserta upacara, atau ketika bendera merah putih secara perlahan dikibarkan dengan diiringi alunan lagu Indonesia raya, disaat itu pula kita jadi teringat kembali akan perjuangan bangsa Indonesia untuk dapat berdiri dan terlepas dari jajahan, dan betapa Indonesia telah memberikan kita tempat untuk dapat tumbuh dan berkembang dalam damai.

Mungkin keputusan menteri pertahanan ini sebenarnya cukup baik. Karena menurut Ryamizard, penggantian materi ospek dengan materi bela negara dilakukan untuk memastikan bahwa generasi-generasi intelektual bangsa memiliki rasa cinta terhadap tanah air dan akan berjuang demi membangun bangsa alih-alih berjuang menjadi pekerja korporat asing. Dan sungguh, Indonesia membutuhkan generasi-generasi mudanya yang pintar dan hebat untuk turut membangun bangsa yang besar ini demi masa depan Indonesia yang lebih baik. Indonesia butuh mereka yang cerdas, kreatif dan bijaksana untuk menyumbangkan tenaganya bagi pembangunan Indonesia.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES