Masih Ditulis Tangan Langsung, Inilah Koran Pertama yang Terbit Sekaligus Dibredel di Indonesia

bataviadigital.perpusnas.go.id

Terasa nggak sih kalau semakin hari, jumlah koran yang beredar di sekitar kita semakin berkurang? Bahkan, tidak ada satu media cetak pun yang mau menambah oplah cetak hariannya. Rasanya tinggal menunggu saja hingga koran terakhir dicetak. Tapi, bagaimana dengan koran pertama? Ternyata, media cetak pertama yang terbit di Indonesia terjadi pada zaman ketika VOC masih berkuasa, yakni 1744. Koran tersebut bernama Bataviasche Nouvelle atau yang secara bahasa berarti ‘Berita Batavia’, karena memang surat kabar ini terbit dan beredar di wilayah Batavia (Jakarta).

tirto.id

Isi dari koran yang diprakarsai oleh Jan Pieterszoon Coen dan digagas oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda, Van Imhoff, ini tidak banyak yang begitu berarti bagi masyarakat pribumi pada saat itu. Yakni hanya berita seputar kapal dagang VOC, mutasi pejabat, berita kematian, kelahiran hingga pernikahan. Surat kabar yang diterbitkan seminggu sekali ini menggunakan tulisan tangan secara keseluruhan dengan ketebalan sebanyak 4 halaman saja.

dosenpendidikan.com

Meskipun digagas langsung oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda pada masa itu, koran ini tetap membutuhkan pemasukan untuk dapat menjalankan operasional mereka. Sama seperti media cetak yang ada pada umumnya, pemasukan utama dari Bataviasche Nouvelle ini menggunakan iklan. Sehingga, tidak heran jika sebagian besar dari halaman-halaman yang ada di dalam surat kabar ini masih dipenuhi oleh iklan. Iklan tentang VOC dipasang gratis, sedangkan untuk mereka yang ingin beriklan di surat kabar ini namun bukan bagian dari VOC diharuskan untuk membayar biaya pemasangan iklan.

Seiring berjalannya waktu, koran ini berkembang dengan sangat pesat termasuk dalam menyuarakan perdagangan VOC di Hindia Belanda serta perkembangan pers yang cukup signifikan. Pihak VOC sendiri justru khawatir bahwa surat kabar ini malah berpotensi untuk menjadi jalan bagi para pesaing VOC dalam memperoleh informasi tentang aktivitas yang mereka lakukan di Hindia Belanda.

Akhirnya, selain menjadi yang pertama terbit, koran ini menjadi yang pertama pula dibredel di Indonesia pada tahun 1746 atau sekitar 2 tahun sejak pertama kali debutnya. Hingga kemudian namanya berganti menjadi Bataviasche Koloniale Courant.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
#LifeAsk: Benarkah Laki-Laki Menganggap Biasa Pelecehan Seksual? Ini Kata Mereka! - Keepodotme

#LifeAsk: Benarkah Laki-Laki Menganggap Biasa Pelecehan Seksual? Ini Kata Mereka! - Keepodotme

Masyarakat Bugis Ternyata Punya Kitab Kamasutranya Sendiri Lho, Namanya Assikalaibineng. Sudah Baca?

Masyarakat Bugis Ternyata Punya Kitab Kamasutranya Sendiri Lho, Namanya Assikalaibineng. Sudah Baca?

Antara Pria Berperut Six-pack dan Buncit, Ini yang Lebih Digilai Wanita - Keepodotme

Antara Pria Berperut Six-pack dan Buncit, Ini yang Lebih Digilai Wanita - Keepodotme

Ada Lebih dari 10 Panggung, Beginilah Suasana Kemeriahan Java Jazz Festival 2018, Pecah!

Ada Lebih dari 10 Panggung, Beginilah Suasana Kemeriahan Java Jazz Festival 2018, Pecah!

14 Tahun Pernikahan Winky Wiryawan dan Kenes Andari Justru Semakin Romantis - Keepodotme

14 Tahun Pernikahan Winky Wiryawan dan Kenes Andari Justru Semakin Romantis - Keepodotme

Dari Alun-alun Sampai Perangko, Nama Soekarno Diabadikan di 5 Negara Ini. Keren!

Dari Alun-alun Sampai Perangko, Nama Soekarno Diabadikan di 5 Negara Ini. Keren!

loading