Kisah Hidup Ratna Sari Dewi, Istri Kelima Soekarno yang Pernah Berprofesi sebagai Geisha

20 September 2017
|Atik Kencana S.
0SHARES

Perjalanan cinta Presiden Soekarno memang tidak akan pernah lekang oleh waktu. Pasalnya, tokoh karismatik ini memang senantiasa dikelilingi oleh wanita cantik sedari muda. Bayangkan saja, di masa mudanya ia sudah bermain cinta-cintaan dengan seorang anak kompeni. Bukan Soekarno namanya kalau gentar. Walaupun gagal, gadis Belanda itu nyatanya juga sama-sama menaruh hati pada Bung Karno.

Beda di masa muda, beda pula di masa tua. Soekarno memang melakoni petualangan cintanya dengan apik dan penuh drama. Beberapa kali ia kedapatan bermain hati dengan sejumlah wanita cantik. Contohnya saja Inggid Ganarsih dan Fatmawati. Keduanya memang yang paling santer dikait-kaitkan dengan tokoh legendaris Indonesia ini.

Namun, nyatanya ada satu lagi istri Soekarno yang gak kalah cantik. Bisa dibilang istrinya yang satu ini memang yang paling cantik di antara yang lainnya. Pasalnya, ia merupakan keturunan asli Jepang. Mungkin beberapa dari kalian sudah ada yang tau. Namun, siapakah perempuan cantik yang berhasil mencuri hati Soekarno ini? Yuk, langsung aja kepoin bareng YuKepo!

Pecinta kisah perjalanan Soekarno pasti sudah akrab dengan perempuan cantik yang bernama Ratna Sari Dewi Soekarno, 'kan? Wanita cantik dengan nama asli Naoko Nemoto ini lahir di Tokyo, Jepang, pada tanggal 6 Februari 1940. Di masa mudanya, Naoko berasal dari sebuah keluarga kecil yang miskin. Ia terpaksa menjadi Geisha di masa muda demi menutupi kebutuhan keluarga. Di usianya yang ke-15 tahun, ia sudah mantab berprofesi sebagai seorang Geisha hingga dipertemukan dengan Presiden RI pertama tersebut ketika usianya menginjak 19 tahun.

Dilansir dari Tribunnews, Ratna Sari Dewi atau Naoko Nemoto pernah dipenjara karena memukul orang. Di sisi lain ia juga merupakan tamu terkenal di antara para politisi kelas dunia. Ratna Sari Dewi juga mengedepankan kebebasan dalam kehidupannya. Tak pernah sebelumnya ia tunduk pada siapa pun, kecuali pada keluarganya. 

Masa kecil Ratna Sari Dewi dilewatinya dengan berbagai kesengsaraan. Sekeluarga menggantungkan hidupnya pada sang ayah yang hanya bekerja sebagai tukang kayu serabutan. Kelaparan dan kesulitan hidup sudah pasti sering menghampirinya dan keluarga.

Karena kecantikannya, ia mendapatkan kesempatan untuk berperan dalam sebuah film yang sangat populer kala itu di usianya yang ke-15 tahun. Walaupun hanya mendapatkan peran figuran, hal ini menjadi sebuah batu loncatannya untuk cepat berhasil di dunia hiburan. Demi mengurangi beban keluarga, ia memberikan kesempatan adiknya untuk sekolah. Sebaliknya, ia memilih untuk berjuang di dunia hiburan.

Sebagai pendatang baru di dunia hiburan, menjadi terkenal bukanlah hal yang gampang. Apalagi mentalnya pernah kembali turun saat ayahnya meninggal dunia sebelum ia mencapai kesuksesan. Otomatis beban keluarga saat ini berada pada bahu Ratna Sari Dewi. Hingga di titik terendahnya, demi membiayai keluarga, ia pergi ke hotel dan menjadi seorang Geisha. Bahkan, ia pernah menerima tawaran menjadi foto model bugil.

Kemalangan pahitnya tersebut ditambah dengan kejadian bunuh diri sang adik saat di bangku universitas. Seperti jatuh tertiban tangga, mungkin itulah ungkapan yang tepat untuk Ratna Sari Dewi. Walaupun sempat hampir putus asa, Ratna Sari Dewi kembali bangkit. Ia dipertemukan dengan Soekarno yang dianggapnya sebagai sang penyelamat hidup.

Keanggunan dan paras cantik Ratna Sari Dewi rupanya menyita perhatian Soekarno. Gayung pun bersambut, Ratna Sari Dewi juga merasakan cinta pada pandangan pertama saat melihat Presiden Indonesia tersebut. Setelah Soekarno kembali ke Indonesia, Soekarno pun mengundang Ratna Sari Dewi untuk ke Jakarta. Kisah cinta pun dimulai.

Sepasang kekasih ini kemudian menikah pada tahun 1962. Setelah menjadi istri Soekarno, Ratna Sari Dewi otomatis jadi sering mendampingi Presiden Soekarno dalam tiap agenda kenegaraan. Namun, saat Presiden Soekarno menyerahkan kekuasaan Indonesia pada Soeharto, Ratna Sari Dewi yang tengah hamil akhirnya hijrah ke luar negeri, tepatnya ke Perancis. Di Kota Paris inilah anak hasil percintaan kedua insan tersebut lahir dengan nama Kartika Sari Dewi

Selama lebih dari sepuluh tahun menetap di Paris, Ratna Sari Dewi kembali lagi ke Jakarta, namun bukan untuk selamanya. Pada tahun 2008, ia kembali ke kampung halamannya, Jepang dan menetap di Shibuya, Tokyo, hingga kini usianya menginjak 77 tahun.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
0SHARES