Keunikan Suku Polahi, Mulai dari Melestarikan Budaya Inses hingga Meyakini Tiga Tuhan

www.goodnewsfromindonesia.id

Keragaman budaya yang ada di Indonesia memang tak ada habisnya. Ragam suku, adat istiadat, dan kebiasaan menjadi suatu daya tarik tersendiri bagi Indonesia. Ragam budaya tersebut menjadi suatu kekayaan yang tak terbatas nilainya bagi tanah air dan juga bagi bangsa Indonesia sendiri. Namun sayang, banyak dari kesukuan tersebut yang belum banyak dieksplorasi.

Bukan hanya suku Jawa, Sunda, Batak, Baduy, Asmat, dan lainnya, masih banyak suku-suku terpencil di Indonesia yang masih hidup di bawah tatanan hukum tradisional yang masih belum terjamah oleh masyarakat luar. Mencari sejarahnya mungkin bisa dibilang sulit, pasalnya beberapa suku primitif tersebut memang menutup diri rapat-rapat dari jamahan eksternal.

Oleh karena itu, kali ini YuKepo mau bahas mengenai suatu suku yang mungkin belum banyak diketahui oleh orang banyak. Suku primitif ini masih bisa dibilang unik. Bukan hanya melaksanakan hukum adat tradisional, namun suku ini juga masih mempertahankan tradisinya untuk melakukan perkawinan sedarah. Penasaran tentang suku ini? Yuk, langsung aja kepoin bareng YuKepo!

www.goodnewsfromindonesia.id

Suku Polahi merupakan suatu suku terpencil yang tinggal di pedalaman hutan Sulawesi. Untuk menjangkau keberadaan suku tersebut, dibutuhkan waktu seharian dengan berjalan menelusuri hutan yang rapat. Kehidupan para penduduk suku Polahi memang masih sederhana walaupun sudah sedikit mengalami perubahan dari peradaban mereka yang super primitif di zaman dahulu. Kini, mereka sudah mampu menyamai kehidupan kaum urban. Walaupun demikian, tradisi mereka yang kontroversial masih kerap dijalankan.

Tradisi mereka yang paling kontroversial adalah perkawinan sedarah atau inses. Inses memang dianggap tabu dan menjadi aib hampir di seluruh daerah, tak hanya di Indonesia. Namun, rupanya perkawinan sedarah di suku Polahi memang tidak terjadi begitu saja. Hal ini bisa terjadi karena pada waktu Belanda menduduki Indonesia, masyarakat suku Polahi melarikan diri ke dalam hutan untuk bersembunyi. Mereka tinggal di dalam hutan yang rapat dalam waktu yang cukup lama dan bahkan hingga kini.

www.boombastis.com

Akibat dari pelarian tersebut, perkawinan otomatis terjadi di antara mereka saja. Dari situlah tradisi inses berkembang hingga kini. Jadi intinya, inses yang dilakukan oleh suku Polahi terjadi akibat dari terisolasinya mereka akibat penjajahan Belanda di Indonesia. Andai saja dulu tak ada penjajahan, otomatis tidak akan terjadi perkawinan sedarah seperti ini, kan?

Ternyata, inses dilarang di berbagai belahan dunia karena melanggar norma dan memberikan dampak fisik pada sang anak. Beberapa kasus inses membuktikan bahwa anak dari hasil inses akan mengalami kecacatan khusus, baik secara fisik maupun mental. Contohnya seperti Tutankhamun, raja Mesir yang merupakan anak dari hasil inses. Beliau mengalami berbagai kelainan, mulai dari kecacatan genetika maupun munculnya berbagai penyakit khusus di tubunya.

www.hipwee.com

Namun anehnya, berbagai kelainan tersebut tak berlaku bagi para masyarakat suku Polahi. Setelah beberapa generasi melakukan inses, belum ditemukan kecacatan atau kelainan pada anak hasil hubungan sedarah tersebut. Sebaliknya, anak dari hasil inses suku Polahi merupakan anak yang terlahir normal dan sehat. Kok bisa begitu, ya?

Selain tradisi insesnya, suku Polahi juga masih memiliki keunikannya yang lain. Keunikannya yang lain merupakan mereka meyakini adanya tiga tuhan dalam kehidupan mereka. Tiga tuhan tersebut adalah Pulohuta, yakni penggambaran sosok hidup yang berkuasa atas tanah. Lati yang menyerupai makhluk-makhluk kecil yang menghuni pepohonan dan Lausala yang merupakan makhluk yang senantiasa ingin membunuh para masyarakat suku Polahi.

Nah, itulah tadi sekilas mengenai keunikan dan asal usul suku Polahi. Keberadaan mereka memang sepertinya sudah lumayan sulit untuk dibedakan dengan masyarakat pada umumnya akibat modernisasi. Walaupun begitu, mereka tetap konsisten untuk melestarikan tradisi dan hukum adat mereka. 

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Sejarah Panjang Nama Pulau Sumatra Terungkap, Ternyata Pulau Ini Ganti Nama Berkali-kali!

Sejarah Panjang Nama Pulau Sumatra Terungkap, Ternyata Pulau Ini Ganti Nama Berkali-kali!

Pasta Gigi Disebut Odol, 9 Nama Merek Ini Sering Dipakai untuk Sebut Benda-benda

Pasta Gigi Disebut Odol, 9 Nama Merek Ini Sering Dipakai untuk Sebut Benda-benda

Kisah Hidup Ratna Sari Dewi, Istri Kelima Soekarno yang Pernah Berprofesi sebagai Geisha

Kisah Hidup Ratna Sari Dewi, Istri Kelima Soekarno yang Pernah Berprofesi sebagai Geisha

Dari Jualan Daging Kucing hingga PSK, Inilah 7 Pasar Unik di Indonesia!

Dari Jualan Daging Kucing hingga PSK, Inilah 7 Pasar Unik di Indonesia!

Gak Banyak yang Tau, Ternyata Diktator Nazi Ini Sempat Bantu Soekarno Raih Kemerdekaan Indonesia

Gak Banyak yang Tau, Ternyata Diktator Nazi Ini Sempat Bantu Soekarno Raih Kemerdekaan Indonesia

Kang Emil Raih Prestasi Lagi, Bandung Dinobatkan sebagai Kota Metropolitan Berudara Paling Bersih Se-ASEAN

Kang Emil Raih Prestasi Lagi, Bandung Dinobatkan sebagai Kota Metropolitan Berudara Paling Bersih Se-ASEAN

loading