Ketok Palu! Ini 6 Hal Yang Perlu Kamu Tahu Tentang Putusan Papa Setya Novanto

26 April 2018
|Ojik
3.1 KSHARES

Drama Setya Novanto akhirnya mencapai garis akhir. Terdakwa kasus korupsi E-KTP yang menyebabkan kerugian negara hingga mencapai nilai Triliunan Rupiah ini menjalani sidang putusan pada tanggal 24 April kemarin. Sidang putusan ini sendiri berlangsung pukul 10.55, molor 55 menit dari waktu yang ditentukan.

Sebelumnya, kasus yang menimpa mantan ketua DPR ini hangat diperbincangkan oleh masyarakat Indonesia dan kerap menghiasi layar kaca. Hal ini karena banyaknya drama yang terjadi dalam kasus ini. Mulai penangkapan Setya Novanto, pengelakan pengacaranya, hingga hal-hal lainnya. Inilah yang kemudian membuat kasus ini sebelumnya sangat hangat dibicarakan oleh masyarakat Indonesia, terlebih lagi uang negara yang menjadi objek dari korupsi mencapai angka Rp 2.3 Trilliun.

Nah biar kamu tau, bagaimana hasil akhir dari babak final kasus Setya Novanto setelah mendapatkan putusan sidang di pengadilan. Berikut yukepo kasih rangkumannya.

1. Putusan hukuman kurungan

Dalam kasus Setya Novanto, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi ini menjatuhkan vonis 15 tahun penjara kepada Setya Novanto. Selain itu Setya juga harus membayar denda Rp 500 juta subsider 3 bulan kurungan. Hal ini karena terdakwa Setya Novanto seperti dikatakan oleh hakim Yanto, telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindakan korupsi yang dilakukan secara bersama-sama.

2. Uang ganti rugi

Selain kurungan itu, Setya Novanto juga harus membayar uang pengganti senilai US$ 7,3 juta, yang dalam kurs terbaru setara lebih dari 101 miliar. Jika tidak dibayarkan maka harta benda Setnov akan disita untuk memenuhi hukuman tersebut, dan jika itu tidak cukup maka Setnov harus menjalani pidana penjara tambahan selama dua tahun.

3. Pencabutan hak politik

Setya Novanto juga dicabut hak politiknya selama lima tahun. Artinya dalam lima tahun sejak menyelesaikan masa hukumannya di penjara, Setnov juga tidak boleh memilih atau dipilih atau menduduki jabatan publik.

4. Lebih ringan dari tuntutan Jaksa

Hukuman penjara Setya Novanto sendiri sebenarnya lebih ringan dari tuntutan yang diberikan oleh Jaksa Penuntut Umum. Jaksa sebelumnya mengajukan tuntutan penjara selama 16 tahun untuk Setnov. Hal ini didasari karena Jaksa menilai Setnov terbukti melakukan tindak pidana korupsi dalam proyek E-KTP.

5. Penolakan permohonan justice collaborator

Sebelumnya Setnov sempat mengajukan permohonan  justice collaborator, agar hukumannya mendapatkan keringanan. Namun Setnov dianggap tidak memenuhi syarat sebagai saksi pelaku yang bekerjasama dengan penegak hukum. Hal ini karena sesuai ketentuan perundangan, pemohon justice collaborator haruslah seorang pelaku tindak pidana yang mengakui perbuatan dan memberikan keterangan signifikan untuk mengungkap pelaku lain yang lebih besar.

6. Tanggapan Setya Novanto

Setelah mendapatkan putusan tersebut Setya Novanto memberikan respon dan tanggapan bahwa dirinya terkejut mendengar putusan tersebut. Menurut Setnov putusan yang didakwakan dan disampaikan tersebut harus dipertimbangkan karena tidak sesuai dengan persidangan yang ada. Namun, Setnov tetap menghargai dan menghormati apapun putusan hakim, dan meminta waktu untuk mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya.

Inilah babak akhir dari drama Setya Novanto dalam kasus mega korupsi E-KTP. Apakah drama ini akan berakhir sampai disini, ataukah drama akan terus berlanjut? Mungkin ini akan menjadi keputusan dari Setnov dalam mengambil jalan atau langkah selanjutnya. Terlepas dari itu, kasus korupsi E-KTP yang konon juga melibatkan banyak orang, harusnya terus digali lebih dalam agar semua orang yang terlibat dalam kasus ini mendapatkan hukumannya. Sehingga menjadi efek jera bagi para pelaku dan membantu mengentaskan korupsi dari urat nadi negeri kita tercinta ini.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Ojik
"masa muda masa yang berapiapi."
3.1 KSHARES