Keren! 7 Guru dari Indonesia Dapat Beasiswa untuk Belajar Menjadi Astronot di Amerika!

11 Oktober 2017
|Romlah Sundari
Indonesiaku
0SHARES

Salah satu pekerjaan yang banyak diimpikan oleh anak-anak, baik di luar negeri maupun di Indonesia sendiri, adalah menjadi penjelajah luar angkasa atau astronot. Pekerjaan ini menjadi sangat menarik di mata anak-anak yang masih sangat imajinatif dan bebas. Coba bayangkan, pasti menyenangkan sekali bukan jika kita berkelana dengan pesawat luar angkasa menyusuri planet-planet dan merasakan melayang-layang dalam ruang luas tanpa gravitasi? 

Namun, pada perkembangannya, semakin anak bertumbuh dewasa, cita-cita menjadi astronot akan semakin ditinggalkan. Pasalnya, mereka kemudian menyadari bahwa di Indonesia tidak ada lembaga seperti NASA yang bertugas meneliti dan menjelajah luar angkasa sehingga orang dewasa di sekeliling mereka tidak ada yang berprofesi sebagai astronot dan mampu menjadi acuan mereka dalam bermimpi. Selain itu, pekerjaan sebagai astronot tidak hanya menuntut seseorang untuk memiliki fisik yang baik, namun juga keahlian khusus di bidang-bidang ilmu alam tertentu, seperti fisika, kimia, dan biologi. Karena itulah, astronot bukan sekadar astronot, melainkan juga seorang ilmuwan atau peneliti.

Indonesia sendiri pernah memiliki dua orang yang hampir saja mendapat kesempatan menjadi astronot dan menjelajah luar angkasa, yaitu Pratiwi Sudarmono, seorang ahli mikrobiologi asal Indonesia, dan Rizman Adhi Nugraha, pemenang perlombaan yang digelar oleh AXE dan berhadiah perjalanan ke luar angkasa. Akan tetapi, kedua astronot ini gagal berangkat karena kendala-kendala tertentu. Setelah itu, tidak ada lagi calon astronot dari Indonesia yang terlihat.

Melihat fakta tersebut, Honeywell, sebuah perusahaan penyedia barang komersial dan sistem aeronautika asal Amerika ini berupaya untuk menginspirasi dan membangkitkan kembali semangat anak Indonesia untuk menjadi astronot. Cara yang ditempuh Honeywell adalah dengan memberikan beasiswa bagi guru-guru di Indonesia untuk menempuh pelatihan intensif terkait ilmu yang dibutuhkan seorang astronot dan simulasi terkait kehidupan di luar angkasa. Guru-guru ini dianggap dapat memberi inspirasi bagi anak didik mereka untuk terus mengejar cita-cita menjadi seorang astronot meskipun mungkin di Indonesia belum ada lembaga penelitian luar angkasa seperti NASA.

Dari sekian banyak guru dari berbagai wilayah di Indonesia yang mendaftar untuk mengikuti program beasiswa dari Honeywell ini, terpilih tujuh orang guru yang akhirnya akan menerima pelatihan menjadi astronot dari Honeywell. Ketujuh orang guru ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Lampung, Jakarta, Salatiga, hingga Bogor dan Surabaya. Selama satu minggu guru-guru ini akan menjalani pelatihan intensif dalam program Honeywell Educators at Space Academy (HESA). Pelatihan ini akan mengenalkan guru-guru Indonesia kepada ilmu Sains, Teknologi, Teknik dan Matematika (STEM) yang dibutuhkan sebagai dasar bagi seorang calon astronot. Honeywell berharap akan muncul berbagai inovasi teknologi terkait bidang STEM dari Indonesia ke depannya.

Hmm, program HESA ini sangat menarik, ya. Semoga guru-guru yang telah mengikuti program ini dapat benar-benar menginspirasi murid-muridnya untuk terus menggeluti bidang STEM dan mewujudkan mimpi menjadi astronot, ya. Karena menjadi astronot itu bukan hanya keren saja, namun penelitian luar angkasa juga dapat memberi banyak manfaat bagi umat manusia di kemudian hari!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES