Kenapa sih Kita Harus Menyalakan Lampu Motor Saat Siang Hari? Ternyata Begini Alasannya!

17 Desember 2017
|Mohammad Syahrial

Nyalain lampu motor saat berkendara di siang hari kadang bikin bingung sendiri, gak dinyalain ditilang polisi, dinyalain sayang aki. Lagian buat apa ya nyalain lampu pas siang-siang? Apalagi siangnya lagi cerah dan sinar matahari lagi terang-terangnya. Jangankan jalan raya yang lega, kolong bangku aja jadi terang. Nah ini disuruh nyalain lampu motor yang jangkauan cahayanya cuma minim pas matahari lagi terang-terangnya. Kan jadi ngerasa turut serta dalam pemborosan energi.

Entah tepat atau nggak tepat aturan ini, tapi yang jelas kita butuh tahu dan diberi tahu mengenai alasan dibalik aturan menyalakan lampu kendaraan bermotor ketika siang hari. Siapa tahu, dibalik aturan yang bikin boros ini ternyata menyimpan manfaat yang nantinya berperan penting bagi kesejahteraan rakyat Indonesia, dan melestarikan alam raya agar dapat dinikmati anak cucunya anak cucu kita nanti. Maka dari itu, kali ini Yukepo bakal ngasih tau alasan aturan ini diterapkan bagi kita para riders. Penasaran? Oke, langsung aja deh kepoin.

Pada tahun 2009, keluar aturan dalam bentuk Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 107 yang mengharuskan pengendara sepeda motor untuk menghidupkan lampu motor di siang hari. Kebijakan tersebut sempat menimbulkan pro dan kontra di kalangan pengguna motor. Mereka beranggapan menyalakan lampu motor pada siang hari sama saja memperpendek usia aki dan bohlam.

Tapi bila dikaitkan dengan keselamatan, menyalakan lampu motor utama di siang hari atau biasa dikenal daytime running light (DRL) bisa mengurangi potensi kecelakaan. Data mencatat jumlah kecelakaan lalu lintas melibatkan sepeda motor merupakan yang tertinggi dibanding sarana transportasi lain. Penyebab kecelakaan tertinggi adalah faktor manusia.

Jika kita melihat dari sisi pengendara mobil, mereka paham betul manfaat dari aturan tersebut. Karena pengendara mobil merasakan keuntungan dari bias cahaya lampu motor saat sedang mengendarai mobil. Baik ketika melihat motor yang datang dari arah berlawanan atau melalui spion.

Saat siang hari yang sangat terang, membuat mata kita seakan terbiasa melihat benda-benda sekitar. Ketika kita melihat ada kilasan atau sinar cahaya pada saat seperti itu, membuat perhatian kita mengarah ke cahaya tersebut. Hal inilah yang menjadi dasar mengapa menyalakan lampu kendaraan pada siang hari perlu dilaksanakan.

Contohnya, saat akan menyalip di kecepatan 60 km/jam, mata kita harus dapat melihat benda atau kendaraan dengan jarak 220 meter di depan kita. Lebih dekat dari itu, respon kita akan melambat saat melihat benda-benda yang ada di sekitar kita. Jika dibantu dengan menghidupkan lampu motor pada siang hari, maka akan sangat membantu kita melihat dari jauh kendaraan yang datang dari arah depan, samping, juga belakang.

Dalam ilmu Fisika dijelaskan bahwa kecepatan cahaya lebih cepat dari kecepatan suara. Pengemudi mobil, dengan kaca tertutup, menyalakan tape dengan suara yang cukup keras, pengemudinya akan lebih lambat merespon jika hanya melihat kendaraan di sekitarnya yang tidak menyalakan lampu, juga tetap lebih lambat jika hanya dengan mendengar klakson ketimbang melihat kendaraan yang menyalakan lampunya. Maka itu, program DRL ini sangat membantu pengemudi mobil dan pengendara motor untuk dapat melihat keberadaan sepeda motor lain di belakangnya atau di depannya.

Jadi begitulah alasan di balik aturan yang tampaknya absurd tersebut. Pantas saja kita disuruh nyalain lampu motor pas siang-siang. Baik juga sih alasannya, dan kita masyarakat Indonesia kan emang sudah terbiasa “ambil hikmahnya aja”, jadi ya mari kita ambil saja hikmahnya, bung!


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Mohammad Syahrial
Gak Punya Quote Nih!
SHARES