Kenapa Hari Raya Umat Islam Disebut Lebaran? Berikut Penjelasannya

293SHARES

Setelah berpuasa selama sebulan penuh, umat muslim di seluruh penjuru dunia akan merayakan sebuah hari perayaan dengan nama Hari Raya Idul Fitri atau Lebaran. Di hari yang fitri itu, masyarakat Indonesia pada khususnya biasanya akan melakukan beberapa ritual, seperti bermaaf-maafan, sungkem kepada orang tua, makan opor, dan sebagainya. Namun, taukah kamu kenapa hari raya umat Islam disebut dengan kata “Lebaran?”

Berdasarkan pada artikel karya M.A. Salmun yang dimuat dalam majalah Sunda tahun 1954, kata "Lebaran" berasal dari tradisi agama Hindu yang memiliki makna ‘usai’, ‘sudah’, atau ‘selesai’ yang dalam agama Islam sendiri berarti ‘sudah selesai berpuasa’. Menurut sejarah, ada kemungkinan istilah tersebut digunakan oleh para wali agar masyarakat Indonesia yang baru memeluk agama Islam pada waktu itu tidak merasa asing dengan hari perayaan umat Islam ini. Seperti yang tercatat dalam sejarah, mayoritas agama yang dianut oleh masyarakat Indonesia pada zaman dahulu adalah agama Hindu. Setelah Islam masuk ke Nusantara, barulah masyarakat Indonesia berbondong-bondong memeluk agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW ini. 

Selain itu, ada pula yang menyatakan bahwa kata “Lebaran” berasal dari bahasa Jawa “wis bar” yang bermakna ‘sudah selesai’. Kata “bar” itu sendiri berasal dari kata “lebar” yang bermakna 'selesai'. Sebenarnya, ada lagi kata dalam bahasa Jawa yang memiliki makna ‘selesai’. Kata tersebut adalah kata “bubar”. Kedua kata tersebut sama-sama digunakan oleh masyarakat Jawa, akan tetapi karena bahasa Jawa itu memiliki undak usut bahasa, maka kata “bubar” lebih sering digunakan oleh masyarakat pada umunya, sedangkan kata “lebar” lebih sering digunakan oleh masyarakat Jawa kalangan priyayi (bangsawan).

Akan tetapi, pada kenyataannya, masyarakat Jawa sendiri lebih sering menggunakan istilah sugeng riyadin daripada kata “Lebaran” itu sendiri. Malahan, kata “Lebaran” itu lebih lekat dengan masyarakat Betawi daripada masyarakat Jawa. Menurut mereka, kata “Lebaran” itu berasal dari kata “lebar” yang bermakna ‘luas’. Jadi, masyarakat Betawi menganggap bahwa kata “Lebaran” itu bermakna gambaran keluasan hati atau kelegaan hati setelah saling bermaaf-maafan satu sama lainnya. 

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi kelima, kata”Lebaran” memiliki makna ‘hari raya umat Islam yang jatuh pada tanggal 1 Syawal setelah selesai menjalankan ibadah puasa selama bulan Ramadan’. Dengan kata lain, Pusat Bahasa sendiri masih kesulitan untuk mencari asal-muasal serta makna sebenarnya dari kata tersebut.

Terlepas dari itu semua, umat Islam sebentar lagi akan merayakan hari Lebaran mengingat puasa Ramadan yang tinggal menghitung hari. Namun, pada dasarnya, saling bermaaf-maafan itu gak perlu harus nunggu Lebaran tiba. Jika kamu punya salah kepada seseorang atau bahkan kepada orang tua, segeralah meminta maaf dari sekarang. Biar hidup kamu jadi berkah. Selamat berlebaran ya.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
293SHARES