Kenapa Bandung Bisa Disebut Sebagai Paris van Java?

14 Juli 2017
|Atik Kencana S.
0SHARES

Bandung sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat ini memang menjadi salah satu kota besar di Indonesia. Bandung juga memiliki ragam daya tarik bagi para wisatawan, mulai dari wisata pemandangan, wisata belanja, hingga wisata kuliner. Tak heran Soekarno sampai membawa rekan-rekannya untuk menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika pada tahun 1955. Saat itu Soekarno seakan memperkenalkan salah satu kota terindahnya di mata dunia.

Namun sebelum Indonesia merdeka, Kota Bandung memang sudah menjadi daya tarik tersendiri bagi orang Belanda. Hingga akhirnya kota yang terkenal dengan perempuan cantiknya ini dijuluki sebagai “Paris van Java”. Tapi apa ya alasannya kenapa kota ini diberi julukan demikian? Yuk langsung kepoin aja bareng YuKepo!

Merujuk pada laman Historia, sebutan “Paris van Java” ini memang pertama kali dipopulerkan oleh orang-orang Belanda. Kemungkinan yang mempopulerkan sebutan ini adalah Roth, seorang Yahudi Belanda, demi memopulerkan dagangannya di pasar malam tahunan (Jaarbeurs) pada dekade 1920-an. Hal tersebut memang berkesinambungan dengan keadaan Kota Paris yang menjadi pusat mode dunia. Sehingga pencatutan nama “Paris” menjadi tempat untuk menarik orang datang ke pasar malam tersebut. 

Bandung pada dekade 1920-an disandingkan dengan Kota Paris memang berdasarkan suatu alasan. Pesatnya perkembangan mode di Kota Paris beriringan dengan antusiasme kalangan orang kaya di Bandung dalam hal kesenian. Di dekade tersebutlah berkembang seni arsitektur yang menerapkan konsep 'art deco' pada hampir semua bangunan di Bandung. Contohnya seperti Gedung Savoy Homan dan Gedung Hotel Preanger.

Bukan hanya soal karya seni arsitektur, perkembangan mode di Bandung memang meningkat tajam pada tahun 1900-an. Hal tersebut diperparah oleh berdirinya sebuah toko mode yang bernama Aug. Hegelsteens Kledingmagazijn yang terletak di Jalan Braga. Berkat toko ini, orang-orang kaya di Bandung menjadi lebih terkini soal mode. Kemudian toko tersebut menjadi semakin terkenal hingga berganti nama yang lebih “Paris” yaitu Au Bon Marche Modemagazijn yang berdiri pada tahun 1913. Di masa kejayaan toko ini, tren mode terbaru di Paris akan diluncurkan juga di sini.

Pusat mode Au Bon Marche ini dikenal sebagai toko paling bergengsi pada saat itu, dibuktikan dengan setiap iklan yang mereka pasang di majalah ternama. Di toko ini juga banyak menawarkan mode dengan bahan sutera yang mampu menambah kesan anggun dan elegan bagi siapa pun yang menggunakannya. Mengenai harga, sudah pasti tidak semua orang bisa menjangkau harga di toko ini. Hanya orang ‘tajir’ saja yang mampu menjangkaunya. Padahal hal ini bertolak belakang sekali dengan nama tokonya, 'bon marche' yang berarti belanja murah meriah.

Nah itulah tadi bagaimana kisahnya Kota Bandung hingga bisa dijuluki sebagai “Paris van Java”. Hal tersebut memang didasari oleh meningkatnya selera penduduk Bandung (baik pribumi maupun Belanda) dalam hal seni, termasuk mode. Memang terbukti sih, hingga kini Bandung masih menjadi salah satu pusat mode terbesar di Indonesia. Kalau pergi ke Bandung memang tidak akan lengkap tanpa wisata belanja. Ya kan?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
0SHARES