Kehidupan Perempuan Zaman Dulu Ini Bikin Kamu Bersyukur Hidup di Zaman Sekarang

15 Juli 2017
|Atik Kencana S.

Kadang sebagai perempuan kita suka gak bersyukur tentang apa yang udah kita dapatkan. Apalagi hal tersebut memang sudah berhasil diperjuangkan oleh para perempuan di zaman dulu demi kepentingan para perempuan di zaman sekarang. Sebel sih, namun namanya juga manusia. Pasti gak pernah ada puasnya deh. Apalagi perempuan. Ya gak? Hayo ngaku.

Contohnya nih ya, di zaman sekarang ini kita suka menyepelekan pekerjaan perempuan. Seperti tugas merawat anak, merawat rumah, mempersiapkan kebutuhan suami, dan lainnya. Namun, memang sebenarnya itu adalah kodrat perempuan. Belum lagi kini banyak perempuan yang lebih memikirkan untuk menikah muda tanpa memedulikan status pendidikan. Padahal, perempuan zaman dulu hampir dikatakan mustahil untuk mendapatkan akses pendidikan formal dengan alasan “dapur, sumur dan kasur”. Sayang banget kan?

Nah, kali ini YuKepo mau bahas mengenai betapa beruntungnya para perempuan (terutama di Indonesia) yang hidup di zaman sekarang. Kalau mau coba hidup di zaman dulu, yakin deh gak akan kuat. Penasaran? Yuk langsung aja kepoin!

1. Perempuan harus selalu ada di rumah

Beda banget dengan keadaan sekarang, perempuan di zaman dulu, baik yang sudah menikah atau pun belum, harus selalu berada di dalam rumah. Gak ada kesempatan deh buat "hang out" sama temen sebaya. Mereka disuruh fokus buat ngurus rumah dan dapur. Soal mencari uang, itu urusan suami. Perempuan gak usah ikut campur.

2. Perempuan zaman dulu wajib ngurus dapur

Salah satu ciri perempuan idaman pada zaman dulu adalah pinter masak. Hal tersebut yang menjadi nilai jual paling tinggi di mata para lelaki. Perempuan yang gak bisa masak hanya akan menyusahkan kehidupan berumah tangga. Makanya sedari kecil, perempuan zaman dulu memang sudah harus jago soal urusan dapur. 

3. Urus suami dan anak adalah kewajiban tanpa adanya asisten rumah tangga

Zaman dulu, agensi asisten rumah tangga kayaknya gak akan laku deh. Soalnya semua urusan rumah harus, wajib, kudu, dan mesti dilakukan sendiri oleh perempuan (istri). Suami yang cari uang di rumah, sang istrilah yang bertanggung jawab untuk mendidik anak, mengurus rumah, dan segala tetek bengeknya. Boro-boro kepikiran buat nyari kerjaan sampingan.

4. Sekolah? Duh itu khusus laki-laki

Masih ingat kan tentang kisah R.A. Kartini yang berjuang untuk mendapatkan akses pendidikan, namun dilarang oleh orang tuanya? Nah, itulah yang terjadi pada perempuan zaman dulu. Sekolah hanya diperuntukkan bagi para lelaki. Perempuan tugasnya di rumah aja, belajar masak dan menjahit. Sedih ya?

5. Perempuan haram mencampuri urusan suami

Nah, mungkin karena pada zaman dulu perempuan dianggap bodoh sebab tidak sekolah, pendapat mereka suka dipandang sebelah mata oleh kaum adam. Haram hukumnya untuk ikut campur masalah suami. Padahalkan, hidup sebagai pasangan harus mampu saling mengisi, nah kalau perempuan gak pernah diminta pendapatnya, mau gimana? Otomatis gak punya pilihan lain dong selain “ngangguk” aja?

6. Suami mau salah atau benar pokoknya nurut aja deh

Menyambung hal di atas, perempuan memang tidak pernah diberi kesempatan untuk memberikan pendapat atau beragumentasi dengan suami. Perempuan harus rela diperlakukan apa saja. Nurut aja deh pokoknya. Kalau melanggar suami walaupun salah, mereka akan dianggap sebagai perempuan durhaka dan bisa mencemari nama baik keluarga. Ngeri ya?

7. Perempuan harus mau dijodohkan dengan lelaki pilihan orang tua

Duh, ngomongin perjodohan jadi ingat novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer. Dalam novel tersebut diceritakan mengenai si Gadis Pantai yang mau gak mau dan suka gak suka untuk mengiyakan kemauan orang tuanya yang ingin menjodohkannya dengan seorang Bendoro. Padahal, saat itu Gadis Pantai baru berusia belasan, malah belum pernah menstruasi. Hal tersebut memang dilakukan untuk mengangkat derajat dan martabat keluarga Gadis Pantai yang hanya berasal dari keluarga nelayan miskin. Nah, ternyata banyak kisah yang menyerupai Gadis Pantai di zaman dulu. Beruntunglah sekarang kita sudah dibebaskan dari perjodohan ini. Walaupun mungkin masih ada yang merasakan.

Gimana? Mau bersyukur gak dengan kehidupan perempuan di zaman sekarang ini? Kodrat perempuan memang untuk merawat keluarga dan mematuhi suami. Tapi, tetap harus disesuaikan dengan kondisinya dong? Tenang aja, perempuan zaman sekarang sudah pintar-pintar kok. Tapi, jangan sampai menyalahi kodrat ya?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
SHARES