Kawasan Pecinan yang Ada di Indonesia Ini Bukti Toleransi Antaragama

27 April 2017
|Monica Petra
0SHARES

Pecinan alias china town adalah suatu kawasan di suatu kota, yang khusus didiami oleh penduduk asli atau keturunan Tionghoa. Biasanya di setiap kota, di setiap negara, sudah memiliki yang namanya China Town ini. Masyarakat yang mendiami tempat ini, mereka masih mempertahankan budaya, yang terlihat pada rumah-rumah dengan nuansa oriental dan jajanan kuline alias street food yang biasanya ramai di malam hari. 

Nah, buat kamu yang belum tau seperti apa pecinan itu, bisa deh jalan-jalan ke kawasan pecinan yang ada di Indonesia. Berikut ini YuKepo udah bikin rangkumannya. 

1. Kya-kya, Surabaya

Kawasan ini terletak di Jalan Kembang Jepun. Di sini ada dijual berbagai macam makanan baik khas Tionghoa maupun Surabaya. Kamu bisa mengunjungi kelenteng Hok An King yang adalah satu-satunya kelenteng Dewa Makco yang ada di kota ini. Dalam bahasa Hokkian "kya-kya" berarti jalan-jalan. 

2. Sudiroprajan, Solo

Di sini kamu bisa mengunjungi kelenteng Tien Kok Sie yang didirikan pada tahun 1754. Yang menarik, kampung Sudiroprajan ini penduduknya bukan hanya etnis Tionghoa tetapi juga etnis Jawa dan jumlahnya hampir sama. Kerukunan di sana amat terasa terutama pada acara Grebeg Sudiro yang berlangsung setiap tahun. Yaitu untuk menyambut Imlek tetapi merupakan percampuran 2 budaya tersebut.   

3. Pasar Semawis Semarang

Pasar Semawis adalah pasar malam yang bisa kamu jumpai di Gang Warung Semarang. Berbagai makanan ada di sini, mulai dari yang mengandung babi sampai nasi gudeg, bakmi jawa juga ada. Pasar Semawis bahkan disebut-sebut sebagai pusat jajanan street food terpanjang yang ada di Kota Lama Semarang.

4. Kota Lama, Jakarta

Di sini kamu bakal melihat perpaduan budaya Tionghoa dengan Betawi. Salah satunya adalah tari Cokek. Juga kamu bisa menemukan masjid-masjid dengan nuansa oriental. Kawasan ini juga dikenal dengan sebutan Little Netherland. Pecinan di Jakarta cukup luas mulai dari Jakarta Barat (Kota Tua Jakarta, Glodok, hingga ke arah Tangerang),  lalu Jakarta Pusat (ada Pecenongan, Pasar Baru, Harmoni), serta Jakarta Utara (Pluit dan Kelapa Gading).

5. Nagoya, Batam

Kawasan pecinan di Batam bisa kamu temukan di Nagoya Hill. Banyak warga Tionghoa yang berdomisili serta membuka usaha di sini. Batam sendiri dikenal dengan julukan segitiga emas ASEAN bersama dengan Malaysia dan Singapura. Di sini juga merupakan kota perdagangan bebas untuk segitiga emas ASEAN. Itulah sebabnya, tidak heran jika mayoritas penduduk di sana adalah Tionghoa.

6. Tanjung Pinang, Riau

Mayoritas penduduk di sini adalah Tionghoa dan Melayu. Di sini terdapat vihara Bahtera Sasana yang terkenal dengan naganya yang unik. Di dalam vihara ini pula ada Patung Dewi Kwan Im yang dibangun tahun 1857. Untuk jajanan kuliner, kamu bisa datang ke Akau Potong Lembu, salah satu jajanan street food terbaik di Indonesia lho. 

7. Singkawang

Setiap tahun, masyarakat Tionghoa di Singkawang merayakan Cap Go Meh dengan sangat meriah. Bahkan kabarnya merupakan festival Cap Go Meh terbesar di Asia Tenggara dan menarik perhatian para turis mancanegara. Singkawang merupakan kawasan pecinan terbesar di Indonesia dan dijuluki dengan nama Kota Seribu Kelenteng. 

Membaca artikel tentang pecinan di Indonesia, tentu membuat kamu bangga dong menjadi warga Indonesia. Pasalnya, kita sangat kaya dengan budaya karena masyarakat kita sangat majemuk. Namun, biarlah itu semua nggak membuat kita terpecah-belah melainkan semakin bersama dan belajar memahami satu sama lain dengan lebih lagi. Buat kamu yang belum pernah mampir ke kawasan pecinan, sekarang saatnya untuk jalan-jalan. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Monica Petra
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES