Kampung Madras, Bukti Kebinekaan dan Kekerabatan Indonesia dengan India

12 Juli 2017
|Atik Kencana S.

Rasanya, sekarang ini sebagai bangsa Indonesia kita bisa dikatakan bodoh apabila tidak memahami soal kebinekaan. Pasalnya memang sejak sebelum berdirinya negara ini, perbedaan satu hal dan lainnya memang sudah tumbuh subur. Jadi akan terlihat bodoh sekali apabila di zaman sekarang ini kita mempermasalahkan tentang perbedaan yang sudah terjalin sekian lama tersebut.

Indonesia memang menjadi salah satu negara yang paling terbuka dengan budaya yang lain. Asalkan tidak mengganggu tatanan budaya yang sudah ada, mungkin bisa-bisa saja. Seperti yang terjadi di Medan, Sumatera Utara. Di sana terdapat sebuah distrik yang ditempati oleh sekelompok orang (keturunan) India. Bukan maksud untuk menjajah dan merugikan satu dan lainnya, mereka hidup rukun berdampingan dengan masyarakat asli Medan sana.

Kawasan tersebut adalah Kampung Madras yang berlokasi di Jalan Zainul Arifin, Kota Medan. Terletak di antara dua kecamatan, Kecamatan Medan Petisah dan Kecamatan Medan Polonia, tentunya menjadi pemandangan yang unik di sudut kota. Mungkin saat berada di Kampung Madras ini kita gak akan sadar kalau sedang ada di Medan, soalnya suasananya India banget.

Bukan hanya penduduknya yang kebanyakan merupakan orang keturunan India, bangunan dan budaya di kampung ini memang bisa dikatakan sama persis dengan yang ada di India. Gak heran kalau kampung ini diberi julukan sebagai ‘Little India Medan' kan? Soalnya apa yang dilakukan orang India di kampung halamannya, dilakukan juga di sini.

Ketika berkunjung ke kampung ini kita bisa melihat banyaknya ibu-ibu yang menggunakan baju khas India, yakni Sari. Para pria juga masih banyak yang menggunakan penutup kepala semacam sorban khas India. Riasan Bindi (bulatan merah di dahi) dan Sindoor (tanda merah di belahan rambut atas) juga masih sering digunakan oleh penduduk Kampung Madras ini. Nah, tentu saja pemandangan seperti ini akan jarang ditemukan di belahan Indonesia lainnya. Kalau di Pasar Baru mungkin ada beberapa kali ya?

Tidak hanya mengenai penampilan yang mereka pertahankan, tradisi-tradisi hari besar India juga kerap dirayakan di tempat ini. Mulai dari perayaan Holi hingga Deepavali. Nah pada saat diselenggarakannya festival tersebutlah yang mampu menarik wisatawan untuk berkunjung ke sana. Tidak hanya menonton, para wisatawan malah kadang ikut serta dalam perayaan tersebut. Menurut penduduk setempat, tidak ada alasan untuk menutup diri dari penduduk pribumi maupun wisatawan. Mereka juga tidak pernah membatasi “pihak luar” untuk ikut serta dalam tiap perayaan. 

Para penduduk Kampung Madras memang tetap Warga Negara Indonesia (WNI). Mereka memiliki jiwa nasionalisme yang sama dengan WNI lainnya. Mereka juga tetap merayakan hari kemerdekaan Indonesia. Perayaan hari besar India yang mereka lakukan hanyalah demi mempertahankan tradisi yang sudah dilakukan oleh nenek moyang. 

Kebinekaan yang dimiliki Indonesia memang harusnya semakin dipupuk demi terciptanya pengamalan nilai-nilai Pancasila demi kepentingan bernegara. Semakin berkembangnya peradaban, bukan lagi saatnya untuk meributkan mengenai perbedaan, yang harus dipikirkan adalah bagaimana untuk mencapai keselarasan dalam perbedaan. Malu dong sama negara lain, mereka aja udah mikirin gimana caranya pindah dari bumi, sedangkan kita hanya diributkan oleh masalah perbedaan. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
SHARES