Kaki Bocah Dirantai Karena Menolak Mengemis, Inilah 7 Fakta Miris Pengemis di Indonesia!

17 Januari 2018
|Muhammad Sidiq Permadi
3.3 KSHARES

Warganet dibuat heboh dengan pemberitaan mengenai kaki seorang bocah berusia 11 tahun yang dirantai oleh ayah tiri dan ibu kandungnya sendiri. Kaki bocah tersebut dirantai lantaran tidak mau menuruti perintah dari orang tuanya untuk mengemis. Untungnya, bocah tersebut berhasil kabur dari rumah dan melarikan diri ke rumah salah seorang anggota polisi. Kejadian miris tersebut menimpa ZR, seorang bocah yang tinggal di Kecamatan Padang Utara, Sumatra Barat. Saat ini, ia dititipkan di unit PPA Satreskrim Polresta Padang dan petugas akan segera melakukan penyelidikan terhadap orang tua ZR.

Kejadian ini sontak membuka mata kita akan kehidupan dari para pengemis Indonesia. Mungkin, ketika kita melihat ada anak kecil atau bahkan masih balita tengah mengemis di lampu merah atau pinggir jalanan, hati kita terkadang merasa sedih dan tergugah. Terlebih jika yang mengemis itu adalah seorang kakek ataupun nenek yang notabene-nya sudah lebih uzur daripada kita sebagai para pemuda. Namun, di balik pakaian serta kegiatan mengemis mereka, ada beberapa fakta miris tentang kehidupan para pengemis di Indonesia yang mungkin akan membuat kamu berpikir dua kali sebelum ngasih duit ke mereka. Penasaran? Langsung aja kita kepoin bareng. Yuk, kepo!

1. Berpura-pura cacat

Banyak sekali pengemis melakukan sebuah kebohongan besar di mana bagian dari tubuh mereka dibuat seakan cacat. Entah di bagian tangan, kaki, ataupun bagian yang lainnya. Ini terungkap ketika dilakukannya razia oleh petugas dari pemerintah kota. Lebih ngeselinnya, mereka ini kebanyakan masih berada dalam usia produktif, namun mereka lebih memilih untuk mengemis!

2. Menggunakan obat tidur/bius

Pernahkah kamu melihat seorang ibu tengah menggendong seorang bayi yang tengah tertidur, baik yang berada di depan minimarket, di pinggir jalan, jembatan penyebarangan, ataupun di persimpangan? Tentunya hal tersebut membuat kamu iba bukan? Terlebih sang ibu terlihat memakai pakaian yang lusuh sambil menggendong buah hatinya.

Eits! Tapi, mulai sekarang kamu harus waspada karena kebanyakan dari para pengemis tipe tersebut sebenarnya telah melakukan kejahatan kepada sang bayi. Hal itu karena sang bayi yang telah terlebih dahulu diberikan obat tidur, bahkan dengan dosis yang cukup tinggi sehingga tidurnya pun terlihat sangat nyenyak. Ini dilakukan oleh mereka lantaran tidak mau tangisan dari sang bayi membuat ribet dan menghilangkan konsentrasi mereka dalam mengemis. Mengemis aja perlu konsentrasi, ya?

3. Berbagi peran

Kamu mungkin pernah juga melihat ada dua orang pengemis, yang satu merupakan seorang yang buta dan yang satu lagi merupakan penuntun dari orang yang buta tersebut. Nah, di sinilah mereka berbagi peran dan kedudukan. Pastinya, kamu akan merasa iba dan akan memberikan sebagian hartamu kepada mereka ketika melihat kondisi memilukan yang dialami mereka bukan? Nah, sehabis mendapatkan uang dari mengemis, mereka ini akan membagi hasilnya bersama.

4. Penghasilan lebih dari seorang manajer perusahaan

Kamu pasti pernah berpikir, kenapa sih orang-orang senang banget mengemis? Nah, ternyata penghasilan dari mengemis termasuk ke dalam kategori yang cukup menggiurkan, lho! Menurut data yang dibeberkan oleh petugas Suku Dinas Sosial Jakarta Selatan, para pengemis dapat mengumpulkan penghasilan hingga mencapai Rp1 juta setiap harinya. Kalau dipukul rata selama sebulan, penghasilan mereka selama sebulan berarti mencapai Rp30 juta! Lebih besar mana nih dibanding gajimu?

5. Eksploitasi anak

Sering kali kita melihat anak-anak kecil tengah meminta-minta di persimpangan ataupun di tempat keramaian. Ternyata, ada dalang di balik itu semua. Mereka pun sebenarnya tidak ingin melakukan pekerjaan ini. Namun, karena diancam oleh seorang bos pengemis, maka mau tidak mau mereka harus melakukannya dan menyetor hasil mengemis kepada bos pengemis tersebut. Ini termasuk ke dalam tindakan pengeksploitasian anak dan bisa terancam hukuman pidana, lho!

6. Sedikitnya ada 5 tempat yang disebut sebagai kampung pengemis

Dilansir dari laman Boombastis, tercatat setidaknya ada lima tempat yang dapat dikatakan sebagai kampung pengemis. Kelima tempat tersebut adalah Desa Pragaan Daya (Kab. Sumenep), Desa Panyindangan (Indramayu), Kampung Pengemis Pamekasan Madura (terdiri atas tiga dusun, yakni Dusun Pelanggaran Desa Branta Tinggi, Dusun Pandan Desa Panglegur dan Dusun Asem Manis Kecamatan Larangan), Desa Grinting (Bulakamba, Kab. Brebes), dan Kampung Kebanyakan (Kel. Sukawarna, Kec. Serang).

7. Tidak pernah berkurang

Meski sering kali dirazia, namun jumlah pengemis di Indonesia ini tidak pernah berkurang secara signifikan. Mereka tidak pernah kapok untuk melakukan profesi semacam ini. Mungkin karena penghasilan yang didapat cukup menggiurkan kali, ya. 

Itulah beberapa fakta terkait ‘profesi’ pengemis. Pemerintah pun tidak tinggal diam dengan keadaan seperti ini. Larangan untuk memberi uang kepada para pengemis dan pengamen pun sudah diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Buku ke-3 tentang Tindak Pidana Pelanggaran yang tercantum pada Pasal 504 dan 505. Jadi, kamu masih mau memberi uang gak kepada para pengemis? Daripada diberikan pada pengemis yang nantinya akan disetor juga pada 'mandor' mereka, lebih baik uangnya kamu sedekahkan pada yang benar-benar membutuhkan atau pada organisasi sosial yang program kerjanya tepat guna.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Muhammad Sidiq Permadi
"Linguistics - Semiotican"
3.3 KSHARES