Kabupaten Pamekasan, Sentra Pengemis yang Tersebar Hampir ke Seluruh Indonesia

news.okezone.com

Membahas keragaman yang ada di Indonesia memang gak akan ada habisnya. Sudah cukup banyak keanekaragaman budaya dan adat di sini, namun kurang lengkap rasanya kalau tidak membahas salah satu kampung unik yang lain daripada yang lain ini. Kampung unik yang ada di Madura ini memang kurang layak untuk dilestarikan. Mengingat hal yang membuat kampung ini berbeda adalah sesuatu yang tidak baik.

Kampung yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai pengemis ini sudah lama menjadi momok bagi pemerintah daerah dan pusat. Di tengah kondisi perekonomian Indonesia -terutama yang berada di daerah- memang belum berkembang dengan baik, muncul ide kreatif masyarakat di daerah ini untuk memiliki profesi sebagai tukang minta-minta. Penasaran dengan kampung ini? Yuk, langsung aja kepoin bareng YuKepo!

www.boombastis.com

Kabupaten Pamekasan, Madura, memiliki sebuah perkampungan yang unik lantaran mayoritas penduduknya mengambil profesi sebagai pengemis. Gak hanya menjadi pengemis di Pamekasan, bahkan di luar kota termasuk Jakarta. Dengan kondisi pengemis di Kabupaten Pamekasan yang semakin menjamur, Pemkab setempat justru tidak memiliki Perda Pengemis untuk menertibkannya. Sementara itu, payung yang selama ini digunakan untuk menertibkan para pengemis dan gelandangan (gepeng) hanyalah perda mengenai ketertiban umum.

Dilansir dari Sindonews, Bupati Pamekasan, Ahmad Syafii, mengutarakan bahwa pemerintah daerah sudah memberikan pembinaan terhadap para pengemis tersebut melalui Dinsosnakertrans setempat. Namun, karena tidak ada peraturan daerah yang jelas, mereka tetap mengemis lagi. Menurut Ahmad Syafii, Salah satu cara untuk menekan angka pengemis tersebut adalah masyarakat tidak lagi memberikan uang kepada pengemis agar di kemudian hari para pengemis tersebut jera dan lebih memilih untuk mendapatkan pekerjaan yang layak.

ngocehiseng.wordpress.com

Keberadaan kampung pengemis ini tentunya tidak ada begitu saja. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, kampung pengemis ini erat kaitannya dengan cerita rakyat yang berkembang. Dilansir dari Okezone, menurut Mausul Nasri, tokoh masyarakat Dusun Pelanggaran, Desa Branta Tinggi, Kecamatan Tlanakan, ada salah satu pemuka agama yang pindah dari Kabupaten Sumenep ke Pamekasan yang bernama Ki Moko. Suatu hari Ki Moko kedatangan tamu dari kerajaan yang berniat membeli hasil bumi yang melimpah dari desanya. Namun, warga setempat menolak untuk menjual hasil buminya kepada Ki Moko. Kemudian Ki Moko mengutuk para penduduk Dusun Pelanggaran yang akan hidup melarat di kemudian hari. Ternyata, kutukan tersebut betul terjadi. Inilah yang menjadi salah satu penyebab warga setempat menjadi pengemis.

www.tribunnews.com

Terlebih lagi di tahun 1960-an, desa ini sempat dilanda hama tikus yang menyerang tanaman. Akibat serangan tikus ini, warga terancam kelaparan. Kemudian warga berbondong-bondong pergi ke utara yang ditengarai sebagai daerah penghasil singkong. Mereka pergi ke sana untuk mengemis singkong, ada pula yang menukar garam dengan singkong.

Mausul menambahkan, setelah peristiwa tersebut, mengemis menjadi suatu hal yang wajar dan bahkan menjadi profesi masyarakat setempat. Selain itu, faktor ekonomi juga menjadi penyebab utama alasan mereka mengemis. Rata-rata area persawahan di dusun tersebut kering dan gersang. Akibatnya, lahan yang tersedia menjadi sulit untuk diolah karena sering kekurangan sumber air.

Nah itulah tadi sekilas mengenai kampung pengemis yang ada di Kabupaten Pamekasan, Madura. Keberadaan pengemis memang sebaiknya dihilangkan, namun pemerintah setempat sebaiknya memberikan solusi mengenai profesi alternatifnya. Kalau belum ada alternatif, tentunya para pengemis tersebut akan tetap mengemis sampai akhir hayatnya.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
JK Tulis Surat Cinta untuk Istrinya, Ternyata Begini Gaya Pacaran Indonesia Zaman Dulu!

JK Tulis Surat Cinta untuk Istrinya, Ternyata Begini Gaya Pacaran Indonesia Zaman Dulu!

Keren! Begini Jadinya Jika "Aku Sayang Kamu" di Terjemahkan dalam 15 Bahasa Lokal

Keren! Begini Jadinya Jika "Aku Sayang Kamu" di Terjemahkan dalam 15 Bahasa Lokal

Fakta Penerapan Syariat Islam di Aceh, Benarkah Kaum Perempuan yang Lebih Dirugikan?

Fakta Penerapan Syariat Islam di Aceh, Benarkah Kaum Perempuan yang Lebih Dirugikan?

7 Penanda Jalan Berlubang Ini Buktikan Indonesia Pintar Ubah Fakta Miris Jadi Komedi

7 Penanda Jalan Berlubang Ini Buktikan Indonesia Pintar Ubah Fakta Miris Jadi Komedi

Belum Kebagian Mahkota, Inilah Deretan Prestasi Perempuan Indonesia di Ajang Miss Universe

Belum Kebagian Mahkota, Inilah Deretan Prestasi Perempuan Indonesia di Ajang Miss Universe

Gak Hanya Apartemen, 7 Usulan Fasilitas DPR Ini Juga Ditolak Presiden dan Rakyatnya

Gak Hanya Apartemen, 7 Usulan Fasilitas DPR Ini Juga Ditolak Presiden dan Rakyatnya

loading