Jokowi Minta Universitas Adakan Jurusan Sosial Media, Kira-kira Seperti Apa Ya Mata Kuliahnya?

13 September 2017
|Romlah Sundari
0SHARES

Perkataan seorang presiden, meskipun hanya sebuah kelakar, tetap akan menarik perhatian nasional. Oleh karena itu, dalam pidato-pidatonya, presiden tidak boleh asal bicara. Setiap apa yang dikatakan akan menjadi sebentuk penyataan yang harus dapat dipertanggungjawabkan. Seperti ucapan Presiden Jokowi pada tanggal 11 September 2017 lalu dalam pidatonya di acara Dies Natalis ke-60 Universitas Padjajaran, Bandung. Dalam pidato tersebut, Jokowi mengucapkan usulan yang setengah bercanda. Beliau menyatakan bahwa seharusnya universitas-universitas di Indonesia memiliki fakultas baru yang mempelajari media sosial dengan jurusan meme dan animasi. Pernyataan ini sontak saja memecahkan tawa ribuan penonton yang berada di Graha Sanusi Hardjadinata tersebut.

Menurut Jokowi, sudah waktunya universitas di Indonesia berinovasi dengan berbagai jurusannya. Selama ini memang universitas di Indonesia jarang melakukan perubahan terhadap pilihan fakultas dan jurusannya. Padahal, menurut Jokowi, perubahan yang terjadi di dunia sangatlah cepat dan membutuhkan aksi serta tanggapan yang juga cepat dari dunia pendidikan. Media sosial menjadi salah satu yang menurut Jokowi dapat mengubah lanskap politik dan ekonomi negara serta dunia ke depannya. Oleh karena itu, ada baiknya jika universitas di Indonesia menanggapi perubahan ini dengan membuka program studi baru yang berfokus pada media sosial.

Hmm, jika usulan Jokowi ini ditanggapi dengan serius oleh akademisi, kira-kira apa saja ya yang akan dipelajari melalui program studi Medsos? Melalui penerawangan YuKepo, kira-kira sembilan mata kuliah ini nih yang akan dipelajari dalam program studi media sosial!

1. Kekuatan Media Sosial Indonesia (KMSI)

Hal paling mendasar yang dibutuhkan untuk mempelajari media sosial adalah dengan mengetahui terlebih dahulu apa pentingnya dan seberapa besarnya kekuatan media sosial dalam memengaruhi kehidupan sehari-hari. Karena kita berada di Indonesia, maka kekuatan media sosial di Indonesia menjadi basis dasar bagi kajian-kajian terkait media sosial lainnya.

2. Etika dalam Media Sosial (EMS)

Ini adalah mata kuliah yang sepatutnya menjadi mata kuliah wajib. Karena setiap mahasiswa yang belajar di prodi Media Sosial pasti merupakan pengguna media sosial pula dan setiap pengguna semestinya mengetahui etika dalam menggunakan media sosial sebagai sarana untuk mengekspresikan diri dan pendapat pribadi.

3. Psikologi Netizen (PN)

Jika kita perhatikan, yang membuat internet menjadi begitu menyenangkan dan candu adalah karena tingkah laku netizennya. Sering kali kita lebih terhibur oleh komentar netizen dibandingkan dengan konten dari postingan tersebut. Penasaran nggak sih dengan proses psikologis yang dialami oleh netizen? Bagaimana karakteristik psikologis netizen dan apa pola-pola yang ada dalam interaksi antarnetizen di dunia maya. Oleh karena itu, mata kuliah Psikologi Netizen ini menjadi mata kuliah yang penting untuk ada.

4. Metode Riset Media Sosial (MRMS)

Bicara tentang Big Data, media sosial menjadi salah satu sumber data yang cukup penting. Dari media sosial kita dapat mengetahui mengenai karakteristik dan minat suatu bangsa. Apa yang menjadi perhatian dan apa yang dianggap penting oleh masyarakat. Melalui media sosial kita juga dapat mengetahui pola konsumsi dan peluang pasar yang ada di suatu negara.

5. Pengantar Studi Selebriti Internet (PSSI)

Salah satu fenomena yang begitu lekat dengan kehadiran media sosial adalah munculnya selebriti internet. Orang-orang ini menjadi panutan atau role model dan dapat memengaruhi keadaan dan perilaku seseorang di media sosial maupun kehidupan nyata. Karena kemunculan selebriti internet ini menjadi bagian penting dalam studi media sosial, maka tidak ada salahnya jika ada mata kuliah terkait fenomena selebriti internet.

6. Kajian Fotografi Dasar (KFD)

Salah satu hal penting dalam media sosial adalah fotografi. Kemampuan fotografi dasar harus dimiliki oleh setiap pegiat media sosial. Karena fotografi atau gambar memiliki kemampuan yang hebat dalam menarik perhatian di antara ramainya informasi dalam media sosial sehingga konten menjadi lebih engaging dan tidak tenggelam begitu saja dalam arus informasi yang telah ada kini.

7. Pengantar Studi Estetika (PSE)

Sebuah konten yang memuat informasi tidak akan dapat muncul di antara jutaan informasi yang beredar jika tidak dilengkapi dengan estetika. Karena sebuah konten sangat bergantung kepada unsur estetis, baik berupa konten gambar, video, maupun tulisan untuk dapat mencuri perhatian netizen.

8. Analisis Dasar Instagram (ADI)

Jika mata kuliah di atas semua merupakan mata kuliah dasar yang tidak spesifik, maka seperti dalam program studi mana pun, akan ada kelas lanjutan yang bersifat lebih mendalam dan spesifik terhadap satu hal saja. Nah, dalam prodi media sosial, rasa-rasanya pasti dibutuhkan ilmu terkait analisis spesifik terhadap media sosial Instagram yang kini banyak memengaruhi kehidupan sehari-hari di Indonesia dan dapat berdampak besar terhadap kehidupan seseorang secara nyata.

9. Gerakan Politik Ekonomi Facebook (GPEF)

Facebook juga merupakan salah satu platform media sosial yang berdampak besar terhadap kehidupan bermasyarakat. Namun, jika Instagram lebih berdampak terhadap kehidupan seseorang secara personal, Facebook justru berdampak terhadap kehidupan bermasyarakat. Pasalnya, Facebook kerap digunakan untuk menjadi sarana pembangun suatu gerakan sosial, politik, maupun ekonomi. Oleh karena itu, rasanya diperlukan kajian lebih lanjut terkait munculnya berbagai gerakan melalui Facebook dan bagaimana Facebook dapat menjadi sarana penghimpun massa yang begitu efektif.

Gimana? Kamu tertarik untuk menuntut ilmu dalam prodi Media Sosial ini? Nanti kamu akan dapat gelar yang unik lho, yaitu Sarjana Media Sosial atau bisa disingkat menjadi SMS.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
0SHARES