Jelajah Pasar Apung Indonesia, Dari yang Tradisional Sampai yang Kekinian

14 Maret 2017
|Atik Kencana S.
0SHARES

Indonesia memang memiliki banyak sekali kawasan perairan. Entah itu laut, sungai, muara, bahkan kali. Makanya perlu banyak cara untuk menyiasati agar semua bisa dijangkau, walaupun harus di atas perairan. Perairan di Indonesia banyak juga digunakan sebagai sarana transportasi dan perdagangan yang sifatnya baik tradisional maupun modern.

Kali ini YuKepo mau bahas mengenai beberapa pasar apung Indonesia yang dulu sering kita lihat di televisi swasta dan menggambarkan seorang ibu yang mengacungkan jempolnya. Beneran ada gak sih pasar apung itu? Kalaupun ya, apa hanya sisa yang kekinian? Yang tradisionalnya masih ada gak ya? Nah biar gak penasaran, yuk langsung aja kita kepoin di bawah ini!

 

1. Pasar Muara Kuin, Kalimantan Selatan

Pasar apung Muara Kuin adalah salah satu pasar tradisional terapung di Indonesia yang letaknya di atas Sungai Barito atau lebih tepatnya di muara sungai Kuin. Pasar apung yang letaknya di Banjarmasin ini dimulai saat setelah shalat Subuh hingga setelah pukul 7 pagi.

Para penjual dan pembeli di sini masing-masing menggunakan sebuah perahu kayuh yang mereka sebut jukung. Uniknya, di pasar ini masih banyak terjadi sistem barter para penjual dan pembelinya. Sayangnya pasar ini sudah tidak ada lagi karena digantikan dengan banyak tumbuhnya pasar yang ada di darat.

2. Pasar Lok Baintan, Kalimantan Selatan

Pasar apung Lok Baintan atau yang lebih dikenal dengan Pasar apung Sungai Martapura ini terletak di desa Sungai Pinang, Banjar. Secara garis besar pasar apung ini tidak jauh berbeda dengan Pasar Muara Kuin. Pasar yang sudah ada sejak zaman Kesultanan Banjar ini banyak menjual hasil pertanian dan perkebunan.

Pasar ini dimulai pada pukul 06.00 hingga 09.30 WITA. Serupa dengan Pasar Muara Kuin, Pasar Lok Bintan ini juga tidak menempatkan uang sebagai alat transaksi utama, masih banyak yang menggunakan sistem barter di sini.

3. Pasar Siring Piere Tendean, Kalimantan Selatan

Pasar Apung Siring ini terletak di Sungai Martapura, tepatnya di Jl. P. Tendean yang dilaksanakan setiap minggu paki dari pukul 07.00 – 10.00 WITA. Pasar yang mulai beroperasi pada tahun 2013 ini merupakan salah satu program pemerintah Banjarmasin dalam program Giat Pasar Terapung.

Dengan diadakannya program ini, pemerintah berharap dapat mebuat pasar terapung di Banjarmasih lebih dekat dengan masyarakat. Pasar apung Siring ini merupakan menjadi salah satu ikon pariwisata Banjarmasin, mengingat banyaknya pasar apung tradisional yang sudah punah.

4. Pasar Terapung Langkat, Sumatera Utara

Pasar Terapung Langkat ini baru diresmikan oleh Bupati Langkat yaitu Yunus Saragih tepat pada tanggal 9 Februari 2009. Pasar apung ini terletak di Desa Pulau Sembilan Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Pasar apung yang berdekatan dengan perbatasan Provinsi Aceh ini sengaja dibuat untuk menjaga kestabilan harga penjualan ikan kerapu yang sedang merosot di pasaran. 

5. Pasar Ah Poong Sentul, Jawa Barat

Kalau mau nyobain belanja di pasar terapung gak usah jauh-jauh ke Kalimantan atau Sumatera nih. Udah ada juga gak jauh dari Jakarta yaitu di Sentul City, Bogor. Pasar yang diberi nama Pasar Ah Poong ini berada di tepi Sungai Cikeas. Gak hanya ada barang dagangan, di sini juga ada banyak restoran terapung yang menyajikan masakan nusantara dan mancanegara. Buruan datengin!

6. Pasar Apung Lembang, Jawa Barat

Gak terlalu jauh juga dari Jakarta ternyata ada pasar terapung di daerah Lembang Bandung. Pasar Apung di Lembang ini memiliki area seluas 7,2 hektar. Di pasar apung ini gak hanya konsep wisata yang ditonjolkan, tapi juga memadukan tempat bermain dan belajar. Pasar apung ini dibuka setiap hari pada pukul 08.00 hingga 21.00 WIB. Memang gak se-tradisional pasar-pasar apung di Kalimantan sih, cuma ya pasar apung ini wajib kamu kunjungi kalau penasaran banget sama suasana pasar terapung.

7. Pasar Apung Nusantara, Jawa Timur

Pasar Apung Nusantara berada di lokasi yang sama dengan tempat wisata Museum Angkut di Batu, Malang. Pasar yang berada di sebuah sungai buatan ini menjadi tempat istirahat bagi orang-orang yang kelelahan menjelajahi Museum Angkut. Pasar yang dibuka pada pukul 12.00 hingga 21.00 WIB ini tidak hanya menjajakan berbagai kuliner khas Indonesia, tapi juga menjajakan berbagai souvenir yang bisa dijadikan cinderamata untuk kerabat.

Oh ternyata memang banyak pasar apung yang ada di Indonesia ini. Mulai dari yang tradisional maupun yang kekinian. Sebaiknya sih yang tradisional gak usah dihilangkan, buat jadi ikon wisata aja seperti yang ada di Pasar Apung Siring. Berwisata sambil melestarikan budaya kan asyik juga.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
0SHARES