Jauh Sebelum Jack Ma, Tokoh Asing Ini Sudah Lebih Dulu Menjadi Penasihat Indonesia

30 Agustus 2017
|Atik Kencana S.
0SHARES

Baru-baru ini pendiri sekaligus Executive Chairman dari perusahaan raksasa Alibaba Group, Jack Ma, menerima tawaran sebagai penasihat Steering Committee Roadmap E-Commerce Indonesia. Kabar bahagia ini disampaikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, saat mendampingi Menteri Perekonomian, Darmin Nasution, untuk bertemu dengan bos Alibaba tersebut di Beijing, Selasa (22/8) lalu.

Dilansir dari laman Kompas, pertemuan ini sebagai tindak lanjut dari pertemuan yang terjadi antara Presiden Jokowi dengan Jack Ma di Hangzhou pada September 2016 lalu. Waktu itu presiden berbincang dengan Jack Ma mengenai ajakan untuk bergabung dengan tim penasihat Steering Committee Roadmap E-Commerce Indonesia. Dalam kunjungan ini, Jack Ma sudah menyetujui mengenai tawaran dari presiden tersebut. Namun, baru dilontarkan secara lisan.

Ternyata, jauh sebelum Jack Ma terlibat sebagai salah satu penasihat di Indonesia, ada juga tokoh luar negeri lain yang juga menjadi penasihat untuk Indonesia. Tentu saja bukan dalam bidang e-commerce, ya. Soalnya zaman dulu kan belum ada. Penasaran siapa tokoh asing tersebut? Yuk, langsung aja kita kepoin!

Merekrut tenaga ahli asing bukanlah suatu hal yang baru bagi pemerintah Indonesia. Pasalnya, pada tahun 1950-an, pemerintah Indonesia pernah meminta seorang ahli keuangan Jerman, Hjalmar Schacht, untuk memberikan formula agar dapat memulihkan kondisi perekonomian Indonesia yang masih saja terpuruk setelah pengakuan kedaulatan.

Dilansir dari laman Historia, Hjalmar Schacht pernah menjabat sebagai Presiden Reichsbank dan juga sebagai Menteri Ekonomi pada masa kepemimpinan Kanselir Adolf Hitler. Namanya melambung di dunia karena mampu menjinakkan hiperinflasi yang pernah melumpuhkan Jerman, memotong angka pengangguran, dan menstabilkan mark (mata uang Jerman). Setelah perang selesai, ia berkecimpung sebagai konsultan ekonomi dan keuangan pada beberapa Negara Dunia Ketiga, tak terkecuali Indonesia. 

Kepiawaian Schacht dalam dunia ekonomi memang bisa dibuktikan saat ia menjadi konsultan untuk Indonesia. Ia tiba di Jakarta pada tanggal 3 Agustus 1951. Selama tiga bulan, ia mempelajari materi-materi yang didapatkan dari beberapa kementerian, berdiskusi dengan pihak-pihak terkait, dan mengunjungi beberapa daerah. Laporan tersebut diselesaikan oleh Schacht pada 9 Oktober 1951. Tak berhenti di situ, Schacht juga memberikan saran-saran praktis demi mengembangkan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Saran tersebut kemudian dipakai dalam industri pertambangan yang dikenal sebagai kontrak bagi hasil produksi (production-sharing agreement). Kemudian Schacht juga mendorong banyak perusahaan Jerman untuk berinvestasi di Indonesia. 

Nah, itulah tadi tokoh asing yang pernah menjabat sebagai penasihat untuk Indonesia. Tentunya, keberadaan mereka menjadi salah satu penyegaran bagi Indonesia di bidangnya masing-masing. Untuk Jack Ma, semoga berhasil menumbuhkan gairah persaingan e-commerce di Indonesia.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
0SHARES