Jauh Sebelum Jack Ma, Tokoh Asing Ini Sudah Lebih Dulu Menjadi Penasihat Indonesia

historia.id

Baru-baru ini pendiri sekaligus Executive Chairman dari perusahaan raksasa Alibaba Group, Jack Ma, menerima tawaran sebagai penasihat Steering Committee Roadmap E-Commerce Indonesia. Kabar bahagia ini disampaikan langsung oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, saat mendampingi Menteri Perekonomian, Darmin Nasution, untuk bertemu dengan bos Alibaba tersebut di Beijing, Selasa (22/8) lalu.

Dilansir dari laman Kompas, pertemuan ini sebagai tindak lanjut dari pertemuan yang terjadi antara Presiden Jokowi dengan Jack Ma di Hangzhou pada September 2016 lalu. Waktu itu presiden berbincang dengan Jack Ma mengenai ajakan untuk bergabung dengan tim penasihat Steering Committee Roadmap E-Commerce Indonesia. Dalam kunjungan ini, Jack Ma sudah menyetujui mengenai tawaran dari presiden tersebut. Namun, baru dilontarkan secara lisan.

Ternyata, jauh sebelum Jack Ma terlibat sebagai salah satu penasihat di Indonesia, ada juga tokoh luar negeri lain yang juga menjadi penasihat untuk Indonesia. Tentu saja bukan dalam bidang e-commerce, ya. Soalnya zaman dulu kan belum ada. Penasaran siapa tokoh asing tersebut? Yuk, langsung aja kita kepoin!

en.wikipedia.org

Merekrut tenaga ahli asing bukanlah suatu hal yang baru bagi pemerintah Indonesia. Pasalnya, pada tahun 1950-an, pemerintah Indonesia pernah meminta seorang ahli keuangan Jerman, Hjalmar Schacht, untuk memberikan formula agar dapat memulihkan kondisi perekonomian Indonesia yang masih saja terpuruk setelah pengakuan kedaulatan.

www.salon.com

Dilansir dari laman Historia, Hjalmar Schacht pernah menjabat sebagai Presiden Reichsbank dan juga sebagai Menteri Ekonomi pada masa kepemimpinan Kanselir Adolf Hitler. Namanya melambung di dunia karena mampu menjinakkan hiperinflasi yang pernah melumpuhkan Jerman, memotong angka pengangguran, dan menstabilkan mark (mata uang Jerman). Setelah perang selesai, ia berkecimpung sebagai konsultan ekonomi dan keuangan pada beberapa Negara Dunia Ketiga, tak terkecuali Indonesia. 

historia.id

Kepiawaian Schacht dalam dunia ekonomi memang bisa dibuktikan saat ia menjadi konsultan untuk Indonesia. Ia tiba di Jakarta pada tanggal 3 Agustus 1951. Selama tiga bulan, ia mempelajari materi-materi yang didapatkan dari beberapa kementerian, berdiskusi dengan pihak-pihak terkait, dan mengunjungi beberapa daerah. Laporan tersebut diselesaikan oleh Schacht pada 9 Oktober 1951. Tak berhenti di situ, Schacht juga memberikan saran-saran praktis demi mengembangkan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia. Saran tersebut kemudian dipakai dalam industri pertambangan yang dikenal sebagai kontrak bagi hasil produksi (production-sharing agreement). Kemudian Schacht juga mendorong banyak perusahaan Jerman untuk berinvestasi di Indonesia. 

Nah, itulah tadi tokoh asing yang pernah menjabat sebagai penasihat untuk Indonesia. Tentunya, keberadaan mereka menjadi salah satu penyegaran bagi Indonesia di bidangnya masing-masing. Untuk Jack Ma, semoga berhasil menumbuhkan gairah persaingan e-commerce di Indonesia.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Pesawat Sukhoi Akan Dibarter dengan Kerupuk, Inilah Bukti Hqq Kesaktian Pemerintah Indonesia

Pesawat Sukhoi Akan Dibarter dengan Kerupuk, Inilah Bukti Hqq Kesaktian Pemerintah Indonesia

Kabupaten Pamekasan, Sentra Pengemis yang Tersebar Hampir ke Seluruh Indonesia

Kabupaten Pamekasan, Sentra Pengemis yang Tersebar Hampir ke Seluruh Indonesia

JK Tulis Surat Cinta untuk Istrinya, Ternyata Begini Gaya Pacaran Indonesia Zaman Dulu!

JK Tulis Surat Cinta untuk Istrinya, Ternyata Begini Gaya Pacaran Indonesia Zaman Dulu!

Keren! Begini Jadinya Jika "Aku Sayang Kamu" di Terjemahkan dalam 15 Bahasa Lokal

Keren! Begini Jadinya Jika "Aku Sayang Kamu" di Terjemahkan dalam 15 Bahasa Lokal

Fakta Penerapan Syariat Islam di Aceh, Benarkah Kaum Perempuan yang Lebih Dirugikan?

Fakta Penerapan Syariat Islam di Aceh, Benarkah Kaum Perempuan yang Lebih Dirugikan?

7 Penanda Jalan Berlubang Ini Buktikan Indonesia Pintar Ubah Fakta Miris Jadi Komedi

7 Penanda Jalan Berlubang Ini Buktikan Indonesia Pintar Ubah Fakta Miris Jadi Komedi

loading