Jasad Orangutan Tanpa Kepala Ditemukan Mengambang di Sungai Kalimantan, Fakta Kematiannya Mengiris Hati!

www.yukepo.com

Warga di sekitar Sungai Barito, Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan (Barsel), Kalimantan Tengah dikejutkan dengan penemuan sosok mayat tanpa kepala yang awalnya diduga mayat manusia. Namun, setelah warga sekitar mengevakuasi mayat tersebut, ternyata itu merupakan jasad dari seekor orangutan jantan. Lebih seramnya lagi, jasad tersebut ditemukan dalam kondisi yang sangat mengenaskan dengan tangan yang nyaris putus, bulu di sekujur tubuh yang rontok, serta kulitnya yang licin.

Hasil autopsi pun mengatakan bahwa kematian hewan tersebut tidaklah wajar. Ia merupakan korban dari pembunuhan disertai dengan penyiksaan berat. Diduga orangutan tersebut merupakan salah satu korban dari pembantaian yang dilakukan demi kepentingan perkebunan sawit yang ada di Kalimantan, mengingat jasad dari orangutan jantan tersebut ditemukan tidak jauh dari area perkebunan sawit. Kejadian ini mengingatkan kita pada kejadian setahun yang lalu. Kejadian apa itu? Lalu, apa saja fakta miris tentang kematian orangutan tanpa kepala yang baru saja ditemukan? Kemudian, apa yang harus kita lakukan untuk menyelamatkan populasi orangutan di Indonesia? Langsung aja kalau gitu kita kepoin bareng. Yuk, kepo!

1. Februari 2017 lalu, masyarakat Indonesia sempat dihebohkan dengan isu seekor orangutan yang dimutilasi dan dimasak

news.detik.com

Hardi Baktiantoro selaku Ketua Centre for Orangutan Protection (COP) menyatakan bahwa pembantaian orangutan terjadi di wilayah konsensi perkebunan sawit milik perusahaan swasta. Pembantaian tersebut terjadi pada tanggal 27 Januari 2017. Menurutnya, ada beberapa faktor yang menyebabkan orangutan dibantai, dimutilasi, serta dimasak. Pertama, perusahaan memberikan tanggung jawab kepada seseorang. Misalnya, si A yang mendapatkan tugas untuk mengamankan blok 1 hingga blok 2. Ketika ada sawit yang rusak di wilayah penjagaannya, dia wajib mengganti tanaman yang rusak tersebut. Kemudian si A melakukan berbagai cara untuk mengganti tanaman yang rusak tersebut, salah satunya dengan membunuh ataupun menembak orangutan yang dianggap sebagai hama.

2. Autopsi menunjukkan betapa jasad primata yang ditemukan tanpa kepala ini telah melewati berbagai tindak kekejaman

news.detik.com

Menurut hasil autopsi yang telah dilakukan terhadap jasad orangutan tersebut, ditemukan beberapa fakta yang sangat menyedihkan. Pada bagian leher ditemukan lebih dari tiga luka yang diduga kuat berasal dari sabetan benda tajam sehingga mengakibatkan lehernya putus. Selain itu, ditemukan pula 17 peluru senapan angin yang bersarang di tubuh hewan tersebut. Peluru-peluru tersebut menembus bagian jantung, paru-paru, dan lambungnya. 

3. Hasil autopsi merujuk pada satu tersangka: manusia

twitter.com

Mayat mengenaskan tersebut disinyalir menjadi korban dari konflik yang melibatkan perusahaan sawit dengan kawanan hewan primata itu. Terlebih, pihak perusahaan sawit menganggap kehadiran orangutan sebagai hama yang dapat merusak tanaman sawit milik mereka. Hal ini disebabkan karena orangutan yang semakin tergusur habitatnya, lantas mengalami kekurangan makanan. Dan satu-satunya yang dapat mereka konsumsi adalah tunas-tunas pohon sawit yang masih lunak. Karena itu, hewan ini dianggap sebagai hama.

4. Padahal, perusahaan sawitlah yang mengambil habitat asli dari orangutan!
www.mongabay.co.id

Bagi para pecinta hewan, pernyataan bahwa orangutan dianggap sebagai hama bagi perusahaan sawit sungguh menyakitkan. Padahal, kenyataannya perusahaan sawitlah yang mengambil habitat asli dari hewan primata ini. Berdasarkan catatan yang dimiliki oleh pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), setidaknya terdapat 224 perusahaan sawit di hutan Kalimantan.

"Saya minta dirjen panggil unit kita yang terkait kebun sawit yang jadi habitat orangutan. Dalam catatan kami ada 200-an lebih kebun sawit yang di dalamnya ada habitat orang utannya," ujar Siti Nurbaya selaku Menteri LHK seperti yang dikutip dari detik.com.

5. Lalu, bagaimana caranya untuk mencegah punahnya populasi dari orangutan ini?
mythzmoiselle.com

Dilansir dari laman  WWF, setidaknya ada lima cara bagi kita untuk dapat membantu melestarikan hewan primata ini. Kelima cara tersebut, yakni:

a. jangan membeli atau memelihara orangutan di rumah;

B. mengajak orang lain yang ada di sekitar kita untuk peduli pada kelestarian orangutan;

C. jangan membeli produk yang berasal dari hutan, perkebunan kelapa sawit yang tidak dikelola dengan prinsip ramah lingkungan (berkelanjutan);

d. batasi dan berhemat dalam penggunaan kertas dalam rangka mengurangi penebangan pohon untuk konsumsi kertas; serta

e. membantu lembaga-lembaga pelestarian orangutan, misalnya dengan berdonasi.

 

Populasi orangutan di Indonesia semakin terancam punah. Terlebih dengan adanya perubahan fungsi hutan menjadi ladang atau perkebunan dan pertambangan. Habitat dari orangutan pun semakin sempit dan tentunya akan berpengaruh pada ketersediaan makanan mereka. Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan menjaga hewan primata yang lucu ini? Yuk mulai peduli, dan lakukan lima langkah di atas demi membantu pelestarian primata asli Indonesia ini!

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Style Meggemaskan dari Lesty Kejora buat Referensi OOTD - Keepodotme

Style Meggemaskan dari Lesty Kejora buat Referensi OOTD - Keepodotme

Selain Konstruksi LRT Pulo Gadung, Bangunan Ini Juga Pernah Roboh. Bikin Was-Was!

Selain Konstruksi LRT Pulo Gadung, Bangunan Ini Juga Pernah Roboh. Bikin Was-Was!

Sejarah Singkat Kelahiran Google, Mesin Pencari Penguasa Jagat Maya - Keepodotme

Sejarah Singkat Kelahiran Google, Mesin Pencari Penguasa Jagat Maya - Keepodotme

Sempat Hendak Diberantas Oleh Orde Baru, Inilah Kisah Perjuangan Koteka dan Masyarakat Papua!

Sempat Hendak Diberantas Oleh Orde Baru, Inilah Kisah Perjuangan Koteka dan Masyarakat Papua!

Aliando Syarief, Aktor Muda yang Digandrungi Remaja - Keepodotme

Aliando Syarief, Aktor Muda yang Digandrungi Remaja - Keepodotme

Hanya Diongkosi 6000 Rupiah Untuk ke Tapanuli, Inilah Kisah Dibalik Lukisan Sisingamangaraja XII

Hanya Diongkosi 6000 Rupiah Untuk ke Tapanuli, Inilah Kisah Dibalik Lukisan Sisingamangaraja XII

loading