Jaket Jokowi Dituduh Memecah Belah Indonesia, Teori Konspirasi ala Netizen Mana Lagi Nih?

planet.merdeka.com

Akhir-akhir ini di Indonesia sering sekali muncul berbagai kontroversi. Mulai dari puisi Sukmawati hingga saat ini yang lagi viral, jaket denim Jokowi. Entah karena warganet yang semakin kritis atau karena gak ada kerjaan jadinya mencari berita apa pun untuk digunjingkan. Tapi, untuk kasus yang terakhir, yakni jaket denim Jokowi, tampaknya ada persepsi yang agak keliru dan muatan politik yang kental.

www.winnetnews.com

Belum lama ini, jaket denim yang dipakai oleh Presiden Jokowi kala touring ke Sukabumi Jawa Barat menjadi perbincangan hangat di berbagai media. Jaket denim tersebut mengggambarkan Kepulauan Indonesia pada bagian depannya dan tulisan Indonesia pada bagian belakangnya. Hal yang menjadi kontroversi kemudian adalah pemilihan gambar Kepulauan Indonesia pada bagian depan jaket yang mana ketika jaket dibuka, maka akan menampakkan Kepulauan Indonesia yang terbelah. Melihat celah ini, para haters pun mulai melakukan serangan. Salah duanya tampak pada postingan di akun Instagram @sr23_official dan @pencitraan.tv.

www.instagram.com

Melihat postingan ini, Gibran Rakabuming Raka pun bereaksi. Kakak dari Kaesang tersebut berpendapat jika kedua akun tersebut tidak menghargai hasil karya dari anak bangsa.

 

"Sempat emosi pas liat postingan @sr23_official dan @pencitraan.tv tentang jaket yg kemarin dipakai ke sukabumi. Bukan karena orang tua saya dihina tapi karena mereka sudah melecehkan karya anak bangsa. Mereka sudah menghina kerja keras @nevertoolavish," tulis Raka.

Sempat emosi pas liat postingan @sr23_official dan @pencitraan.tv tentang jaket yg kemarin dipakai ke sukabumi. Bukan karena orang tua saya dihina tapi karena mereka sudah melecehkan karya anak bangsa. Mereka sudah menghina kerja keras @nevertoolavish. Ini brand lokal lho, kalo bukan kita yg beli/dukung siapa lagi? Ini jaketnya dilukis oleh seniman lokal. Hasil kerja keras dan keringat anak bangsa. Benci boleh. Mau bikin hashtag #2019gantipresiden silahkan. Tapi jangan menghina hasil karya teman saya. Saya berharap @nevertoolavish juga memberikan klarifikasi biar para pembenci tahu makna dari gambar2 di jaket ini. Saya membuat postingan ini bukan biar @pencitraan.tv dan @sr23_official dibully, tapi saya sendiri merasakan bagaimana susahnya membangun dan membesarkan sebuah brand

A post shared by CHILLI PARI CATERING SERVICES (@chillipari) on

www.instagram.com

Sementara itu, Bernhard Suryaningrat alias Abeng selaku ketua tim pembuat jaket Jokowi mengatakan kalau perbedaan pendapat itu merupakan hal yang biasa.

"Tetep berkarya saja buat teman-teman juga, pro kontra sudah biasa, yang luar biasa itu kalian sebagai warga negara yang baik yang bisa memberikan contoh yang baik bagi generasi penerusnya," kata Abeng seperti yang dikutip Detik.com, Rabu (11/4/2018). 

"Haters mah apa saja juga bisa jadi salah sama mereka. Saya sih nggak pernah ambil pusing soal begituan talk less do more. Di sini kita berkarya wong buatnya saja susah kok, untuk orang yang spesial pula. Masa dikait-kaitkan dengan hal kaya gitu," katanya.

"Justru kalau dilihat dari isi postingan akun tersebut kayanya justru mereka yang mau memecah belahkan bangsa," tambahnya.

travel.tribunnews.com

Founder dari Never Too Lavish, brand jaket yang dikenakan Jokowi, Muhammad Haudy, pun kemudian menjelaskan filosofi dari konsep model jaket denim yang dikenakan Jokowi. Menurutnya, nuansa merah-putih dalam gambar peta Indonesia pada bagian depan jaket melambangkan Indonesia adalah negara besar dengan lebih dari 17 ribu pulau. Sementara itu, pada bagian belakang tersusun kata “Indonesia” yang dilapisi warna dasar merah putih yang mana pada setiap hurufnya dihiasi dengan beragam gambar yang menunjukkan keberagaman budaya di Indonesia. Misalnya saja tari saman, kain sasaringan khas Banjarmasin, wayang kulit, Candi Borobudur, hingga berbagai budaya yang ada di Papua.

"Filosofi konsep ini adalah bendera merah-putih sebagai bendera Indonesia yang bisa menyatukan belasan ribu pulau dan keberagaman budaya yang ada di Indonesia," ujar Haudy.

Nah, jadi itulah sebenarnya makna dari konsep jaket denim yang digunakan Jokowi saat touring ke Sukabumi hari Minggu (8/4/2018) kemarin. Sebagai warganet yang cerdas, sah-sah aja sih berpendapat. Tapi, tetap harus dengan etika yang baik dan dasar argumen yang kuat, ya. Jangan memprovokasi dan menyebarkan konten yang mengandung hate speech.

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Dulunya Disanjung dan Bertujuan Baik, Begini Kisah Preman Medan dari Masa ke Masa!

Dulunya Disanjung dan Bertujuan Baik, Begini Kisah Preman Medan dari Masa ke Masa!

Walau Nggak Sehat, Tapi 9 Jajanan Masa SD ini Jadi Kenangan Paling Manis. Rindu!

Walau Nggak Sehat, Tapi 9 Jajanan Masa SD ini Jadi Kenangan Paling Manis. Rindu!

Pulau Sulawesi Disebut Sebagai Pulau yang Paling Tua di Nusantara, Kenapa Begitu ya?

Pulau Sulawesi Disebut Sebagai Pulau yang Paling Tua di Nusantara, Kenapa Begitu ya?

Puisi dan Keyakinan dalam Pusaran Politik Jelang Pilkada dan Pilpres. Indonesia Makin Panas!

Puisi dan Keyakinan dalam Pusaran Politik Jelang Pilkada dan Pilpres. Indonesia Makin Panas!

Video TGB Viral di Medsos, Ini Respon Menteri Susi Saat Diduga Mendukung Aksi 411 dan 212

Video TGB Viral di Medsos, Ini Respon Menteri Susi Saat Diduga Mendukung Aksi 411 dan 212

Bisa Diakui di KTP Usai Pilkada, Berikut 4 Fakta Penghayat Kepercayaan di Indonesia!

Bisa Diakui di KTP Usai Pilkada, Berikut 4 Fakta Penghayat Kepercayaan di Indonesia!

loading