Jadi Bukti Cinta Sultan Hamengkubuwono IX untuk Warga Yogyakarta, Inilah Sejarah Selokan Mataram!

25 Desember 2017
|Median

Buat kamu perantau di Yogyakarta ataupun yang pernah berlibur di Yogyakarta, kamu pasti nggak asing dengan Selokan Mataram. Selokan yang membentang dari barat ke timur membelah wilayah Yogyakarta ini memang cukup terkenal. Kalau buat orang asli Yogyakarta mah nggak usah ditanya lagi pasti sudah sangat nggak asing lah ya. Kalau dilihat sih memang kelihatannya cuma selokan, saluran air biasa pada umumnya, tapi Selokan Mataram ternyata sarat sejarah, lho. Penasaran seperti apa sejarahnya? Yuk, kepo!

Bisa dibilang Selokan Mataram merupakan salah satu peninggalan sejarah di Yogyakarta yang luar biasa. Selokan ini memiliki panjang 31,2 km dan menghubungkan Sungai Progo di bagian barat dengan Sungai Opak di bagian timur. Panjang banget kan, jadi jangan heran kalau setiap kali kita menjelajah di Yogyakarta bagian utara, selalu aja nemu jalan yang menyusuri Selokan Mataram. Selokan yang berfungsi sebagai sarana irigasi ini dibangun pada masa pendudukan Jepang di Indonesia dan menjadi salah satu bukti kecerdikan Raja Yogyakarta kala itu, Sri Sultan Hamengku Buwono IX.

Saat itu, Sultan mengajukan ide kepada pemerintah Jepang untuk membangun saluran air di kota Yogyakarta dengan tujuan agar sebagian besar warga Yogyakarta dipekerjakan dalam proyek tersebut dan tidak dikirim Jepang ke luar Jawa untuk dijadikan romusha (tenaga untuk kerja paksa). Dengan membangun saluran air untuk irigasi, Sultan mengatakan bahwa wilayah Yogyakarta yang kering nantinya akan dapat menjadi wilayah pertanian yang subur sehingga dapat membantu dalam memasok kebutuhan pangan tentara Jepang.

Jepang pun akhirnya menyetujui ide Sultan tersebut. Kecerdikan dan kasih sayang Sultan pada rakyatnya memang nggak main-main. Selain agar rakyatnya bisa tetap tinggal di Yogyakarta dan dekat dengan keluarganya, pembangunan Selokan Mataram pada dasarnya juga bertujuan untuk menyejahterakan rakyatnya yang sebagian besar berprofesi sebagai petani.

Terbukti deh setelah pembangunan Selokan Mataram, yang juga disebut sebagai Kanal Yoshiro, para petani tidak lagi kesulitan air. Mereka akhirnya dapat bercocok tanam setiap saat tanpa harus menunggu datangnya hujan. Sampai sekarang, keberadaan Selokan Mataram pun masih vital bagi penduduk yang memiliki lahan pertanian di dekat aliran Selokan Mataram. Nggak cuma untuk penduduk satu generasi pada masa pembangunannya dulu, keberadaan Selokan Mataram terbukti bisa bermanfaat untuk jangka panjang.

Agar semakin bermanfaat untuk jangka panjang lagi, hindari deh membuang sampah ke Selokan Mataram. Kasihan jika para petani dan warga harus membersihkan sampah terus agar aliran airnya lancar mengaliri sawah-sawah dan nggak bikin banjir. Terlebih, Selokan Mataram juga merupakan peninggalan sejarah yang harus dijaga, jadi jangan dikotori, ya.

 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Median
"Nata polah."
SHARES