Isu Redenominasi Rupiah Indonesia Kembali Naik, Yuk Belajar dari Kisah 5 Negara Ini

bisniskeuangan.kompas.com

Masih ingat dengan isu redenominasi atau pemotongan jumlah nol dalam mata uang rupiah yang beredar sejak 2013 lalu? Isu redenominasi mata uang rupiah kembali naik. Hal ini disebabkan oleh pernyataan yang disampaikan Menteri Keuangan Indonesia, Sri Mulyani, dalam rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR pada selasa (18/7) lalu. Sri Mulyani mengatakan bahwa Indonesia sudah siap untuk melakukan redenominasi karena keadaan ekonomi Indonesia sedang membaik dan cukup kuat untuk menjalani proses ini yang kabarnya akan memakan waktu transisi hingga 8 tahun. Rencananya, Sri Mulyani akan menyampaikan Rancangan Undang-Undang Redenominasi ke Badan Legislasi DPR untuk dijadikan agenda dalam Program Legislasi Nasional 2017.

Isu redenominasi ini menuai banyak pro dan kontra dalam masyarakat. Beberapa percaya bahwa hal ini merupakan langkah yang tepat dan akan berdampak baik bagi Indonesia, sedangkan beberapa justru takut akan terjadinya kekacauan ekonomi. Hal ini wajar, mengingat banyak orang Indonesia mengasosiasikan redenominasi dengan sanering yang pernah dilakukan di Indonesia pada zaman orde baru. Sanering memang berdampak buruk dan terasa menyengsarakan masyarakat karena sanering berarti mengurangi nilai mata uang demi menahan laju inflasi. Akan tetapi redenominasi merupakan kebijakan yang hanya mengurangi angka nol pada uang namun tidak mengurangi nilai dari uang itu sendiri.

Indonesia pun bukanlah satu-satunya negara yang pernah memiliki wacana, atau bahkan melaksanakan kebijakan redenominasi mata uang. Banyak negara telah melakukan redenominasi, meski dengan hasil yang berbeda-beda. Berikut kisah 5 negara yang pernah melakukan redenominasi.

1. Turki

english.alarabiya.net

Turki melakukan redenominasi mata uangnya, Turkish Lira (TL), dengan menghilangkan enam angka nol dan mengganti nama mata uangnya menjadi Yeni Turkish Lira (YTL) yang bermakna Lira Turki yang baru. Proses redenominasi oleh Turki ini dilakukan secara bertahap dari tahun 2005, sembari tetap memperhatikan stabilitas perekonomian dalam negerinya.

Selama setahun pertama, mata uang TL dan YTL sama-sama beredar di Turki dan keduanya dapat digunakan. Selanjutnya, mata uang TL perlahan ditarik dari peredaran, hingga masuk pada tahap selanjutnya, kata Yeni dihapuskan sehingga YTL kembali menjadi bernama TL. Transisi yang dilakukan secara bertahap ini membuat proses redenominasi di Turki berhasil dan berjalan dengan lancar.

2. Polandia

www.acdivoca.org

Pada tahun 1995, pemerintah Polandia melaksanakan redenominasi mata uang Polandia, Polish Zloty (PLZ) menjadi New Polish Zloty (PLN) dengan nilai tukar 10.000 PLZ = 1 PLN. Proses ini pun dilakukan dengan melewati masa transisi selama dua tahun. Dari Januari 1995 hingga Desember 1996, PLZ dan PLN sama-sama beredar dan digunakan di Polandia. Akan tetapi pada 31 Desember 1996, PLZ tidak lagi menjadi mata uang yang legal. Sehingga PLZ yang masih beredar di masyarakat hanya dapat ditukarkan menjadi PLN di bank nasional Polandia dan beberapa bank afiliasinya.

3. Zimbabwe

id.pinterest.com

Negara yang satu ini telah melewati proses redenominasi sebanyak tiga kali. Redenominasi pertama dilakukan pada tahun 2006, setelah dollar Zimbabwe saat itu (ZWN) melemah hingga 1000000 ZWN setara dengan 1 Pound Sterling (GBP). Pemerintah melakukan redenominasi untuk menyederhanakan transaksi dengan memangkas tiga nol pada mata uang ZWN dan mengisukan mata uang baru yaitu ZWD. Akan tetapi proses redenominasi ini tidak memiliki banyak pengaruh karena perekonomian Zimbabwe terus melemah hingga pada akhir tahun 2007, 30.000 ZWD setara dengan 1 dollar Amerika.

Tahun 2008, pemerintah Zimbabwe kembali melakukan redenominasi terhadap ZWD dan memangkas 10 angka nol pada ZWD, dengan mengenalkan mata uang baru ZWR. Namun tanpa penguatan perekonomian dalam negeri Zimbabwe, upaya redenominasi ini sia-sia dan justru mengurangi rasa kepercayaan masyarakat Zimbabwe terhadap pemerintahnya. Hingga pada kali ketiga, pemerintah kembali mengumumkan akan memangkas 12 nol pada mata uang ZWR dengan mengeluarkan mata uang baru yang keempat yaitu ZWL. Karena hiperinflasi yang tidak terbendung, pemerintah Zimbabwe menyerah pada akhir Januari 2009 dengan memperbolehkan masyarakat Zimbabwe untuk melakukan transaksi ekonomi dengan mata uang apapun.

4. Romania

blog.continentalcurrency.ca

Romania pada tahun 2005 mengeluarkan kebijakan untuk meredenominasi mata uangnya, ROL, dengan nilai tukar 10.000 ROL = 1 RON. Transisi mata uang ini dilakukan dengan perlahan oleh Romania. Selama satu tahun pertama, mata uang ROL dan RON sama-sama dapat digunakan di pasaran, dan toko-toko diwajibkan memasang harga dalam mata uang ROL dan RON. Pada 31 Desember 2006, periode transisi dinyatakan berakhir dan seluruh mata uang ROL tidak lagi berlaku untuk transaksi, namun mata uang lama ini dapat ditukarkan dengan mata uang RON di bank tanpa batas waktu tertentu.

5. Korea Utara
www.foxnews.com

Proses redenominasi di Korea Utara dilakukan tanpa banyak basa-basi. Pada hari senin pemerintah mengumumkan redenominasi dan memberikan waktu hanya sampai hari minggu bagi warga Korea Utara untuk menukarkan mata uang lamanya dalam jumlah yang terbatas dengan mata uang baru di bank. Berita ini membuat rakyat Korea Utara kalang kabut dan panik menukarkan sisa mata uang won-nya dengan mata uang Cina dan dollar Amerika.

Keputusan Pemerintah Korea Utara ini menimbulkan kekacauan di Korea Utara dan memaksa toko-toko untuk berhenti beroperasi. Namun hal ini tidak mengherankan karena redenominasi di Korea Utara ini memang bertujuan untuk memindahkan kembali sentral perekonomian Korea Utara ke tangan pemerintah dengan memaksa bisnis lokal untuk gulung tikar akibat redenominasi.

Kelima kisah ini menjadi pelajaran bagi Indonesia jika memang hendak melakukan redenominasi. Dari pengalaman negara-negara tersebut, kita dapat menarik kesimpulan bahwa untuk proses redenominasi dapat berhasil dan berjalan lancar, dibutuhkan waktu transisi yang cukup dan perekonomian yang stabil sehingga nilai rupiah tidak justru anjlok. Menurutmu, apakah Indonesia sudah siap untuk redenominasi?

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Buat yang Ngaku Ngapak Asik, Ini YouTube Channel yang Wajib Kamu Pantengin

Buat yang Ngaku Ngapak Asik, Ini YouTube Channel yang Wajib Kamu Pantengin

Selain Angkringan dan Rindu, Ini Hal-hal yang Bikin Jogja Istimewa Buat Penghuninya

Selain Angkringan dan Rindu, Ini Hal-hal yang Bikin Jogja Istimewa Buat Penghuninya

7 Lipstik Cair Lokal Favorit, Harga di Bawah Rp100 ribu Ini Wajib Dicoba

7 Lipstik Cair Lokal Favorit, Harga di Bawah Rp100 ribu Ini Wajib Dicoba

Rujak-rujak Khas Indonesia Ini Terbuat dari Bahan yang Tak Terduga

Rujak-rujak Khas Indonesia Ini Terbuat dari Bahan yang Tak Terduga

Mengupas Khasiat Param, Warisan Nusantara Rahasia Kebugaran Putri Keraton

Mengupas Khasiat Param, Warisan Nusantara Rahasia Kebugaran Putri Keraton

Apa Bedanya Tempe Mendoan dan Tempe Goreng Biasa? Pecinta Gorengan Perlu Tahu Ini

Apa Bedanya Tempe Mendoan dan Tempe Goreng Biasa? Pecinta Gorengan Perlu Tahu Ini

loading