Inilah Sejarah Ojek yang Peredarannya Pernah Dilarang oleh Gubernur Ali Sadikin

d26bwjyd9l0e3m.cloudfront.net

Jakarta sebagai Ibu Kota Negara Indonesia memang memiliki segudang pesona. Salah satu akibat dari daya tarik tersebut adalah semakin padatnya wilayah Jakarta. Gak hanya mengenai pemukiman yang semakin padat, begitu pula dengan kondisi jalanan yang semakin semrawut. Kacau deh pokoknya. Sikap "on time" sudah menjadi suatu hal yang amat langka di kota ini.

Demi menjangkau berbagai tempat dan menghindari kemacetan tersebut, rasanya moda transportasi yang paling tepat adalah motor atau ojek. Dengan membayar jasa ojek, waktu tempuh yang dibutuhkan memang lebih sedikit karena bisa selap-selip di jalanan. Ojek sebagai penyelamat dari kemacetan memang gak hanya ada di Jakarta, namun juga terdapat di kota-kota kecil. Mungkin tujuannya untuk menjangkau perkampungan dengan jalan yang kecil. Seiring dengan perkembangannya, ojek pun bertransformasi dengan adanya layanan ojek online, ya meskipun ojek konvensional masih banyak yang beroperasi sih. Nah, untuk mengetahui seperti apa sih sejarah dari ojek itu, mending kepoin aja artikel ini bareng YuKepo!

theprotocity.com

Mungkin kita selama ini suka berpikir sendiri mengenai bagaimana awal mula adanya ojek dan mengapa dinamakan demikian? Dilansir dari laman Historia, ojek diceritakan berasal dari kata "objek" yang kemudian menjadi kata kerja bahasa Jawa, yaitu "ngobjek". Sementara itu, menurut W.J.S. Poerwadarminta yang dikutip dari laman kompas.com, ojek merupakan sepeda yang ditaksikan. Hal ini tentu sejalan dengan awal mulanya ojek yang menggunakan sepeda.

www.guguskata.com

Sekitar tahun 1969, ojek sepeda mulai berkembang di perkampungan yang berada di daerah Jawa Tengah. Tentu saja ojek sepeda ini menjadi laris karena akses jalannya yang masih rusak sehingga belum mampu untuk dilewati mobil. Melihat keadaan tersebut, muncullah peluang untuk menawarkan jasa ojek sepeda. Pada saat itu jenis sepeda yang digunakan adalah sepeda yang sering dipakai dalam perang, tentunya yang badan sepedanya kekar untuk menempuh jalan bebatuan.

Sementara itu, kemunculan ojek sepeda di Jakarta diperkirakan dimulai sejak tahun 1970 di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. Saat itu memang terdapat larangan untuk becak, bemo, dan lainnya untuk masuk ke area pelabuhan. Karena adanya larangan itulah seakan-akan jalur untuk ojek sepeda seperti terbuka lebar.

static.panoramio.com

Ojek sepeda yang awalnya hanya ada di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok kemudian meluas ke wilayah Ancol, Harmoni dan Kota. Warga setempat memang lebih memilih untuk menggunakan ojek sepeda untuk jarak dekat dengan mempertimbangkan efisiensi waktu dan uang. Ojek sepeda hingga kini masih bisa ditemukan di kawasan Kota Tua sebagai alat transportasi wisata sejarah.

i1.wp.com

Inovasi selanjutnya lagi-lagi dilakukan oleh para penduduk di Jawa Tengah. Dari ojek sepeda mereka mulai beralih ke ojek motor. Mereka menggunakan motor produk Jepang dengan mesin 90cc untuk menawarkan jasa antar tersebut. Lebih lagi, pilihan untuk dibonceng supir atau mengendarai motor sendiri juga diserahkan pada penumpang. Karena keuntungannya yang menggiurkan, banyak petani yang memutuskan untuk melakukan kerja sambilan sebagai tukang ojek motor. Boro-boro memikirkan soal peraturan atau surat izin usaha, yang penting motor bisa jalan dan penumpang selamat hingga tujuan.

Meneruskan keberhasilan bisnis ojek motor di Jawa, ada seorang cukong di Jakarta yang membeli motor sebanyak dua puluh buah untuk dijadikan ojek. Usaha ojek tersebut didirikan di Ancol pada bulan Juli 1974. Terlebih lagi kawasan Ancol memang menjadi objek wisata. Pundi-pundi rupiah pun mengalir dengan derasnya.

www.merdeka.com

Kesuksesan ojek motor di Jakarta saat itu harus dihadapkan dengan peraturan setempat. Saat itu Direktur Lalu Lintas Markas Besar Kepolisian, Brigadir Jenderal Karamoy, berpendapat bahwa penggunaan sepeda motor sebagai moda transportasi bertentangan dengan peraturan lalu lintas yang ada. Hal serupa juga diungkapkan oleh Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, yang mengatakan bahwa ojek bukan angkutan massal di Jakarta, tak seperti taksi, bus, bajaj, helicak, bemo dan lainnya. Namun, seakan tak peduli, ojek motor tetap beroperasi dan menjamur walaupun pernah digelar razia ojek motor di tahun 1979.

Walaupun sempat dicekal peredarannya, hingga kini ojek masih tumbuh subur di Jakarta dan kota-kota lainnya. Bahkan, ojek saat ini sudah merambah dunia digital dengan pemesanan secara daring. Kehadiran ojek di berbagai kota terutama Jakarta memang sangat membantu para penduduk yang ingin berpergian. 

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
5 Film Hollywood Terbaik yang Dibintangi oleh Musisi Terkenal - Keepodotme

5 Film Hollywood Terbaik yang Dibintangi oleh Musisi Terkenal - Keepodotme

9 Foto Polisi Zaman Dulu yang Terlihat Sangat Sederhana, Tapi Tetap Terlihat Gagah

9 Foto Polisi Zaman Dulu yang Terlihat Sangat Sederhana, Tapi Tetap Terlihat Gagah

Foto Cewek Berlatar Belakang Rumah Angker ini Simpan 'Penampakan' yang Bikin Hati Kesel Minta Ampun! - Keepodotme

Foto Cewek Berlatar Belakang Rumah Angker ini Simpan 'Penampakan' yang Bikin Hati Kesel Minta Ampun! - Keepodotme

Inilah Perbedaan Kunjungan Obama ke Indonesia di Era SBY dan Jokowi

Inilah Perbedaan Kunjungan Obama ke Indonesia di Era SBY dan Jokowi

Semuanya Dilakukan Sendiri, Foto Prewedding Unik Ini Bisa Jadi Inspirasi - Keepodotme

Semuanya Dilakukan Sendiri, Foto Prewedding Unik Ini Bisa Jadi Inspirasi - Keepodotme

Darimana Sate Taichan Berasal? Ini Dia Jawabannya Bagi Kamu yang Penasaran

Darimana Sate Taichan Berasal? Ini Dia Jawabannya Bagi Kamu yang Penasaran

loading