Inilah Mengapa Desain Spanduk Warung Pecel Lele dan Soto Lamongan Selalu Sama di Mana Pun

29 September 2017
|Atik Kencana S.
3SHARES

Indonesia memang kaya dengan kulinernya. Dari Sabang hingga Merauke pasti bisa banyak ditemukan makanan-makanan khas yang menggugah selera. Bukan hanya mampu menggoyang lidah siapa pun yang menikmatinya, tapi juga kaya akan kekhasannya masing-masing. Tampilan toko masakan tiap daerah juga berbeda-beda, bergantung pada kekhasannya masing-masing.

Coba deh perhatikan beberapa kios atau warung pecel lele dan soto lamongan di mana pun mereka berada. Kalau diperhatikan dengan seksama, bisa ditemukan beberapa kesamaan unik di setiap warung tersebut. Persamaan biasanya akan lebih mencolok terlihat pada spanduknya. Kenapa bisa seragam semua, ya?

Ketika melihat spanduk warung, baik pecel lele maupun soto lamongan, tentunya bisa langsung diresap oleh otak walaupun dari jarak kejauhan. Hal ini disebabkan karena warung lamongan memiliki desain yang unik dan legendaris yang bisa dibilang wajib digunakan oleh setiap pedagangnya. Iya sih tidak sama persis, tapi tentunya ada kesamaan pola di setiap spanduknya. Contohnya saja bisa ditemukan gambar aneka hewan yang termasuk di dalam menu makanan, seperti bebek, ayam, lele, dan burung dara yang disandingkan dengan lauk lain. Gambar-gambar tersebut kemudian dilukis pada kain putih.

Begitu pula dengan warna, spanduk warung ini memiliki warna yang serupa, yaitu gradasi warna oranye dan kuning lalu dilengkapi dengan tepian garis yang berwarna hijau. Warna tersebut dapat memberikan kesan terang di malam hari pada waktu jam operasi warung khas Lamongan tersebut. Selain itu, pemilihan warna tersebut juga dimaksudkan agar orang mudah melihatnya sekalipun dari kejauhan.

Desain tersebut bisa dipilih bukan karena aspek ketidaksengajaan, lho. Spanduk warung tersebut memang sudah menjadi identitas tersendiri bagi warung khas Lamongan, Jawa Timur. Selain itu, biasanya desain spanduk warung tersebut dibuat dalam partai besar. Kain berukuran 100 meter bisa digunakan untuk sepuluh warung. Mengenai tempat pembuatannya, mereka menyebarkan informasi hanya dari mulut ke mulut.

Membuat paguyuban bagi perantau memang lumrah. Hal ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi antarsesama. Hal yang sama dilakukan oleh orang Lamongan. Di Jakarta, mereka membuat paguyuban dengan nama Forum Silaturahmi Putra Lamongan (Pualam) sejak tahun 1952. Paguyuban ini tidak membatasi anggotanya, baik yang berkecimpung di dunia kuliner Lamongan ataupun tidak. Syaratnya ya harus orang Lamongan.

Nah, karena adanya kesamaan profesi antarsesama pedagang kuliner khas Lamongan, mereka kerap melakukan pertemuan secara rutin. Kuatnya tali persaudaraan yang mengikat para perantau asal Lamongan ini pula yang menjadi penentu kesamaan desain spanduk warung Lamongan di mana pun. Mantab 'kan?

Nah, itulah tadi penjelasan mengapa spanduk warung Lamongan bisa serempak di manapun keberadaannya. Asas persaudaraan dan kesolidan menjadi jawaban utama atas semua pertanyaan ini. Senangnya. 


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
3SHARES