Inilah Hasil Visum Para Jendral Korban G30S/PKI yang Bertentangan dengan Filmnya

www.bintang.com

Bulan September memang menjadi momentum akan peristiwa pembunuhan tujuh perwira tinggi militer Indonesia yang menjadi rangkaian G30S/PKI. Peristiwa tersebut sudah menjadi sebuah sejarah yang sangat kelam bagi bangsa ini sendiri. Mengenai kejelasan sejarah, sebenarnya memang sudah tertutup oleh adegan film Pengkhianatan G30S/PKI yang dikeluarkan saat rezim Bapak Pembangunan.

Mengenai kondisi sebenarnya para jenderal tersebut jarang sekali terekspos. Masyarakat sudah memercayai kondisi sebenarnya seperti apa yang terjadi di dalam film garapan Arifin C Noer tersebut.

Dilansir dari laman Tribunnews, para korban G30S/PKI tersebut ditemukan di sumur Lubang Buaya, Jakarta Timur pada tanggal 4 Oktober 1965. Ketujuh jenderal tersebut dibawa ke RSPAD untuk diotopsi. Untuk menangani para mayat jenderal tersebut, dibentuklah sebuah tim khusus yang terdiri dari dua dokter RSPAD, yakni dr. Brigjen. Roebiono Kartopati dan dr. Kolonel Frans Pattiasina. Selain mereka berdua, ada juga tiga dokter yang berasal dari Ilmu Kedokteran Kehakiman Universitas Indonesia, yakni Prof. dr. Sutomi Tjokronegoro, dr. Liau Yan Siang, dan dr. Lim Joey Thay. Berikut ini adalah hasil visum yang sebenarnya dari para korban G30S/PKI tersebut. 

1. Achmad Yani

en.wikipedia.org

Achmad Yani mengalami beberapa tembakan, baik masuk maupun keluar. Luka tembak masuk terdapat dua buah di dada kiri, satu di dada kanan bawah, satu di punggung kiri, satu di paha kiri depan, satu di lengan kanan atas, satu di garis pertengahan perut, satu di perut kiri bawah, dan satu di pinggul garis tengah.

Luka tembak dalam yang ditemukan, yakni satu di dada kanan bawah, satu di punggung kiri dalam, dan satu di lengan kanan. Sementara itu, kondisi lainnya ditemukan kancing dan peluru 13 mm di kanan bawah garis tengah perut dan di punggung kanan iga kedelapan tergores anak peluru yang berada di bawah kulit.

2. R. Soeprapto

id.wikipedia.org

R. Soeprapto mengalami beberapa kali luka tembak masuk. Sebuah peluru ditemukan di punggung, tiga buah di bokong kanan, masing-masing satu di pantat kanan dan kiri, satu di pinggang kiri bagian belakang, dan satu lagi di pertengahan paha kanan.

Luka tembak luar juga ditemukan masing-masing satu di pantat kanan dan paha kanan belakang. Terdapat juga luka yang tidak teratur di kepala kanan, pelipiis kanan, dahi kiri, dan di bawah kuping kiri. Kondisi lainnya menjelaskan bahwa R. Soeprapto mengalami patah hidung dan tulang pipi kiri yang lecet. 

3. M.T. Haryono

id.wikipedia.org

Mt. Haryono mengalami banyak luka yang tidak teratur. Terdapat sebuah luka tusuk di bagian perut, luka di punggung tangan sebelah kiri, dan sebuah luka lainnya yang tembus hingga ke punggung sebelah kiri.

4. Soetojo Siswomiharjo
pahlawancenter.com

Soetojo Siswomiharjo juga mengalami berbagai jenis luka atas pembunuhannya. Terdapat luka tembak masuk di dua tungkai kanan bawah dan satu di atas telinga kanan. Luka tembak keluar juga dialami Siswomiharjo, yakni dua di betis kanan dan satu di atas telinga kanan.

Kondisi lain diungkapkan dalam hasil otopsi yang menyebutkan adanya luka yang tidak teratur, yakni luka di dahi kiri, di pelipis kiri, di tulang ubun-ubun sebelah kiri, dan tengkorak kirinya remuk. Penganiayaan benda tumpul juga menyerang empat jari kanannya.

5. S. Parman
id.wikipedia.org

Sama seperti jenderal yang lainnya, S. Parman mengalami beberapa rangkaian luka. Luka tembak masuk berhasil diidentifikasi yang menunjukkan adanya sebuah luka di dahi kanan, satu luka di lekuk mata kanan, satu luka di kelopak mata kiri, dan satu lagi di paha kanan depan. Luka tembak luar juga dialami jenderal ini, yakni satu luka di tulang ubun-ubun kiri, sebuah luka di perut kiri, dan satu lagi di paha kanan belakang.

Untuk luka tidak teratur bisa ditemukan sebanyak dua di belakang daun telinga kiri, satu luka di kepala bagian belakang, satu luka di tungkai kiri bawah, dan satu lagi di tulang kering kiri. Hantaman benda tumpul juga dialami beliau di tulang rahang atas dan bawah.

6. D.I. Panjaitan

id.wikipedia.org

D. I. Panjaitan juga mengalami rangkaian luka yang sejenis. Luka tembak masuk berhasil diidentifikasi sebanyak satu di alis kanan, satu di kepala kanan atas, satu di kepala kanan belakang dan kiri. Luka tembak luar juga terdapat pada pangkal telinga kiri, sedangkan di bagian punggung tangan kiri terdapat luka irisan senjata tajam.

7. Pierre Tendean

en.wikipedia.org

Begitu pula dengan Pierre Tendean. Luka tembak masuk terdapat di leher belakang bagian kiri, dua di punggung kanan, dan satu di pinggul kanan. Luka tembak luar di tubuh jenderal ini ditemukan sebanyak dua buah di dada kanan. Untuk luka lainnya terdapat satu di kepala kanan, satu di tulang ubun-ubun, dan satu lagi di puncak kepala. Lecet-lecet juga ditemukan di dahi dan pangkal dua jari di tangan kiri. 

Nah, itulah tadi serangkaian fakta mengenai hasil otopsi para dewan jenderal yang tewas akibat serangan G30S/PKI di tahun 1965 lalu. Jadi, bagaimana dengan selentingan yang mengabarkan kondisi para jenderal tersebut dicungkil matanya dan dipotong kemaluannya? 

0%
Marah
0%
Gokil
0%
Lucu
0%
Kaget
0%
Suka
0%
Aneh
SHARES
Suku Sunda Dilarang Menikahi Suku Jawa? Ternyata Alasannya Karena Kelakuan Patih Gajah Mada!

Suku Sunda Dilarang Menikahi Suku Jawa? Ternyata Alasannya Karena Kelakuan Patih Gajah Mada!

Selain Kunjungan Kenegaraan, Ini yang Dilakukan Jokowi Kala Melawat ke Asia Selatan!

Selain Kunjungan Kenegaraan, Ini yang Dilakukan Jokowi Kala Melawat ke Asia Selatan!

Dr. Saharjo S.H., Tokoh Nasional Pencetus Istilah "Narapidana" yang Kini Dilupakan Publik

Dr. Saharjo S.H., Tokoh Nasional Pencetus Istilah "Narapidana" yang Kini Dilupakan Publik

Inilah Penampakan 10 Pakaian Adat Masyarakat Indonesia Zaman Dulu. Banyak yang Telanjang Dada!

Inilah Penampakan 10 Pakaian Adat Masyarakat Indonesia Zaman Dulu. Banyak yang Telanjang Dada!

Tidak Banyak yang Tahu, Ini Ketangguhan Pasukan Tentara Elite Indonesia Penjaga Kedaulatan Bangsa

Tidak Banyak yang Tahu, Ini Ketangguhan Pasukan Tentara Elite Indonesia Penjaga Kedaulatan Bangsa

Kisah Dilan yang Berlatar di Bandung Heboh, Begini Gambaran Bandung Tempo Doeloe. Keren!

Kisah Dilan yang Berlatar di Bandung Heboh, Begini Gambaran Bandung Tempo Doeloe. Keren!

loading