Inilah Beberapa Potret Kehidupan Keturunan Jawa di Suriname

29 Juni 2017
|Atik Kencana S.
0SHARES

Suku Jawa berada di Suriname, Amerika Selatan sudah sejak abad ke-19 akhir. Gelombang pertama migrasi orang-orang Jawa ke Suriname ini dibawa oleh para kolonialis Belanda dari Hindia-Belanda (Indonesia). Sebagian besar orang-orang Jawa tersebut beranak pinak di sana. Hingga kini masih menuturkan Bahasa Jawa. Pemerintan Belanda sudah sejak tahun 1890 hingga 1939 mengirimkan 32.956 orang Jawa ke Suriname. Kedudukan Indonesia dan Suriname waktu itu sama, yaitu sama-sama negara jajahan Kerajaan Belanda.

Pemerintah Belanda mengirimkan puluhan ribu orang Jawa ke Suriname bukanlah tanpa alasan. Pengiriman tersebut dimaksudkan untuk menambah kekurangan tenaga kerja di beberapa areal perkebunan di Suriname akibat penghapusan sistem perbudakan sejak 1 Juli 1863. Tidak mau perekonomian Suriname terus menerus menurun, makanya pemerintan Belanda mengirim puluhan ribu orang Jawa ke tempat tersebut.

Hingga pada setelah tahun 1945 yaitu pasca kemerdekaan, sekitar 7 ribu orang sempat pulang ke Indonesia. Namun oleh pemerintah Indonesia tidak dikembalikan lagi ke Pulau Jawa melainkan ke Tongar, Sumatera Barat karena keadaan Pulau Jawa yang sudah padat.

Hingga kini keberadaan orang Jawa di Suriname masih bisa banyak ditemui. Bisa dikatakan bahwa ada sekitar 15% dari populasi penduduk Suriname diisi oleh orang Jawa. Secara turun temurun bahasa Jawa terus dituturkan di sini.

Tidak hanya sebagai buruh perkebunan, kini orang Jawa di Suriname sudah banyak yang memegang posisi strategis di pemerintahan. Seperti Raymond Sapoean yang pernah mencalonkan diri menjadi presiden Suriname di tahun 2015. Soewarto yang menjabat sebagai Menteri Dalam Negeri dan Hendrik Setrowidjoyo sebagai Menteri Pertanian, Ternak dan Perikanan.

Nah, makanya kali ini YuKepo mau ajak kamu mengintip bagaimana kehidupan orang Jawa di Suriname. Unik banget ya kalau ternyata orang Jawa di Indonesia punya saudara jauh di seberang benua. Penasaran seperti apa kehidupan keturunan Jawa di Suriname? Yuk kepoin!

1. Inilah foto yang menggambarkan kedatangan orang Jawa di Suriname

2. Inilah monumen migrasi massal orang Jawa ke Suriname, makanya mereka hormat banget sama tanggal 9 Agustus

4. Nama jalan di sini juga banyak berkesan jawanya, seperti Jalan Wagiran, Sastrodinejo dan sebagainya

5. Mereka tidak menggunakan bahasa Indonesia melainkan Bahasa Jawa, bukan pula bahasa Jawa yang ngapak ya

6. Di Suriname juga banyak terdapat rumah makan Jawa seperti bakmi dan soto

7. Prosesi pernikahan adat Jawa tetap dilakukan, sakralnya tetap terbawa sampai seberang benua

8. Kalau ke Suriname jangan kaget kalau kalian nemuin nama-nama tempat seperti di Jawa ya

9. Gotong royong dan kebersamaan ala orang Jawa tetap diimplementasikan di sana

10. Inilah Raymond Sapoen, keturunan Banyumas yang pernah mencalonkan diri dalam pemilihan presiden Suriname 2015

Nah, itulah tadi potret mengenai kehidupan keturunan Jawa di Suriname. Walaupun sudah beranak pinak di negara seberang lautan, budaya Jawa masih tetap dinamis di sana. Masih banyak digunakan baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam upacara adat. Ternyata Jawa punya saudara jauh ya di Benua Amerika. Silahkan kalau ada yang mau mampir.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
0SHARES