Inilah Beberapa Alasan Mengapa Keris Selalu Diletakkan di Belakang

11 Juni 2017
|Atik Kencana S.
149SHARES

Membahas budaya Jawa memang gak ada habisnya. Terlepas dari tradisi dan pakaian adatnya, ada satu hal lagi yang menarik untuk dibahas. Apalagi kalau bukan senjata tradisionalnya yang disebut keris ini? Keris merupakan salah satu senjata tradisional yang masuk dalam golongan belati. Bentuk senjata ini memang cukup khas, bagian pangkalnya melebar dengan bilahnya yang berkelok.

Senjata ini memang dulunya berfungsi sebagai alat pertahanan diri dan simbol kejantanan pria. Selain itu, benda ini juga menjadi pelengkap sesajian persembahan untuk nenek moyang khas Kejawen. Kini, keris ini lebih bersifat aksesoris atau simbol budaya saja.

Namun ada satu hal yang kerap menjadi pertanyaan selama ini. Mengapa keris selalu diletakkan di belakang pinggang? Padahal biasanya orang-orang membawa senjata diletakkan di depan atau disamping. Tentunya hal ini jadi menarik untuk dibahas. Tenang aja, YuKepo udah nyiapin rangkumannya kok buat kalian. Penasaran gak nih? Kalau ya langsung yuk kita kepoin!

Sebenarnya, keris bukan termasuk dalam kategori senjata melainkan pusaka. Namun bagaimana pun pusaka tersebut bisa berbahaya kalau kepepet. Mungkin karena memang sifat dasarnya orang Jawa yang pemalu dan rendah hati, maka mereka enggan untuk terlalu menonjolkan dirinya.

Dalam tradisi Jawa, keris merupakan salah satu dari lima benda yang harus dimiliki oleh orang Jawa Kuno. Keris yang merupakan simbol kesaktian dan keperkasaan ini berdampingan dengan empat benda lainnya yaitu Turangga (kuda), Griya (Rumah), Garwa (Istri), dan Kukila (Burung). Namun bagi orang Jawa, pantang untuk menunjukkan kesaktiannya. Hal tersebut yang menjadi salah satu alasan untuk membawa keris di belakang tubuh. Selain itu meletakkan keris di belakang tubuh menghilangkan sikap ancaman pada siapapun. Ada legenda yang mengatakan bahwa jika ada seseorang yang membawa keris di depan, artinya orang tersebut sudah siap mati dalam membela apa yang dipercaya dan dimiliki. Contohnya seperti Pangeran Diponegoro yang senantiasa menaruh kerisnya di depan dalam menghadapi Belanda. Hal tersebut memang menandakan bahwa Pangeran Diponegoro bermaksud menjatuhkan Belanda tersebut.

Keris diletakkan di belakang juga karena faktor kenyamanan. Kenyamanan yang dimaksud adalah dalam rangka mbebek atau jalan jongkok terhadap raja. Dulunya, para prajurit memang wajib menghadap raja dengan sikap mbebek ini. Supaya lebih mudah maka keris diletakkan di belakang agar prosesi mbebek tidak terganggu. Selain itu, meletakkan keris di belakang juga sebagai simbol kepatuhan terhadap raja. Kalau keris sudah diletakkan di depan, itu artinya memberontak kepada raja.

Alasan lainnya adalah faktor kesopanan. Orang Jawa memang terkenal dengan sikap sopan dan santunnya seantero nusantara. Hal tersebut juga berpengaruh dengan cara orang Jawa membawa senjata. Keris memang sengaja diletakkan di belakang tubuh agar senjata tersebut tidak terlihat oleh lawan bicara. Tentu saja dengan menunjukkan senjata di depan orang lain, sama saja melakukan tindakan intimidatif dan dianggap sebagai mengurangi rasa hormat terhadap lawan bicara tersebut.

Nah, itulah tadi beberapa alasan yang bisa menjabarkan mengapa keris diletakkan di belakang? Bagi orang Jawa semuanya memang sudah diperhitungkan. Semua memiliki nilai dan filosofinya masing-masing. Menurutmu bagaimana dengan alasan-alasan di atas?


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
149SHARES