Indonesia Ternyata Memiliki 9 Presiden Sepanjang Sejarah, 2 Lagi Siapa?

19 Oktober 2017
|Atik Kencana S.
0SHARES

Selama 72 tahun Indonesia merdeka, tentunya sudah banyak sekali sejarah yang menorehkan perjuangan bangsa ini. Jangankan sebelum merdeka, dari zaman batu sekalipun tanah air sudah menjadi satu dari sebagian sejarah dunia yang tak terlupakan. Berangkat dari situ rasanya pepatah yang pernah diungkapkan Soekarno memang menjadi berarti, “Jas Merah” jangan sekali-sekali melupakan sejarah.

Sepanjang masa kemerdekaan di Indonesia, sudah ada sebanyak tujuh nama besar yang memimpin bangsa yang tak kalah besarnya ini. Mulai dari Ir. Soekarno hingga Ir. Joko Widodo rasanya haram untuk dilupakan bagi setiap rakyat Indonesia. Perjuangan dan pengabdian para Presiden Indonesia tersebutlah yang bisa menghantarkan bangsa dan Negara Indonesia sampai sekarang ini.

Namun rasanya, sangatlah naif bagi kita untuk melupakan dua nama besar lainnya yang ternyata juga pernah memimpin bangsa Indonesia. Tak banyak diceritakan dan ditumpahkan dalam buku sejarah, inilah dua Presiden Indonesia yang terlupakan.

Syafruddin Prawiranegara

Mungkin tak banyak orang yang kenal dengan nama Syafruddin Prawiranegara. Pria kelahiran Serang, Banten, 29 Februari 1911 ini rupanya juga pernah memimpin Indonesia pada masanya. Beliau menjabat sebagai Presiden dari PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) pada 22 Desember 1948 saat pemerintahan Indonesia di Yogyakarta jatuh ke Belanda.

Pada saat itu, Agresi Militer Belanda II memang sedang berlangsung. Presiden Indonesia dan wakilnya, Soekarno dan Mohammad Hatta pada saat itu berhasil ditangkap oleh Belanda. Ketika masa penahanannya, Soekarno sempat mengirimkan sebuah telegram rahasia kepada Syafruddin yang isinya memerintahkan untuk membentuk suatu pemerintahan darurat di kawasan Sumatera. Berangkat dari isi telegram itu, dibentuklah PDRI dengan Syafruddin sebagai presidennya.

Uniknya, selain mendapatkan izin dari Soekarno, PDRI juga direstui oleh negara-negara internasional untuk berdiri. Tanggal 22 Desember 1948 lah tanggal resmi berdirinya PDRI dengan dipimpin oleh Syafruddin. Ketika Agresi Militer II Belanda usai, pasukan Belanda menarik diri dari Indonesia. Per tanggal 13 Juli 1949, keberadaan PDRI diserahkan kepada Soekarno. Kemudian PDRI dibubarkan dan kembali pada pemerintahan NKRI.

Assaat

Nama kedua yang pernah menjabat sebagai pemimpin Indonesia adalah Assaat. Pria yang lahir di Sumatera Barat, 18 September 1904 ini menjabat sebagai Presiden Indonesia ketika masih bagian dari RIS (Republik Indonesia Serikat). Saat bulan Desember 1949, Belanda memberikan kedaulatan Indonesia pada RIS. Otomatis Soekarno dan Hatta harus menjabat sebagai Presiden dan Wakil Presiden RIS, sedangkan Republik Indonesia mengalami kekosongan jabatan. Kemudian atas intruksi Soekarno, Assaat didaulat menjadi Presiden Republik Indonesia. Assaat yang merupakan cendekiwan dipercaya untuk memimpin Indonesia selama kurang dari satu tahun.

Seiring dengan berakhirnya masa penjajahan Belanda di Indonesia, tanah air menuju kestabilan politiknya. Baik Republik Indonesia maupun Republik Indonesia Serikat sama-sama diakui kedudukannya di mata dunia internasional. Kemudian keduanya dilebur menjadi NKRI. Karena berlakunya NKRI, jabatan Assaat di puncak pemerintahan pun berakhir. NKRI kembali dipimpin oleh duet Soekarno dan Mohammad Hatta.

Nah, itulah tadi dua nama yang sempat mengisi posisi pucuk kepemimpinan di Indonesia. Sayangnya, kedua nama ini seperti tak terhitung menjadi pemimpin Indonesia berdasarkan buku-buku sejarah. Walaupun tak berlangsung lama, kedua tokoh tersebut tetap memiliki andil yang besar demi mempertahankan kestabilan politik di Indonesia yang saat itu sedang berkecamuk.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Atik Kencana S.
"Semper Fi"
0SHARES