Indonesia Berkomitmen untuk Mengurangi Sampah Plastik dengan Dijadikan Aspal

02 Agustus 2017
|Romlah Sundari
12SHARES

Permasalahan polusi plastik di Indonesia merupakan permasalahan yang membutuhkan perhatian khusus dari pemerintah. Karena proyeksi sampah plastik Indonesia diperkirakan akan meningkat hingga 9,52 juta ton di tahun 2019 mendatang. Karena itu, Indonesia harus lekas menemukan cara untuk menanggulangi sampah plastik agar tidak terus menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir tanpa diolah lebih lanjut, mengingat limbah plastik merupakan limbah yang hanya akan menumpuk dan baru akan terurai setelah jutaan tahun.

Menanggapi kondisi limbah plastik ini, Badan Penelitian dan Pengembangan atau Balitbang bersama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat atau KPUPR melakukan penelitian dan uji coba terkait pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan campuran aspal. Limbah plastik sebagai campuran aspal ternyata bukan hanya menjadi solusi bagi pengelolaan limbah, namun juga dapat meningkatkan stabilitas dan ketahanan aspal karena aspal dengan campuran plastik akan menjadi lebih rekat daripada aspal yang tidak menggunakan campuran plastik. Aspal plastik ini telah diuji cobakan di Universitas Udayana Bali. Balitbang juga saat ini masih mengembangkan teknologi terbaru ini agar sesuai dengan kebutuhan aspal di jalan besar maupun jalan kecil di seluruh Indonesia.

Dan pemanfaatan limbah plastik sebagai bahan campuran aspal akan banyak menyerap limbah plastik. Menurut Kepala Balitbang, untuk jalan sepanjang satu kilometer dengan lebar tujuh meter, dibutuhkan sebanyak 2,5 ton untuk jalan yang tidak dilewati oleh kendaraan-kendaraan bermuatan besar. Sedangkan untuk jalan yang dilewati kendaraan bermuatan besar, dibutuhkan dua lapisan aspal plastik untuk meningkatkan ketahanannya sehingga jumlah sampah plastik yang dibutuhkan adalah sebesar lima ton untuk jalan dengan ukuran yang sama.

Pemerintah pun sudah mengantisipasi bahwa jika plastik akan digunakan untuk pembangunan jalan, maka Indonesia akan kekurangan plastik karena diperkirakan dengan jumlah plastik yang ada, hanya 190.000 kilometer ruas jalan yang dapat ditutupi dengan aspal plastik ini. Karena itu, pemerintah bekerja sama dengan Asosiasi Pengelola Sampah Plastik ADUPI untuk menyediakan sampah plastik bagi pembuatan jalan.

Namun penggunaan plastik sebagai bahan campuran aspal ini bukanlah inovasi asli Indonesia. Penemu metode pemanfaatan limbah plastik ini untuk pertama kali adalah seorang peneliti India, bernama Rajagopalan Vasudevan. India kini tercatat telah membangun jalan sepanjang 25.000 kilometer dengan menggunakan aspal plastik ini. Dan Indonesia telah menandatangani MOU untuk penggunaan hak paten teknologi tersebut di Indonesia.


Marah
Marah
0 %
Gokil
Gokil
0 %
Lucu
Lucu
0 %
Kaget
Kaget
0 %
Suka
Suka
0 %
Aneh
Aneh
0 %
PENULIS
Romlah Sundari
Gak Punya Quote Nih!
12SHARES